Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Thread "diduga" mengandung kekerasan.
Thread cuma diperuntukkan bagi penikmat kasus rahasia & kriminal, serta bagi yg berniat & berminat untuk membacanya.
Thread tidak disarankan untuk dibaca oleh hater, reader dengan riwayat gangguan kesehatan mental, & reader dibawah umur 18 tahun dengan kelabilan tingkat dewa.
TS & pihak Kaskus tidak bertanggung jawab kepada apapun yg terjadi kepada reader dikemudian hari setelah membaca thread.
*No Out of Topic
*No Insult
*No Flamming
*No Porn
*No SARA
*No Promosi
Bagi yg melanggar akan dilaporkan.
Pada tanggal 29 September 1982, sebanyak tujuh orang warga Chicago menelan pil beracun yg bernama Tylenol. Ketujuh korban tersebut adalah Mary Kellerman yg berumur 12 tahun, Mary Reiner yg berumur 27 tahun, Mary McFarland yg berumur 31 tahun, Paula Prince yg berumur 35 tahun, Adam Janus yg berumur 27 tahun, Stanley Janus yg berumur 25 tahun, & Theresa Janus yg berumur 19 tahun.
Adam pingsan setelah dia menelan pil Tylenol ekstra kuat. Dia sempat dilarikan kerumah sakit, namun sayangnya dia meninggal. Dan ketika pihak keluarga kembali kerumah untuk mengerjakan upacara duka, Stanley & Theresa justru mengikuti Adam dengan menelan pil yg sama sehingga mengakibatkan keduanya meninggal dihari yg sama dengan meninggalnya Adam.
Kematian ketiga orang anggota keluarga Janus menciptakan pihak kepolisian mengerjakan penyelidikan. Pada tanggal 29 September malam, seorang penyelidik Cook County yg bernama Nick Pishos, membandingkan botol pil Tylenol yg dimiliki oleh keluarga Janus dengan botol pil Tylenol yg dimiliki oleh korban lain yg bernama Mary Kellerman.
Kedua botol tersebut memiliki satu kesamaan yaitu no seri MC2880. Seorang Deputy Medical Examiner yg bernama Edmund Donoghue sempat menyuruh Nick untuk mencium aroma kedua botol tersebut. Dan menurut Nick, keduanya memiliki aroma almond & sianida. Kandungan sianida dengan jumlah yg akbar dapat menyebabkan kejang-kejang, gagal jantung, & gagal pernapasan. Hasil dari tes darah menunjukkan bahwa para korban menelan pil Tylenol dengan takaran 100-1000% lebih banyak dari takaran yg semestinya.
Edmund mengatakan bahwa dia sempat berbicara dengan salah satu pengacara Johnson & Johnson, perusahaan induk dari produsen pembuat pil Tylenol. Pada tanggal 1 Oktober 1982, pihak berwajib yakin bahwa pil Tylenol sudah dicampur dengan potasium sianida yg dilakukan secara sengaja oleh seseorang. Dan malam itu diumumkan bahwa semua pil Tylenol akan ditarik dari pasaran. Kemudian McNiel yg merupakan anak perusahaan Johnson & Johnson pembuat pil Tylenol, dengan segera menarik lebih dari 31 juta botol pil Tylenol & mengeluarkan sebuah peringatan.
Selain itu, McNiel juga menawarkan penggantian kemasan baru & uang sebesar 100 ribu dolar bagi siapapun yg dapat menginformasikan pelaku yg sebenarnya. Kedua tindakan pencegahan tersebut diduga menghabiskan biaya perusahaan sebanyak 100 juta dolar.
Pada tanggal 5 Oktober 1982, pengacara biasa Amerika & FBI mulai melibatkan diri dalam kasus tersebut. Salah satu pengacara negara bagian Illinois yg bernama Tyrone Fahner percaya bahwa sebagai tahap awal, terdapat sekitar 1200 petunjuk yg sebenarnya. Dan diperkirakan koran-koran di Amerika menerbitkan sekitar 100 ribu artikel yg berbeda yg membahas kasus tersebut. Kepanikan berskala nasional juga terjadi & orang-orang yg percaya bahwa mereka dapat saja mengalami keracunan, datang memenuhi rumah sakit & menghubungi Poison Control Call Center. Chicago Police Department bahkan berkeliling kota memberikan peringatan tentang pil Tylenol dengan mengpakai pengeras suara.
Menurut Food and Drug Association, ada banyak pil tiruan muncul & 270 diantaranya muncul sebulan setelah insiden terjadi. Beberapa tipe pil tiruan tersebut juga beracun seperti racun tikus & asam hidroklorik. Sebuah fakta yg sempat menciptakan polisi kebingungan adalah, setiap korban membeli pil Tylenol dari toko yg berbeda & setiap toko dipasok oleh produsen yg berbeda.
Sebuah laboratorium kemudian sengaja dipersiapkan untuk menguji lebih dari 10 juta butir pil yg ditarik. Kesimpulannya, dalam delapan botol ditemukan sekitar 50 butir pil Tylenol mengandung sianida. Dua dari lima botol pil Tylenol milik korban dikembalikan, & salah satunya ditemukan terpajang dirak penjualan & masih belum dijual. Tidak ada sidik jari atau bukti fisik lainnya yg ditemukan & tidak ada bukti yg menunjukkan jejak pelaku disetiap toko. Lagipula saat itu kamera pengawas belum begitu populer.
Pihak penyidik kemudian menelusuri kemungkinan bahwa kasus tersebut didasari oleh persaingan bisnis & berniat untuk menurunkan saham perusahaan Johnson & Johnson. Bahkan, pasar saham Tylenol mengalami anjlok dari 35% jadi 8% setelah insiden terjadi. Pihak penyidik juga memeriksa karyawan yg sedang atau yg pernah bekerja ketika pil Tylenol beracun tersebut diproduksi, disimpan atau dipasarkan.
Pihak penyidik memeriksa kembali para pengutil yg tertangkap basah mencuri di toko obat ketika pil Tylenol beracun ditemukan. Selain itu, orang-orang yg baru bebas dari penjara atau rumah sakit jiwa yg terdapat disekitar Chicago juga diinterogasi. Polisi dengan sengaja mempublikasikan penguburan ketujuh korban dengan asa si pelaku muncul. Pada akhirnya, polisi hingga pada teori bahwa siapapun yg mengerjakannya, mendatangi berbagai toko obat, membeli pil Tylenol, memasukkan potasium sianida kedalam kapsul, menaruhnya kembali kedalam botol, & mengembalikannya sekitar tanggal 28 September, sehari sebelum kematian yg perdana terjadi.
Pelaku berpikir bahwa pada akhirnya, potasium sianida akan diminum melalui pil Tylenol. Jadi siapapun pelakunya, dia harus mengerjakannya mendekati ketika pil Tylenol akan dibeli & dikonsumsi. Dan dia juga harus mengerjakannya di Chicago.
Tersangka perdana adalah seorang pekerja yg bernama Roger Arnold yg berumur 48 tahun. Roger pernah mengatakan hal yg mencurigakan tentang pembunuhan pil Tylenol disebuah bar pada suatu malam. Polisi kemudian menginterogasi & menggeledah rumahnya, namun mereka justru menemukan beberapa hal menarik yg saling berkaitan. Roger bekerja di gudang Jewel bersama dengan ayah dari salah satu korban yg bernama Mary Reiner, & Adam Janus membeli pil Tylenol dari salah satu minimarket milik Jewel.
Menurut New York Times, toko dimana Mary Reiner membeli pil Tylenol, letaknya bersebrangan dengan tempat praktek psikiater milik istri Roger. Ketika mengerjakan penggeledahan, polisi menemukan bukti buku manual yg berisi bagaimana cara mengerjakan kejahatan. Selain itu, bukti kimia juga ditemukan, seperti gelas kimia, peralatan lain, & sebungkus serbuk potasium karbonat.
Roger sempat menolak untuk menjalani tes kebohongan, & pada akhirnya polisi tidak menemukan banyak bukti untuk menyeretnya ke pengadilan. Pada bulan Juni 1983, Roger menembak seorang pria yg bernama John Stanisha diluar bar pada suatu malam. Roger mengerjakannya karena diduga John melaporkannya ke polisi karena komentarnya yg mencurigakan. John meninggal & Roger dihukum penjara selama 30 tahun, namun dia dibebaskan lebih awal karena mendapatkan pembebasan bersyarat.
Tersangka kedua adalah Theodore J. Kaczynski alias The Unabomber. Theodore merupakan pakar matematika yg saat ini menjalani sanksi penjara seumur hidup karena membunuh tiga orang & melukai 23 orang lainnya dengan mengpakai bom yg dia kirim melalui paket pos.
Theodore merupakan penduduk asli Illinois & bom pertamanya ditemukan di Chicago dimana saat itu dia tinggal. Insiden Tylenol terjadi di Illinois, namun satu kasus kematian yg diakibatkan oleh pil Tylenol yg tidak dipublikasikan secara resmi terjadi dua bulan sebelumnya di Sheridan, Wyoming, & korbannya bernama Jay Adam Mitchell.
Secara kebetulan, Sheridan, Wyoming merupakan kota yg terlewati ketika menuju ke kabin milik Theodore di Montana dimana dia tinggal ketika kasus tersebut terjadi. Korban-korban Theodore juga berhubungan dengan hutan. Misalnya saja, korban Theodore yg selamat yg bernama Percy Woods, tinggal di Lake Forest, Illinois. Korban lain bernama Gilbert Murray yg merupakan pimpinan California Forestry Association. Dan bom yg dibuat oleh Theodore berbahan dasar kayu, serta dia sering mengpakai alamat & nama samaran dengan mengpakai nama tipe kayu. Misalnya Frederick Benjamin Isaac Wood dengan alamat 549 Wood Street, Woodlake, California. Hal ini masuk akal karena dua dari tiga orang penemu Johnson & Johnson, memiliki nama tengah Wood.
Walopun kaitannya sepele, namun pada bulan Februari 2009, kantor FBI di Chicago sempat mengumumkan bahwa mereka akan mengpakai kemajuan dalam teknologi forensik, untuk mengulas bukti-bukti yg relevan yg terkait pembunuhan pil Tylenol. FBI kemudian meminta sampel DNA milik Theodore. Dan dia sempat mengatakan,
Quote:
Theodore mengatakan bahwa dia bersedia untuk memberikan sample DNA miliknya dengan satu syarat, pengadilan tidak boleh memberikan ijin bagi pihak US Marshals untuk mengadakan lelang pada barang-barang miliknya. Alasannya,
Quote:
Dia juga mengatakan bahwa kalau ada kecocokan muncul, mungkin hal tersebut berasal dari bukti yg didapat dari kabin miliknya pada tahun 1996. Secara keseluruhan, Theodore percaya bahwa barang-barang yg akan dilelang kemungkinan jadi sangat penting dalam membuktikan bahwa dia tidak memiliki potasium sianida. Bagaimanapun juga, lelang tetap berjalan sesuai rencana & Theodore menolak untuk memberikan sampel DNA miliknya secara sukarela.
Tersangka ketiga adalah seorang akuntan pajak yg bernama James Lewis. Pada tanggal 6 Oktober 1982, seminggu setelah insiden pil Tylenol terjadi, Johnson & Johnson menerima fotokopi dari surat bertulisan tangan yg tidak ditandatangani. Pada surat ini, FBI menemukan sidik jari milik James. Surat tersebut berisi,
Quote:
Surat perintah penangkapan kepada James kemudian diterbitkan & berikutnya pencarian dihentikan pada tanggal 13 Desember setelah James terlihat disebuah perpustakaan biasa di New York yg bernama Annex. Anehnya, nomor rekening yg disebutkan didalam surat bukan milik James, melainkan milik seseorang yg bernama Frederick Miller McCahey. Pria yg diyakini James sudah menipu uang istrinya sebesar 511 dolar.
Pada dasarnya, James cuma memasukkan nomor rekening milik Frederick dengan asa dapat membongkar pencurian uang sebesar 511 dolar yg dia lakukan & tidak ada hubungannya dengan insiden pil Tylenol yg terjadi. Dengan lolosnya James menuntun pihak penyidik untuk mencurigai bahwa dapat saja dia adalah pelaku dalam insiden pil Tylenol. Karena James pernah mengejar ibunya sambil membawa kapak ketika dia berumur 19 tahun.
Pada tahun 1966, James dimasukkan ke rumah sakit jiwa negara bagian Missouri setelah menelan 36 butir pil Anacin. Dia juga didiagnosa mengidap Catatonic Schizophrenia. Kedua hal tersebut merupakan usahanya dalam menghindari panggilan wajib militer ke Vietnam. James juga dihukum atas pembunuhan kepada seorang pria yg bernama Raymond West, yg ditemukan termutilasi di rumahnya sendiri pada musim panas tahun 1978.
Setelah itu, James & istrinya membangun usaha bisnis jangka pendek & mengimpor mesin pembuat pil yg berasal dari India. Pada tahun 1981, James jadi tersangka dalam pemalsuan aplikasi kartu kredit dengan mengpakai alamat & mailbox palsu. Ketika rumah James digeladah pada tanggal 4 Desember 1981, polisi menemukan beberapa bukti untuk menangkap James. Dia & istrinya kemudian terbang ke Chicago dimana mereka tinggal dengan mengpakai nama samaran selama hampir satu tahun.
Bagaimanapun juga, James membeli tiket Amtrak dari Chicago menuju New York pada tanggal 4 September 1982, 25 hari sebelum insiden pil Tylenol terjadi. Dan pelaku insiden tersebut harus memasukkan sianida dalam jangka waktu yg berdekatan dengan tanggal pil Tylenol dikonsumsi. Namun, jangka waktu 25 hari dianggap terlalu lama. Tapi, beberapa penyidik dalam kasus tersebut percaya bahwa pelaku memiliki kemungkinan untuk terbang menuju ke bandara O'hare, menyewa mobil, memasukkan sianida, & meninggalkan Chicago.
Kamera pengawas disalah satu toko obat menunjukkan kemunculan seorang pria berjenggot yg sekilas mirip dengan James. Namun tidak ada bukti diri pasti & tidak ada seorang pun yg dapat meyakinkan bahwa James berada di Chicago sesaat sebelum insiden terjadi. Tampaknya, polisi tidak memiliki cukup bukti untuk menangkap James & membiarkan pelaku yg sebenarnya berkeliaran. Namun, surat yg ditulis tangan oleh James menuntun dia jadi terdakwa dalam kasus pemerasan. Dia dihukum penjara selama 20 tahun tetapi dia cuma menjalani masa sanksi kurang dari 13 tahun.
Semasa di penjara, James secara aneh menawarkan bantuan, menjelaskan, & menggambarkan secara detail kemungkinan bagaimana seseorang menyuntikkan sejumlah sianida kedalam kapsul. James kemudian dibebaskan pada tahun 1995, & tinggal bersama dengan istrinya di Cambridge, Massachusettes. Dan pada tahun 2010, James menerbitkan bukunya yg berjudul Poison! The Doctor's Dilemma. Dia juga bersikeras bahwa buku tersebut tidak ada hubungannya dengan insiden pil Tylenol, & sekaligus menyatakan penyesalannya karena sudah mengirim catatan tebusan pada polisi.
Buku tersebut berisi plot tentang kematian yg diakibatkan oleh keracunan air yg mengandung timah di Missouri selatan. Ketika dia diundang oleh stasiun tv untuk mempromosikan bukunya pada bulan Januari 2010, dia memberikan wawancara selama 48 menit dimana beberapa akbar pertanyaannya mengarah pada perannya dalam insiden Tylenol. James menunjukkan semua orang pada pengacaranya & menolak memberikan komentar lebih jauh.
Sekian & terimakasih.
Hari ini 07:08
Thread "diduga" mengandung kekerasan.
Thread cuma diperuntukkan bagi penikmat kasus rahasia & kriminal, serta bagi yg berniat & berminat untuk membacanya.
Thread tidak disarankan untuk dibaca oleh hater, reader dengan riwayat gangguan kesehatan mental, & reader dibawah umur 18 tahun dengan kelabilan tingkat dewa.
TS & pihak Kaskus tidak bertanggung jawab kepada apapun yg terjadi kepada reader dikemudian hari setelah membaca thread.
*No Out of Topic
*No Insult
*No Flamming
*No Porn
*No SARA
*No Promosi
Bagi yg melanggar akan dilaporkan.
Pada tanggal 29 September 1982, sebanyak tujuh orang warga Chicago menelan pil beracun yg bernama Tylenol. Ketujuh korban tersebut adalah Mary Kellerman yg berumur 12 tahun, Mary Reiner yg berumur 27 tahun, Mary McFarland yg berumur 31 tahun, Paula Prince yg berumur 35 tahun, Adam Janus yg berumur 27 tahun, Stanley Janus yg berumur 25 tahun, & Theresa Janus yg berumur 19 tahun.
Adam pingsan setelah dia menelan pil Tylenol ekstra kuat. Dia sempat dilarikan kerumah sakit, namun sayangnya dia meninggal. Dan ketika pihak keluarga kembali kerumah untuk mengerjakan upacara duka, Stanley & Theresa justru mengikuti Adam dengan menelan pil yg sama sehingga mengakibatkan keduanya meninggal dihari yg sama dengan meninggalnya Adam.
Kematian ketiga orang anggota keluarga Janus menciptakan pihak kepolisian mengerjakan penyelidikan. Pada tanggal 29 September malam, seorang penyelidik Cook County yg bernama Nick Pishos, membandingkan botol pil Tylenol yg dimiliki oleh keluarga Janus dengan botol pil Tylenol yg dimiliki oleh korban lain yg bernama Mary Kellerman.
Kedua botol tersebut memiliki satu kesamaan yaitu no seri MC2880. Seorang Deputy Medical Examiner yg bernama Edmund Donoghue sempat menyuruh Nick untuk mencium aroma kedua botol tersebut. Dan menurut Nick, keduanya memiliki aroma almond & sianida. Kandungan sianida dengan jumlah yg akbar dapat menyebabkan kejang-kejang, gagal jantung, & gagal pernapasan. Hasil dari tes darah menunjukkan bahwa para korban menelan pil Tylenol dengan takaran 100-1000% lebih banyak dari takaran yg semestinya.
Edmund mengatakan bahwa dia sempat berbicara dengan salah satu pengacara Johnson & Johnson, perusahaan induk dari produsen pembuat pil Tylenol. Pada tanggal 1 Oktober 1982, pihak berwajib yakin bahwa pil Tylenol sudah dicampur dengan potasium sianida yg dilakukan secara sengaja oleh seseorang. Dan malam itu diumumkan bahwa semua pil Tylenol akan ditarik dari pasaran. Kemudian McNiel yg merupakan anak perusahaan Johnson & Johnson pembuat pil Tylenol, dengan segera menarik lebih dari 31 juta botol pil Tylenol & mengeluarkan sebuah peringatan.
Selain itu, McNiel juga menawarkan penggantian kemasan baru & uang sebesar 100 ribu dolar bagi siapapun yg dapat menginformasikan pelaku yg sebenarnya. Kedua tindakan pencegahan tersebut diduga menghabiskan biaya perusahaan sebanyak 100 juta dolar.
Pada tanggal 5 Oktober 1982, pengacara biasa Amerika & FBI mulai melibatkan diri dalam kasus tersebut. Salah satu pengacara negara bagian Illinois yg bernama Tyrone Fahner percaya bahwa sebagai tahap awal, terdapat sekitar 1200 petunjuk yg sebenarnya. Dan diperkirakan koran-koran di Amerika menerbitkan sekitar 100 ribu artikel yg berbeda yg membahas kasus tersebut. Kepanikan berskala nasional juga terjadi & orang-orang yg percaya bahwa mereka dapat saja mengalami keracunan, datang memenuhi rumah sakit & menghubungi Poison Control Call Center. Chicago Police Department bahkan berkeliling kota memberikan peringatan tentang pil Tylenol dengan mengpakai pengeras suara.
Menurut Food and Drug Association, ada banyak pil tiruan muncul & 270 diantaranya muncul sebulan setelah insiden terjadi. Beberapa tipe pil tiruan tersebut juga beracun seperti racun tikus & asam hidroklorik. Sebuah fakta yg sempat menciptakan polisi kebingungan adalah, setiap korban membeli pil Tylenol dari toko yg berbeda & setiap toko dipasok oleh produsen yg berbeda.
Sebuah laboratorium kemudian sengaja dipersiapkan untuk menguji lebih dari 10 juta butir pil yg ditarik. Kesimpulannya, dalam delapan botol ditemukan sekitar 50 butir pil Tylenol mengandung sianida. Dua dari lima botol pil Tylenol milik korban dikembalikan, & salah satunya ditemukan terpajang dirak penjualan & masih belum dijual. Tidak ada sidik jari atau bukti fisik lainnya yg ditemukan & tidak ada bukti yg menunjukkan jejak pelaku disetiap toko. Lagipula saat itu kamera pengawas belum begitu populer.
Pihak penyidik kemudian menelusuri kemungkinan bahwa kasus tersebut didasari oleh persaingan bisnis & berniat untuk menurunkan saham perusahaan Johnson & Johnson. Bahkan, pasar saham Tylenol mengalami anjlok dari 35% jadi 8% setelah insiden terjadi. Pihak penyidik juga memeriksa karyawan yg sedang atau yg pernah bekerja ketika pil Tylenol beracun tersebut diproduksi, disimpan atau dipasarkan.
Pihak penyidik memeriksa kembali para pengutil yg tertangkap basah mencuri di toko obat ketika pil Tylenol beracun ditemukan. Selain itu, orang-orang yg baru bebas dari penjara atau rumah sakit jiwa yg terdapat disekitar Chicago juga diinterogasi. Polisi dengan sengaja mempublikasikan penguburan ketujuh korban dengan asa si pelaku muncul. Pada akhirnya, polisi hingga pada teori bahwa siapapun yg mengerjakannya, mendatangi berbagai toko obat, membeli pil Tylenol, memasukkan potasium sianida kedalam kapsul, menaruhnya kembali kedalam botol, & mengembalikannya sekitar tanggal 28 September, sehari sebelum kematian yg perdana terjadi.
Pelaku berpikir bahwa pada akhirnya, potasium sianida akan diminum melalui pil Tylenol. Jadi siapapun pelakunya, dia harus mengerjakannya mendekati ketika pil Tylenol akan dibeli & dikonsumsi. Dan dia juga harus mengerjakannya di Chicago.
Tersangka perdana adalah seorang pekerja yg bernama Roger Arnold yg berumur 48 tahun. Roger pernah mengatakan hal yg mencurigakan tentang pembunuhan pil Tylenol disebuah bar pada suatu malam. Polisi kemudian menginterogasi & menggeledah rumahnya, namun mereka justru menemukan beberapa hal menarik yg saling berkaitan. Roger bekerja di gudang Jewel bersama dengan ayah dari salah satu korban yg bernama Mary Reiner, & Adam Janus membeli pil Tylenol dari salah satu minimarket milik Jewel.
Menurut New York Times, toko dimana Mary Reiner membeli pil Tylenol, letaknya bersebrangan dengan tempat praktek psikiater milik istri Roger. Ketika mengerjakan penggeledahan, polisi menemukan bukti buku manual yg berisi bagaimana cara mengerjakan kejahatan. Selain itu, bukti kimia juga ditemukan, seperti gelas kimia, peralatan lain, & sebungkus serbuk potasium karbonat.
Roger sempat menolak untuk menjalani tes kebohongan, & pada akhirnya polisi tidak menemukan banyak bukti untuk menyeretnya ke pengadilan. Pada bulan Juni 1983, Roger menembak seorang pria yg bernama John Stanisha diluar bar pada suatu malam. Roger mengerjakannya karena diduga John melaporkannya ke polisi karena komentarnya yg mencurigakan. John meninggal & Roger dihukum penjara selama 30 tahun, namun dia dibebaskan lebih awal karena mendapatkan pembebasan bersyarat.
Tersangka kedua adalah Theodore J. Kaczynski alias The Unabomber. Theodore merupakan pakar matematika yg saat ini menjalani sanksi penjara seumur hidup karena membunuh tiga orang & melukai 23 orang lainnya dengan mengpakai bom yg dia kirim melalui paket pos.
Theodore merupakan penduduk asli Illinois & bom pertamanya ditemukan di Chicago dimana saat itu dia tinggal. Insiden Tylenol terjadi di Illinois, namun satu kasus kematian yg diakibatkan oleh pil Tylenol yg tidak dipublikasikan secara resmi terjadi dua bulan sebelumnya di Sheridan, Wyoming, & korbannya bernama Jay Adam Mitchell.
Secara kebetulan, Sheridan, Wyoming merupakan kota yg terlewati ketika menuju ke kabin milik Theodore di Montana dimana dia tinggal ketika kasus tersebut terjadi. Korban-korban Theodore juga berhubungan dengan hutan. Misalnya saja, korban Theodore yg selamat yg bernama Percy Woods, tinggal di Lake Forest, Illinois. Korban lain bernama Gilbert Murray yg merupakan pimpinan California Forestry Association. Dan bom yg dibuat oleh Theodore berbahan dasar kayu, serta dia sering mengpakai alamat & nama samaran dengan mengpakai nama tipe kayu. Misalnya Frederick Benjamin Isaac Wood dengan alamat 549 Wood Street, Woodlake, California. Hal ini masuk akal karena dua dari tiga orang penemu Johnson & Johnson, memiliki nama tengah Wood.
Walopun kaitannya sepele, namun pada bulan Februari 2009, kantor FBI di Chicago sempat mengumumkan bahwa mereka akan mengpakai kemajuan dalam teknologi forensik, untuk mengulas bukti-bukti yg relevan yg terkait pembunuhan pil Tylenol. FBI kemudian meminta sampel DNA milik Theodore. Dan dia sempat mengatakan,
Quote:
"The officers said the FBI was prepared to get a court order to compel me to provide the DNA sample but wanted to know whether i would provide the sample voluntarily".
Theodore mengatakan bahwa dia bersedia untuk memberikan sample DNA miliknya dengan satu syarat, pengadilan tidak boleh memberikan ijin bagi pihak US Marshals untuk mengadakan lelang pada barang-barang miliknya. Alasannya,
Quote:
"Even on the assumption that the FBI is entirely honest (an assumption im unwilling to make), partial DNA profiles can throw suspicion on persons who are entirely innocent. For example, such profiles can show that 5%, or 3%, 1% of Americans have the same partial profile as the person who committed a certain crime".
Dia juga mengatakan bahwa kalau ada kecocokan muncul, mungkin hal tersebut berasal dari bukti yg didapat dari kabin miliknya pada tahun 1996. Secara keseluruhan, Theodore percaya bahwa barang-barang yg akan dilelang kemungkinan jadi sangat penting dalam membuktikan bahwa dia tidak memiliki potasium sianida. Bagaimanapun juga, lelang tetap berjalan sesuai rencana & Theodore menolak untuk memberikan sampel DNA miliknya secara sukarela.
Tersangka ketiga adalah seorang akuntan pajak yg bernama James Lewis. Pada tanggal 6 Oktober 1982, seminggu setelah insiden pil Tylenol terjadi, Johnson & Johnson menerima fotokopi dari surat bertulisan tangan yg tidak ditandatangani. Pada surat ini, FBI menemukan sidik jari milik James. Surat tersebut berisi,
Quote:
Johnson & Johnson
Parent of McNeil Laboratories.
Gentlemen :
As you can see, its easy to place cyanide (both pottasium and sodium) into capsules sitting on store shelves.
And since the cyanide inside the gelatin, it is easy to get buyers to swallow the bitter pill.
Another beauty is that cyanide operates quickly. It takes so very little. And there will be no time to take countermeasures if you dont mind the publicityof these little capsules, then do nothing. So far, i've spent less than fifty dollars and it takes me less than 10 minutes per bottle.
If you want to stop the killing, then wire $1.000.000,00 to bunk account #84-49-597 at Continental Illinois bunk Chicago, Illinois.
Dont attempt to involved the FBI or local Chicago authorities with this letter. A couple of phone calls by me will undo anything you can possibly do.
Parent of McNeil Laboratories.
Gentlemen :
As you can see, its easy to place cyanide (both pottasium and sodium) into capsules sitting on store shelves.
And since the cyanide inside the gelatin, it is easy to get buyers to swallow the bitter pill.
Another beauty is that cyanide operates quickly. It takes so very little. And there will be no time to take countermeasures if you dont mind the publicityof these little capsules, then do nothing. So far, i've spent less than fifty dollars and it takes me less than 10 minutes per bottle.
If you want to stop the killing, then wire $1.000.000,00 to bunk account #84-49-597 at Continental Illinois bunk Chicago, Illinois.
Dont attempt to involved the FBI or local Chicago authorities with this letter. A couple of phone calls by me will undo anything you can possibly do.
Surat perintah penangkapan kepada James kemudian diterbitkan & berikutnya pencarian dihentikan pada tanggal 13 Desember setelah James terlihat disebuah perpustakaan biasa di New York yg bernama Annex. Anehnya, nomor rekening yg disebutkan didalam surat bukan milik James, melainkan milik seseorang yg bernama Frederick Miller McCahey. Pria yg diyakini James sudah menipu uang istrinya sebesar 511 dolar.
Pada dasarnya, James cuma memasukkan nomor rekening milik Frederick dengan asa dapat membongkar pencurian uang sebesar 511 dolar yg dia lakukan & tidak ada hubungannya dengan insiden pil Tylenol yg terjadi. Dengan lolosnya James menuntun pihak penyidik untuk mencurigai bahwa dapat saja dia adalah pelaku dalam insiden pil Tylenol. Karena James pernah mengejar ibunya sambil membawa kapak ketika dia berumur 19 tahun.
Pada tahun 1966, James dimasukkan ke rumah sakit jiwa negara bagian Missouri setelah menelan 36 butir pil Anacin. Dia juga didiagnosa mengidap Catatonic Schizophrenia. Kedua hal tersebut merupakan usahanya dalam menghindari panggilan wajib militer ke Vietnam. James juga dihukum atas pembunuhan kepada seorang pria yg bernama Raymond West, yg ditemukan termutilasi di rumahnya sendiri pada musim panas tahun 1978.
Setelah itu, James & istrinya membangun usaha bisnis jangka pendek & mengimpor mesin pembuat pil yg berasal dari India. Pada tahun 1981, James jadi tersangka dalam pemalsuan aplikasi kartu kredit dengan mengpakai alamat & mailbox palsu. Ketika rumah James digeladah pada tanggal 4 Desember 1981, polisi menemukan beberapa bukti untuk menangkap James. Dia & istrinya kemudian terbang ke Chicago dimana mereka tinggal dengan mengpakai nama samaran selama hampir satu tahun.
Bagaimanapun juga, James membeli tiket Amtrak dari Chicago menuju New York pada tanggal 4 September 1982, 25 hari sebelum insiden pil Tylenol terjadi. Dan pelaku insiden tersebut harus memasukkan sianida dalam jangka waktu yg berdekatan dengan tanggal pil Tylenol dikonsumsi. Namun, jangka waktu 25 hari dianggap terlalu lama. Tapi, beberapa penyidik dalam kasus tersebut percaya bahwa pelaku memiliki kemungkinan untuk terbang menuju ke bandara O'hare, menyewa mobil, memasukkan sianida, & meninggalkan Chicago.
Kamera pengawas disalah satu toko obat menunjukkan kemunculan seorang pria berjenggot yg sekilas mirip dengan James. Namun tidak ada bukti diri pasti & tidak ada seorang pun yg dapat meyakinkan bahwa James berada di Chicago sesaat sebelum insiden terjadi. Tampaknya, polisi tidak memiliki cukup bukti untuk menangkap James & membiarkan pelaku yg sebenarnya berkeliaran. Namun, surat yg ditulis tangan oleh James menuntun dia jadi terdakwa dalam kasus pemerasan. Dia dihukum penjara selama 20 tahun tetapi dia cuma menjalani masa sanksi kurang dari 13 tahun.
Semasa di penjara, James secara aneh menawarkan bantuan, menjelaskan, & menggambarkan secara detail kemungkinan bagaimana seseorang menyuntikkan sejumlah sianida kedalam kapsul. James kemudian dibebaskan pada tahun 1995, & tinggal bersama dengan istrinya di Cambridge, Massachusettes. Dan pada tahun 2010, James menerbitkan bukunya yg berjudul Poison! The Doctor's Dilemma. Dia juga bersikeras bahwa buku tersebut tidak ada hubungannya dengan insiden pil Tylenol, & sekaligus menyatakan penyesalannya karena sudah mengirim catatan tebusan pada polisi.
Buku tersebut berisi plot tentang kematian yg diakibatkan oleh keracunan air yg mengandung timah di Missouri selatan. Ketika dia diundang oleh stasiun tv untuk mempromosikan bukunya pada bulan Januari 2010, dia memberikan wawancara selama 48 menit dimana beberapa akbar pertanyaannya mengarah pada perannya dalam insiden Tylenol. James menunjukkan semua orang pada pengacaranya & menolak memberikan komentar lebih jauh.
Sekian & terimakasih.
*
*
*
sumber :
*
*
sumber :