Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Setiap tahun, ada aja thread yg berisi curhat kaskus semakin sepi. Dengan berbagai macam faktor penyebab yg diutarakan para IFers. Lalu apa alasan ane bikin thread ini? Kemarin ane ngepost di subforum Movie. Sepinya itu uda kayak kuburan. Kala masa-masa "sepi" kaskus 2018, 2019 pun , Forum Movies masi ada yg rame apalagi kalau keluar film baru. Di masa itu banyak juga pengiklan yg bikin thread. Di masa pandemi ini, jumlah waktu user berselancar di dunia maya makin banyak, nonton streaming makin banyak. Tragisnya kaskus makin ditinggalkan user.
Gw coba analisa dari sudut pandang gw. Dimulai dari tool Google Trends. Google trend "mencatat" seberepa banyak kaskus "search" oleh netizen.
di
Bisa dilihat secara woldwide , kaskus mencapai puncak popularitasnya di tahun 2014. Gw menduga ini berkaitan dengan hiruk pikuk perhelatan pilpres 2014 yg menciptakan subfroum BP terlihat sangat "sibuk" trafficnya. Babeh gw pada saat itu pun membahas kaskus , dikarenakan polling pilpresnya!
Sedangkan untuk area Indonesia, kaskus mencapai peak popularitasnya ditahun 2012.
Nah bicara mengenai popularitas kaskus, saya mengalami puncak peak kaskus di medio 2008-2009. Bisa dilihat digrafik Googletrends dibawah tahun 2009 kaskus sempat mengalami spike. Di masa inilah , puncaknya saya sering medengar orang2 berucap kaskus, membicarakan kaskus di real life.
Dilihat dari grafik di tahun 2010, kaskus kembali melambung. Mungkin ini karena didorong oleh kasus video "asusila" yg menghebohkan seantero negri? Yang thread aslinya mencapai belasan part dalam hitungan hari, & diikuti puluhan-ratusan thread yg membahas peristiwa tersebut, baik secara serius, informatikal, satir maupun, komedi.
Ok, skrg kita sudah ada landasan fakta , bahwa setelah 2014, kaskus dalam trend menurun, tidak ada perkembangan lagi secara popularitas. Sekarang kita membahas faktor-faktor yg menyebabkan kasus berada di kondisi saat ini. Sebelumnya TS akan menceritakan sedikit pengalaman TS.
TS dulu adalah silent reader kaskus. Serorang anggota forum Lautan Indosiar di awal 2000an sebelum akhirnya menciptakan akun kaskus di tahun 2007 setelah tertarik untuk menulis komentar di thread investigasi momod mengenai kasus penipuan FJB (karena jiwa detekfif muncul ). Dan karena itulah TS awalnya aktif di forum CYSTG ( Can You Solve This Game) & The Lounge. *note ditahun 2008-2009 momod tersebut pernah berkunjung ke kost TS.
Ok mari kita balik ke faktor2 yg menyebabakn kaskus sepi peminat.
1. Dunia semakin bergerak cepat , respon instant jadi pilihan
Tidak sedikit IFers yg seperti TS. Keputusan menciptakan akun untuk dapat mengomentari suatu thread & pada akhirnya komentar itu dikonsumsi publik. Dan publik dapat balik mengomentari postingan kita tresebut. Disini kita tidak membandingkan dengan aplikasi komunikasi yg cuma melibatkan 2 orang seperti Mirc, YM, MSN, ICQ yg tentunya dapat direspon instant. Pada medio 2000an, forum adalah bentuk media yg tidak "menuntut" terjadinya respon instant. Isitlahnya "ya gapapa" direply sehari kemudian, ataupun3-4 hari kemudian , dst. Setelah kehadiran Facebook, Twitter & Instragram , lalu WA Group , mulai lah ada pergeseran laju reply tersebut.
Contoh lain dapat dilihat dari game online. Game online tahun 90 & 2000an ( aplikasi maupun web browser ) interaksinya ada yg dapat membutuhkan berhari-hari (turn based game). Misal, catur online yg dapat berlangsung berhari-hari untuk menyelesaikan 1 match, Pet Society, Clash on Clans dst. Mode game online seprti ini makin kehilangan peminatnya.
2. Dunia semakin bergerak cepat, forum butuh waktu extra lebih
Saat menulis poin no 2 ini, TS melihat sudah menghabiskan waktu 40-50 menit dari awal penulisan thread ini. Woow? Bayangkan IG story, post video Tiktok dll. Butuh berapa lama ? Kecuali thread di kaskus anda isinya copas & dengan segera pencet post, menciptakan thread itu butuh extra effort dibandingkan media lainnya. Disinilah ane dapat menarik kesimpulan generasi yg gemar menulis semakin sedikit karena beradaptasi dengan perubahan zaman & generasi baru lebih memilih media yg instant. Bisa dilihat dari pergeseran trend blogger jadi vlogger dstnya. Pembahasan generasi ini akan ane sambung di point 3.
Lalu kalau menulis thread butuh extra effort, mari sekarang kita bandingkan dengan dengan dua medsos, kok Reddit , Quora masih rame aja tuh? Replies atas postingan di kedua media itu juga lumayan berisi lho. Untuk hal ini ane butuh waktu lebih mengamati keduanya. Tapi berdasarkan pengalaman ane, netizen "mencari" sesuatu. lalu berkunjung ke reddit & quora (baik redirect dari googling atau medsos lain). Sedangkan kaskus sebagai forum, user masuk ke kaskus berselancar "melihat-lihat" apa yg menarik. Tidak menutup juga kemungkinan user datang ke kaskus dengan keharapan mencari sesuatu. Dengan mengatakan lain "silent reader", "anonymous visitor" kedua site tersebut tetap terjaga dibandingkan dengan kaskus. Jadi itulah mengapa reply postingan terlihat berisi ( thumb up menciptakan postingan bergerak keatas), karena visitor yg datang memang sesuai "match" dengan isi threadnya. Sehingga minim junk post , yg tentu keadaan ini disukai banyak orang.
3. Kelahiran generasi baru, kaskus lambat menanggapinya
Ada pameo, Perusahaan yg tidak berevolusi adalah perusahaan yg mati. Friendster mati, Myspace berada di dalam goa, Path tutup dst. Era sekarang adalah era kebangkitan generasi Z (8-23thn) ditengah dominasi generasi milenial. Sayangnya saya melihat kaskus cuma berhasil mengakomodir generasi X & Y(milienial) , telat menjawab preferensi generasi Z.
Generasi baru jamaknya akan "dibully" dulu oleh generasi yg lebih lama. Sering di dunia maya berseliweran opini sperti ini
- 2000 awal 2010an : "ah musik tahun 80 90 bener2 masterpiece dibandingkan dengan skrg"
- tahun 2000an, apa yg dapat Zidane lakukan dengan bola, dapat dilakukan Pele dengan apel
- di dunia musik, objek bully dari Justin Bieber kini beralih ke K-Pop. Ah plastik , cowok kemayu, dst
Nah generasi baru ini tentu punya preferensi yg berbeda dengan generasi sebelumnya. Saya masi ingat ketika FJB kaskus masi rame , kaskus berjanji mengeluarkan konsp the new FJB yg saya amati butuh bertahun2 untuk "rilis". Rilisnya pun setelah marketplace baru lahir seperti tokpedia.
Kelahiran lounge kaskus video & pictures yg menurut saya sangat telat. Netizen lebih menyukai komunikasi video & gambar ketimbang tulisan. Meskipun kedua sub forum tersebut merasakan masa jaya2nya.
Home feed. Kaskus menyediakan feed yg muncul di homepagenya. Ini adaptasi yg cukup bagus menurut TS . Lalu kenapa banyak kaskusker tidak menyukainya?
-Pertama , IFers masih didominasi generasi lama. Lihat contoh 3 point diatas. Mereka preferensinya tentunya hal yg sudah jadi kebiasaan mereka. Dalam hal ini adalah tampilan lama ( old user interface). Ingat, setiap kali Facebook mengubah UI nya, sering ada aja protes.
- Home feed dulu cuma tulisan , beberapa saat kemudian lalu diberi tambahan thumbnail gambar ( CMIIW). Kini gambar tersebut diperbesar sizenya. Sayangnya komposisi text masi sanat dominan , ini tidak disukai generasi Z! Lihat gambar dibawh, area yg TS tandai merah ( text) & biru (gambar). Jika dibandingkan dengan medsos lain, menunya terlalu banyak. Tiktok, youtobe, FB, IG, menunya minim & dapat digantikan dengan icon.
Lalu kini sudah ada mode thumbnail dimana gambar lebih dominan, Tapi cuma gambar dominan berlaku untuk Hot Thread ( HT) aja. CMIIW.
Lihat ketika kita harap "berselancar". Terlalu banyak kategori & subforum. Text pula bentuknya. Prinsip " less click" - "enjoy the content quick easily" tidak diperhatikan kaskus. Dua hari ini TS mencoba Tiktok, sekali buka aplikasinya sudah dihadirkan content ( ibarat semacam forced content ya), tentunya dengan algoritmanya canggih sehingga yg kontenya yg disajikan sesuai "kebiasaan" berselancar dunia maya kita.
Too much click - too much sub forum gara-gara banyaknya subforum ini dapat dicek. Di forum Movies ada subforum Star Wars, yg last reply nya dapat berselisih hitungan pekan & bulan!
4. Fall of the FJB
Beberapa pihak mengkhawatirkan nasib kaskus ketika BB17 ditutup. Subforum yg jadi primadona saat itu. Lalu rebrand FC - Fight Club yg jadi DC- Debat Club. Tapi kaskus menjawab keraguan tersebut , popularitasnya tetap naik meskipun dua hal diatas berlalu. Bagaimana dengan FJB. Kan sekarang masi ada ? Kalo ga salah . seingat ane pernah dinamakan Kaskus Marketplace?
FJB di masa puncaknya, pernah jadi tujuan utama belanja online oleh netizen Indonesia. You know , Amazon dulu awalnya diketahui situs jual beli buku, kalah pamor oleh E-bay, si situs "lelang". Kini?
Di dunia transaksi online, ada yg namanya sistem escrow. Dana dari buyer/pembeli dikeep oleh si marketplace, di lepas ke penjual setelah barang terkonfimasi diterima oleh pembeli. Escrow bukan hal yg baru di dunia e-commerce. Sebelum jadi IFers, TS sudah mengpakai escrow dengan marketplace luar .Dan menurut TS pada waktu itu, kaskuslah yg paling siap se -Indonesia meluncurkan sistem escrow.
Pertanyaannya , mengapa kaskus masih mengandalkan sistem rekber bahkan setelah Tokopedia, Bukalapak, Lazada dll bermunculan. Seingat gw , Kaskus baru total habis-hadapatn mendorong penggunaan Kaspay setelah kasus rekber Blackpanda heboh . ..... Telat.
Bisa jadi FJB bernasib lebih indah kalau sistem escrow-Kaspay sudah ada sebelum kelahiran e-commerce lain.
-----------------------------------
Apa yg harus dilakukan kaskus ke depan? Setidaknya saya ada 2 saran:
1. Keep tight user yg sudah ada. Fokus menjawab preferensi & kebutuhan user. Tentunya akan ada masa akan ditelan zaman. Karena artinya kaskus mengandalkan generasi X & Y yg tidak beradaptasi dengan zaman.
2. Menggaet user baru yg adalah generasi Z. Fokus kepada generasi Z dengan resiko semakin ditinggalkan anggota lama. Artinya kaskus rebranding, meninggalkan format "forum", tinggalkan FJB yg sudah men-zombie. Atau mengikuti format reddit-quora yg tentunya berlawanan preferensi beberapa netizen Indonesia yg kurang menyukai teks "panjang-panjang"
Gak kerasa uda 3.5 jam nulisdan ngedit . Sekian. Thanks,
NB : TS sengaja berubah2 memakai mengatakan ganti ane, saya, gw, TS biar variatif aja
Dan jangan lupa "gan", "alay" "jebmen" adalah kata2 yg dipopulerkan ( bukan ditemukan ya) IFers hingga bertahan dipakai beberapa masyarakat hingga kini.
Hari ini 18:22
Gw coba analisa dari sudut pandang gw. Dimulai dari tool Google Trends. Google trend "mencatat" seberepa banyak kaskus "search" oleh netizen.
di
Bisa dilihat secara woldwide , kaskus mencapai puncak popularitasnya di tahun 2014. Gw menduga ini berkaitan dengan hiruk pikuk perhelatan pilpres 2014 yg menciptakan subfroum BP terlihat sangat "sibuk" trafficnya. Babeh gw pada saat itu pun membahas kaskus , dikarenakan polling pilpresnya!
Sedangkan untuk area Indonesia, kaskus mencapai peak popularitasnya ditahun 2012.
Nah bicara mengenai popularitas kaskus, saya mengalami puncak peak kaskus di medio 2008-2009. Bisa dilihat digrafik Googletrends dibawah tahun 2009 kaskus sempat mengalami spike. Di masa inilah , puncaknya saya sering medengar orang2 berucap kaskus, membicarakan kaskus di real life.
Dilihat dari grafik di tahun 2010, kaskus kembali melambung. Mungkin ini karena didorong oleh kasus video "asusila" yg menghebohkan seantero negri? Yang thread aslinya mencapai belasan part dalam hitungan hari, & diikuti puluhan-ratusan thread yg membahas peristiwa tersebut, baik secara serius, informatikal, satir maupun, komedi.
Ok, skrg kita sudah ada landasan fakta , bahwa setelah 2014, kaskus dalam trend menurun, tidak ada perkembangan lagi secara popularitas. Sekarang kita membahas faktor-faktor yg menyebabkan kasus berada di kondisi saat ini. Sebelumnya TS akan menceritakan sedikit pengalaman TS.
TS dulu adalah silent reader kaskus. Serorang anggota forum Lautan Indosiar di awal 2000an sebelum akhirnya menciptakan akun kaskus di tahun 2007 setelah tertarik untuk menulis komentar di thread investigasi momod mengenai kasus penipuan FJB (karena jiwa detekfif muncul ). Dan karena itulah TS awalnya aktif di forum CYSTG ( Can You Solve This Game) & The Lounge. *note ditahun 2008-2009 momod tersebut pernah berkunjung ke kost TS.
Ok mari kita balik ke faktor2 yg menyebabakn kaskus sepi peminat.
1. Dunia semakin bergerak cepat , respon instant jadi pilihan
Tidak sedikit IFers yg seperti TS. Keputusan menciptakan akun untuk dapat mengomentari suatu thread & pada akhirnya komentar itu dikonsumsi publik. Dan publik dapat balik mengomentari postingan kita tresebut. Disini kita tidak membandingkan dengan aplikasi komunikasi yg cuma melibatkan 2 orang seperti Mirc, YM, MSN, ICQ yg tentunya dapat direspon instant. Pada medio 2000an, forum adalah bentuk media yg tidak "menuntut" terjadinya respon instant. Isitlahnya "ya gapapa" direply sehari kemudian, ataupun3-4 hari kemudian , dst. Setelah kehadiran Facebook, Twitter & Instragram , lalu WA Group , mulai lah ada pergeseran laju reply tersebut.
Contoh lain dapat dilihat dari game online. Game online tahun 90 & 2000an ( aplikasi maupun web browser ) interaksinya ada yg dapat membutuhkan berhari-hari (turn based game). Misal, catur online yg dapat berlangsung berhari-hari untuk menyelesaikan 1 match, Pet Society, Clash on Clans dst. Mode game online seprti ini makin kehilangan peminatnya.
2. Dunia semakin bergerak cepat, forum butuh waktu extra lebih
Saat menulis poin no 2 ini, TS melihat sudah menghabiskan waktu 40-50 menit dari awal penulisan thread ini. Woow? Bayangkan IG story, post video Tiktok dll. Butuh berapa lama ? Kecuali thread di kaskus anda isinya copas & dengan segera pencet post, menciptakan thread itu butuh extra effort dibandingkan media lainnya. Disinilah ane dapat menarik kesimpulan generasi yg gemar menulis semakin sedikit karena beradaptasi dengan perubahan zaman & generasi baru lebih memilih media yg instant. Bisa dilihat dari pergeseran trend blogger jadi vlogger dstnya. Pembahasan generasi ini akan ane sambung di point 3.
Lalu kalau menulis thread butuh extra effort, mari sekarang kita bandingkan dengan dengan dua medsos, kok Reddit , Quora masih rame aja tuh? Replies atas postingan di kedua media itu juga lumayan berisi lho. Untuk hal ini ane butuh waktu lebih mengamati keduanya. Tapi berdasarkan pengalaman ane, netizen "mencari" sesuatu. lalu berkunjung ke reddit & quora (baik redirect dari googling atau medsos lain). Sedangkan kaskus sebagai forum, user masuk ke kaskus berselancar "melihat-lihat" apa yg menarik. Tidak menutup juga kemungkinan user datang ke kaskus dengan keharapan mencari sesuatu. Dengan mengatakan lain "silent reader", "anonymous visitor" kedua site tersebut tetap terjaga dibandingkan dengan kaskus. Jadi itulah mengapa reply postingan terlihat berisi ( thumb up menciptakan postingan bergerak keatas), karena visitor yg datang memang sesuai "match" dengan isi threadnya. Sehingga minim junk post , yg tentu keadaan ini disukai banyak orang.
3. Kelahiran generasi baru, kaskus lambat menanggapinya
Ada pameo, Perusahaan yg tidak berevolusi adalah perusahaan yg mati. Friendster mati, Myspace berada di dalam goa, Path tutup dst. Era sekarang adalah era kebangkitan generasi Z (8-23thn) ditengah dominasi generasi milenial. Sayangnya saya melihat kaskus cuma berhasil mengakomodir generasi X & Y(milienial) , telat menjawab preferensi generasi Z.
Generasi baru jamaknya akan "dibully" dulu oleh generasi yg lebih lama. Sering di dunia maya berseliweran opini sperti ini
- 2000 awal 2010an : "ah musik tahun 80 90 bener2 masterpiece dibandingkan dengan skrg"
- tahun 2000an, apa yg dapat Zidane lakukan dengan bola, dapat dilakukan Pele dengan apel
- di dunia musik, objek bully dari Justin Bieber kini beralih ke K-Pop. Ah plastik , cowok kemayu, dst
Nah generasi baru ini tentu punya preferensi yg berbeda dengan generasi sebelumnya. Saya masi ingat ketika FJB kaskus masi rame , kaskus berjanji mengeluarkan konsp the new FJB yg saya amati butuh bertahun2 untuk "rilis". Rilisnya pun setelah marketplace baru lahir seperti tokpedia.
Kelahiran lounge kaskus video & pictures yg menurut saya sangat telat. Netizen lebih menyukai komunikasi video & gambar ketimbang tulisan. Meskipun kedua sub forum tersebut merasakan masa jaya2nya.
Home feed. Kaskus menyediakan feed yg muncul di homepagenya. Ini adaptasi yg cukup bagus menurut TS . Lalu kenapa banyak kaskusker tidak menyukainya?
-Pertama , IFers masih didominasi generasi lama. Lihat contoh 3 point diatas. Mereka preferensinya tentunya hal yg sudah jadi kebiasaan mereka. Dalam hal ini adalah tampilan lama ( old user interface). Ingat, setiap kali Facebook mengubah UI nya, sering ada aja protes.
- Home feed dulu cuma tulisan , beberapa saat kemudian lalu diberi tambahan thumbnail gambar ( CMIIW). Kini gambar tersebut diperbesar sizenya. Sayangnya komposisi text masi sanat dominan , ini tidak disukai generasi Z! Lihat gambar dibawh, area yg TS tandai merah ( text) & biru (gambar). Jika dibandingkan dengan medsos lain, menunya terlalu banyak. Tiktok, youtobe, FB, IG, menunya minim & dapat digantikan dengan icon.
Lalu kini sudah ada mode thumbnail dimana gambar lebih dominan, Tapi cuma gambar dominan berlaku untuk Hot Thread ( HT) aja. CMIIW.
Lihat ketika kita harap "berselancar". Terlalu banyak kategori & subforum. Text pula bentuknya. Prinsip " less click" - "enjoy the content quick easily" tidak diperhatikan kaskus. Dua hari ini TS mencoba Tiktok, sekali buka aplikasinya sudah dihadirkan content ( ibarat semacam forced content ya), tentunya dengan algoritmanya canggih sehingga yg kontenya yg disajikan sesuai "kebiasaan" berselancar dunia maya kita.
Too much click - too much sub forum gara-gara banyaknya subforum ini dapat dicek. Di forum Movies ada subforum Star Wars, yg last reply nya dapat berselisih hitungan pekan & bulan!
4. Fall of the FJB
Beberapa pihak mengkhawatirkan nasib kaskus ketika BB17 ditutup. Subforum yg jadi primadona saat itu. Lalu rebrand FC - Fight Club yg jadi DC- Debat Club. Tapi kaskus menjawab keraguan tersebut , popularitasnya tetap naik meskipun dua hal diatas berlalu. Bagaimana dengan FJB. Kan sekarang masi ada ? Kalo ga salah . seingat ane pernah dinamakan Kaskus Marketplace?
FJB di masa puncaknya, pernah jadi tujuan utama belanja online oleh netizen Indonesia. You know , Amazon dulu awalnya diketahui situs jual beli buku, kalah pamor oleh E-bay, si situs "lelang". Kini?
Di dunia transaksi online, ada yg namanya sistem escrow. Dana dari buyer/pembeli dikeep oleh si marketplace, di lepas ke penjual setelah barang terkonfimasi diterima oleh pembeli. Escrow bukan hal yg baru di dunia e-commerce. Sebelum jadi IFers, TS sudah mengpakai escrow dengan marketplace luar .Dan menurut TS pada waktu itu, kaskuslah yg paling siap se -Indonesia meluncurkan sistem escrow.
Pertanyaannya , mengapa kaskus masih mengandalkan sistem rekber bahkan setelah Tokopedia, Bukalapak, Lazada dll bermunculan. Seingat gw , Kaskus baru total habis-hadapatn mendorong penggunaan Kaspay setelah kasus rekber Blackpanda heboh . ..... Telat.
Bisa jadi FJB bernasib lebih indah kalau sistem escrow-Kaspay sudah ada sebelum kelahiran e-commerce lain.
-----------------------------------
Apa yg harus dilakukan kaskus ke depan? Setidaknya saya ada 2 saran:
1. Keep tight user yg sudah ada. Fokus menjawab preferensi & kebutuhan user. Tentunya akan ada masa akan ditelan zaman. Karena artinya kaskus mengandalkan generasi X & Y yg tidak beradaptasi dengan zaman.
2. Menggaet user baru yg adalah generasi Z. Fokus kepada generasi Z dengan resiko semakin ditinggalkan anggota lama. Artinya kaskus rebranding, meninggalkan format "forum", tinggalkan FJB yg sudah men-zombie. Atau mengikuti format reddit-quora yg tentunya berlawanan preferensi beberapa netizen Indonesia yg kurang menyukai teks "panjang-panjang"
Gak kerasa uda 3.5 jam nulisdan ngedit . Sekian. Thanks,
NB : TS sengaja berubah2 memakai mengatakan ganti ane, saya, gw, TS biar variatif aja
Dan jangan lupa "gan", "alay" "jebmen" adalah kata2 yg dipopulerkan ( bukan ditemukan ya) IFers hingga bertahan dipakai beberapa masyarakat hingga kini.
Hari ini 18:22