Superclone
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 92606
- Sejak
- 3 Mar 2010
- Pesan
- 44
- Nilai reaksi
- 4
- Poin
- 8
Jelang Unas, Orang Tua Gadaikan Barang
Mereka perlu melunasi tunggakan SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) anak mereka.
http://jatim.vivanews.com/news/read/137151-jelang_unas__orang_tua_gadaikan_barang
Sekolah Gratis ibarat Tong Kosong
Jakarta - Sekolah gratis yang selama ini digembar-gemborkan oleh pemerintah ternyata tak berjalan dengan baik. “Sekolah gratis yang selama ini digembar-gemborkan oleh pemerintah ibarat tong kosong karena tidak didukung oleh modal yang memadai. Selama ini pemerintah hanya mengunggulkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Padahal BOS hanya dapat meng-cover 30 persen biaya pendidikan,” ujar Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan pada “Diskusi Mengkaji Kebijakan Pendidikan Nasional: Sekolah Gratis vs Sekolah Mahal,” di Jakarta, Kamis (7/5).
http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/sekolah-gratis-ibarat-tong-kosong/
Kemana yak subsidi pendidikan yang "katanya" 20% dari APBN??? Jangan-jangan cuma buat naikin gaji guru aja nih...atau yang lain ada yang makan?? sampe Sri Mulyani aja bingung
Sri Mulyani Indrawati Pusing melihat Uang Kuliah anaknya
Saturday, 13 March 2010 16:55
Putra Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tahun ini mulai mengenyam bangku kuliah. Seperti orang tua calon mahasiswa lain, mantan menteri PPN/kepala Bappenas itu mengatakan terperanjat dengan besarnya biaya masuk sebuah universitas negeri terkemuka di Jakarta. Untuk jurusan tertentu, uang masuk di universitas favorit itu puluhan hingga ratusan juta rupiah. Saya yang menteri saja begitu tahu tuition (biaya masuk) kuliah di almamater saya langsung puyeng,'' kata Sri Mulyani sambil memegang kening. ''Anggaran pendidikan yang bertriliun-triliun itu lari ke mana? Mengapa masyarakat tidak merasa mendapat apa-apa,'' tanya ibu satu putri dan dua putra itu. Sebagai menteri keuangan, Ani -sapaan karibnya- hafal dengan hitung-hitungan alokasi anggaran pendidikan.
Menurut Menteri, separo anggaran seharusnya digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan tinggi. Sebab, pendidikan tingkat SD-SMP menjadi tanggung jawab kabupaten dan provinsi menanggung kualitas pendidikan tingkat SMA. Dengan pembagian tugas itu, di atas kertas alokasi anggaran di Depdiknas seharusnya dialokasikan untuk pendidikan tinggi. ''Tapi, kok uang masuk kuliah masih semahal itu?'' keluh pejabat berusia 48 tahun itu. Alumnus SMA 3 Semarang itu menilai, pembelanjaan anggaran pendidikan harus dibenahi sehingga tidak terjadi kekecewaan di masyarakat. Kalau anggaran pendidikan sudah besar, mengalahkan anggaran infrastruktur dan subsidi, tapi kualitas pendidikan tidak meningkat, itu artinya double losses,'' tuturnya. rri.co.id/dodo
http://www.rri.co.id/index.php?opti...ndrawati-pusing-uang-kuliah-&catid=186:aktual
Mereka perlu melunasi tunggakan SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) anak mereka.
http://jatim.vivanews.com/news/read/137151-jelang_unas__orang_tua_gadaikan_barang
Sekolah Gratis ibarat Tong Kosong
Jakarta - Sekolah gratis yang selama ini digembar-gemborkan oleh pemerintah ternyata tak berjalan dengan baik. “Sekolah gratis yang selama ini digembar-gemborkan oleh pemerintah ibarat tong kosong karena tidak didukung oleh modal yang memadai. Selama ini pemerintah hanya mengunggulkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Padahal BOS hanya dapat meng-cover 30 persen biaya pendidikan,” ujar Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan pada “Diskusi Mengkaji Kebijakan Pendidikan Nasional: Sekolah Gratis vs Sekolah Mahal,” di Jakarta, Kamis (7/5).
http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/sekolah-gratis-ibarat-tong-kosong/
Kemana yak subsidi pendidikan yang "katanya" 20% dari APBN??? Jangan-jangan cuma buat naikin gaji guru aja nih...atau yang lain ada yang makan?? sampe Sri Mulyani aja bingung
Sri Mulyani Indrawati Pusing melihat Uang Kuliah anaknya
Saturday, 13 March 2010 16:55
Putra Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tahun ini mulai mengenyam bangku kuliah. Seperti orang tua calon mahasiswa lain, mantan menteri PPN/kepala Bappenas itu mengatakan terperanjat dengan besarnya biaya masuk sebuah universitas negeri terkemuka di Jakarta. Untuk jurusan tertentu, uang masuk di universitas favorit itu puluhan hingga ratusan juta rupiah. Saya yang menteri saja begitu tahu tuition (biaya masuk) kuliah di almamater saya langsung puyeng,'' kata Sri Mulyani sambil memegang kening. ''Anggaran pendidikan yang bertriliun-triliun itu lari ke mana? Mengapa masyarakat tidak merasa mendapat apa-apa,'' tanya ibu satu putri dan dua putra itu. Sebagai menteri keuangan, Ani -sapaan karibnya- hafal dengan hitung-hitungan alokasi anggaran pendidikan.
Menurut Menteri, separo anggaran seharusnya digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan tinggi. Sebab, pendidikan tingkat SD-SMP menjadi tanggung jawab kabupaten dan provinsi menanggung kualitas pendidikan tingkat SMA. Dengan pembagian tugas itu, di atas kertas alokasi anggaran di Depdiknas seharusnya dialokasikan untuk pendidikan tinggi. ''Tapi, kok uang masuk kuliah masih semahal itu?'' keluh pejabat berusia 48 tahun itu. Alumnus SMA 3 Semarang itu menilai, pembelanjaan anggaran pendidikan harus dibenahi sehingga tidak terjadi kekecewaan di masyarakat. Kalau anggaran pendidikan sudah besar, mengalahkan anggaran infrastruktur dan subsidi, tapi kualitas pendidikan tidak meningkat, itu artinya double losses,'' tuturnya. rri.co.id/dodo
http://www.rri.co.id/index.php?opti...ndrawati-pusing-uang-kuliah-&catid=186:aktual

