• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kastari Dihargai 1 Juta Dolar Singapura !

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. talam
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

talam

IndoForum Senior E
No. Urut
48451
Sejak
16 Jul 2008
Pesan
3.672
Nilai reaksi
25
Poin
48
djlsZ21jQE.jpg


SINGAPORE - Dua pengusaha kaya asal Singapura mendonorkan kekayaannya agar digunakan untuk membayar orang yang berhasil menangkap buronan teroris di Singapura, Mas Slamet Kastari. Kepala Kastari pun dihargai 1 juta dolar Singapura atau setara dengan Rp6,8 miliar.

Keterangan itu diperoleh berdasarkan data yang dikutip dari Associated Press. Mas Slamet Kastari diketahui melarikan diri dari penjara di Singapura pada 27 Februari lalu.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Dalam Negeri Singapura, siap mengelola danang yang akan dijadikan sebagai bayaran kepada orang yang berhasil menangkap atau memberikan informasi mengenai keberadaan Slamet Kastari.

Pihak keamanan Singapura memang tidak memberikan bayaran atau hadiah bagi penangkapan Kastari, namun kedua pengusaha ini meminta kepada pemerintah bantuan untuk mengelola hadiah karena ingin tetap merahasiakan identitas mereka.

"Kami mendukung setiap dukungan publik atas kasus ini," kata Menteri Dalam Negeri Singapura Wong Kan Seng dalam sebuah pernyataannya kepada parlemen.

"Intinya kami tetap berkomitmen untuk menemukan dan menangkap Mas Slamet. Tidak peduli sampai berapa lama," tambah Kang Seng.

Mas Slamet Kastari adalah tersangka terorisme di Singapura. Ia dituding terlibat dalam aktivitas jaringan Jamaah Islamiyah di Indonesia. Dia pernah membajak pesawat dan menabrakkannya di Bandara Internasional Singapura.

Mas Slamet berhasil melarikan diri dari jendela kamar mandi penjara yang memang tidak terkunci. Dia melarikan diri ketika kamera pemantau sedang dalam posisi tidak menyala. (ahm) okezone
Dari Film Porno, Keperawanan Hingga Aborsi

Aktivitas maupun perilaku seksual saat ini banyak menghinggapi sebagian remaja di sejumlah daerah di Tanah Air. Tak jarang, aktivitas seksual yang belum pada waktunya ini mengakibatkan bocah kecil jadi korban pelecehan oleh remaja.

Di Deli Serdang, Sumatra Utara, misalnya. Belum lama ini seorang bocah menjadi korban pencabulan. Bunga, sebut saja begitu, menjadi korban tetangganya, Judika Lumbangaol. Kasus ini terungkap saat bocah berusia enam tahun itu dimandikan neneknya. Bunga mengaku sakit pada kemaluannya. Sang nenek, Rahmaida Simanjuntak, kemudian membawa masalah ini kepada polisi.

Saat diperiksa di Kantor Kepolisian Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Judika mengaku pencabulan itu terjadi dua hari lalu. Remaja 19 tahun ini mengaku nekat mencabuli bocah tetangganya itu lantaran tidak dapat mengendalikan nafsunya. Ini lantaran dia sering melihat situs porno di internet.

Dalam survei yang digelar di 12 kota besar pada tahun silam, Komisi Nasional Perlindungan Anak alias Komnas Anak mendapatkan hasil yang mencengangkan. Dari lebih 4.500 remaja yang disurvei, 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno.

Sebanyak 93,7 persen remaja sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat. Yang lebih menyeramkan lagi, 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi. Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.

Perilaku seks di kalangan remaja itu membuat Komnas Anak miris. "Ini cukup mengkhawatirkan kita," ucap Sekretaris Jenderal Komnas Anak Arist Merdeka Sirait.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Komnas Anak secara tegas menyatakan remaja perlu dibekali dengan pendidikan seks. Masyarakat sudah waktunya untuk tidak lagi menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu. Dengan rumusan yang benar, pendidikan seks diyakini mampu membekali para remaja sehingga tidak terjerumus dalam seks bebas.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
 
sepertinya tidak akan pernah tertangkap, wong namanya "SLAMET"
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.