yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Lapangan Pancasila, kawasan Simpanglima, Kota Semarang, merupakan satu dari sekian lokasi favorit anak muda untuk nongkrong.
Namun, ketika malam sudah larut, pemandangan sejoli bermesraan di area tersebut sangat mudah ditemukan.
Seperti pantauan Tribun Jateng pada Senin (4/1) malam, sekitar pukul 23.30, di sekitar taman itu ada sejoli asyik bermesraan di bangku taman. Mereka menebar kemesraan tanpa memedulikan orang-orang yang lewat.
Aksi tak patut dicontoh tersebut dilakukan di pinggir jalan dan disaksikan banyak orang yang sedang meluangkan waktu di kawasan kuliner di seputar Simpanglima. Warga yang melihat aksi dua insan itupun hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Kenapa tidak ada yang menegur? Di pinggir jalan, kok, ciuman," cetus Ari, pengunjung Lapangan Pancasila. Warga lain lantas menimpali, "Saya punya pacar tetapi tidak sampai berbuat sevulgar itu."
Baik Ari maupun pengunjung di kawasan Simpanglima sepakat, petugas wajib turun tangan guna melakukan penertiban. Dengan begitu, ada efek jera sekaligus mengembalikan area publik sesuai fungsinya.
Dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang, Endro Pudyo, berjanji segera menindak perilaku pasangan muda-mudi yang berbuat tidak senonoh di tempat umum. Ia bakal melakukan penertiban, termasuk di Lapangan Pancasila.
"Kami bakal melakukan pengawasan di lokasi. Kami tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi," tuturnya, Selasa (5/1).
Menurut Endro, apabila nantinya ditemukan pasangan melakukan perbuatan tidak senonoh, petugas tak segan bertindak tegas.
"Kalau sekadar nongkrong, silakan saja. Tapi, jika berpelukan, apalagi sampai ciuman di tempat umum, kami tak akan bertindak tegas," tandasnya.
Selain itu, masalah yang dianggap wisatawan asal luar daerah yaitu maraknya kembali pengamen dan pengemis di Simpang Lima.
Larasati wisatawan asal Jakarta mengaku kaget melihat kondisi Simpang Lima saat ini. "Dulu saat saya pulang kampung ke Semarang, sangat rapi dan tidak ada satupun pengamen, kini orang baru duduk saja sudah banyak pengamen datang," keluhnya.
Namun, ketika malam sudah larut, pemandangan sejoli bermesraan di area tersebut sangat mudah ditemukan.
Seperti pantauan Tribun Jateng pada Senin (4/1) malam, sekitar pukul 23.30, di sekitar taman itu ada sejoli asyik bermesraan di bangku taman. Mereka menebar kemesraan tanpa memedulikan orang-orang yang lewat.
Aksi tak patut dicontoh tersebut dilakukan di pinggir jalan dan disaksikan banyak orang yang sedang meluangkan waktu di kawasan kuliner di seputar Simpanglima. Warga yang melihat aksi dua insan itupun hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Kenapa tidak ada yang menegur? Di pinggir jalan, kok, ciuman," cetus Ari, pengunjung Lapangan Pancasila. Warga lain lantas menimpali, "Saya punya pacar tetapi tidak sampai berbuat sevulgar itu."
Baik Ari maupun pengunjung di kawasan Simpanglima sepakat, petugas wajib turun tangan guna melakukan penertiban. Dengan begitu, ada efek jera sekaligus mengembalikan area publik sesuai fungsinya.
Dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang, Endro Pudyo, berjanji segera menindak perilaku pasangan muda-mudi yang berbuat tidak senonoh di tempat umum. Ia bakal melakukan penertiban, termasuk di Lapangan Pancasila.
"Kami bakal melakukan pengawasan di lokasi. Kami tidak ingin peristiwa serupa terjadi lagi," tuturnya, Selasa (5/1).
Menurut Endro, apabila nantinya ditemukan pasangan melakukan perbuatan tidak senonoh, petugas tak segan bertindak tegas.
"Kalau sekadar nongkrong, silakan saja. Tapi, jika berpelukan, apalagi sampai ciuman di tempat umum, kami tak akan bertindak tegas," tandasnya.
Selain itu, masalah yang dianggap wisatawan asal luar daerah yaitu maraknya kembali pengamen dan pengemis di Simpang Lima.
Larasati wisatawan asal Jakarta mengaku kaget melihat kondisi Simpang Lima saat ini. "Dulu saat saya pulang kampung ke Semarang, sangat rapi dan tidak ada satupun pengamen, kini orang baru duduk saja sudah banyak pengamen datang," keluhnya.