• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kasih Tuhan Tidak Bersyarat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Amanda
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Amanda

IndoForum Beginner C
No. Urut
122162
Sejak
12 Mar 2011
Pesan
806
Nilai reaksi
30
Poin
28
"Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang." (Lukas 1:25)

Ada hal tersembunyi yang mungkin setiap kita memilikinya. Sesuatu yang mungkin memalukan. Noda yang ingin kita tutupi. Catatan yang ingin kita kubur dalam-dalam. Mungkin itu berupa masa lalu yang kelam, latar belakang keluarga, kekurangan secara fisik, & sebagainya. Kita takut tidak diterima orang lain. Kita berusaha memolesnya dengan berbagai hal yang akan dipandang baik oleh orang lain.

Betapa hal ini juga menghantui hari-hari Elisabet. Tidak bisa punya anak alias mandul adalah aib pada zamannya. Apalagi suaminya adalah seorang imam. Tentu ada bisik-bisik mengapa pasangan ini tidak dikaruniai penerus keturunan. Tak putus-putusnya Elisabet & suaminya berdoa memohon sebuah keajaiban. Tuhan belum menjawab. Meski demikian, mereka tetap setia melayani hingga lanjut usia. Hingga suatu hari yang tak pernah diduga itu tiba. Tuhan membuatnya mengandung!

Sungguh tak dapat dipercaya! Ia kini seharusnya bisa menyombongkan diri ke semua tetangga yang dulu membicarakannya karena mujizat yang diterimanya.

Menariknya, ia justru menarik diri selama lima bulan. Ia tidak sibuk memperbaiki reputasinya. Tidak ada yang perlu dibanggakan. Tuhan berhak membiarkan aib itu melekat seumur hidupnya, dan Elisabet tetap senang melayani-Nya.

Jika kini Dia bermurah hati untuk menghapuskannya, segala puji hanya bagi Tuhan!

Kita tak dapat mengendalikan pendapat orang lain. Namun, kabar baiknya, kita tak perlu mendapatkan penerimaan dari manusia mana pun agar bisa hidup bahagia! Yesus datang untuk menggantikan segala aib kita dengan kebenaran-Nya sehingga kita dapat diterima oleh Allah. Bukankah itu jauh lebih penting daripada diterima oleh manusia?

TERKADANG ORANG MENERIMA KITA DENGAN SEBUAH STANDAR MEREKA.TUHAN MENERIMA KITA DENGAN KASIH TAK BERSYARAT.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.