pesilattangguh
IndoForum Newbie F
- No. Urut
- 77188
- Sejak
- 6 Agt 2009
- Pesan
- 8
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 1
Kartini Indonesia, mungkin kalimat itulah yang layak disandangkan bagi wanita cantik yang satu ini. Tak hanya memiliki paras yang mempesona, namun aktris yang juga politikus ini memiliki daya tarik lainnya, yakni kecerdasan otak yang bisa dibilang luar biasa. Dialah Marissa Haque, namanya kini semakin berkibar setelah ia terjun dalam dunia politik. Sebagai seorang ibu rumah tangga, wanita yang akrab disapa Icha ini mampu menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu bagi dua orang anak. Namun, begitu kakinya telah satu langkah keluar dari rumah, kewajibannya untuk menegakkan keadilan di negara ini mulai ia jalankan.
Seluruh perjuangan yang telah ia lakukan secara tidak langsung menunjukkan bahwa wanita Indonesia harus bisa membawa perubahan. Ia pun tidak pernah takut melawan orang-orang yang tidak menyukai perjuangannya. Namun, Icha justru tak pernah gentar melawan rival-rival politiknya, meskipun yang ia lawan adalah seorang pria, dan ia pun harus bertaruh nyawa. Ditemui dirumahnya, di kawasan perumahan Pelangi Bintaro, Kamis (1/5) malam, Icha terlihat begitu sumringah karena tengah kedatangan beberapa tamu, yakni pengacara dan juga beberapa pendukungnya. Keramahannya juga terlihat saat ia menyapa satu per satu pendukungnya itu dan mengajak mereka untuk makan bersama di ruang tengah kediamannya. Keramahan yang sama juga tampak saat Icha melihat kedatangan Realita. Menggunakan baju muslim beserta kerudungnya, malam itu Icha terlihat sangat cantik dan elegan. Kecerdasannya juga mulai tampak saat kata demi kata mulai meluncur dari mulutnya menceritakan perjalanan hidupnya kepada Realita.
Icha merupakan puteri pertama dari tiga bersaudara pasangan Allen Haque yang berdarah Belanda-Prancis dan Nike Suharyah yang berasal dari Madura, Jawa Timur. Ibunya saat itu adalah seorang sekretaris senior yang menguasai empat bahasa asing. Namun setelah menikah dengan ayahnya, sang ibu memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga murni. “Mereka selalu mendidik kami agar mandilu, hasil dari perjuangan orang tua kami tidaklah sia-sia. Kini puteri-puterinya mampu menjadi wanita yang mandilu,” ungkapnya bangga. “Etos kerja yang diwarisi orang tua membuat kami bertiga selalu merasa bangga menjadi diri sendiri,” imbuh wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962 ini.
Icha memang patut bangga, karena ia dan kedua saudara perempuannya mampu menunjukkan buah dari didikan orang tuanya dengan kesuksesan yang mereka raih hingga saat ini. Kedua adiknya, Soraya dan Shahnaz Haque kini juga mampu mengukir berbagai prestasi baik di bidang seni maupun sosial yang mereka geluti.
Seluruh perjuangan yang telah ia lakukan secara tidak langsung menunjukkan bahwa wanita Indonesia harus bisa membawa perubahan. Ia pun tidak pernah takut melawan orang-orang yang tidak menyukai perjuangannya. Namun, Icha justru tak pernah gentar melawan rival-rival politiknya, meskipun yang ia lawan adalah seorang pria, dan ia pun harus bertaruh nyawa. Ditemui dirumahnya, di kawasan perumahan Pelangi Bintaro, Kamis (1/5) malam, Icha terlihat begitu sumringah karena tengah kedatangan beberapa tamu, yakni pengacara dan juga beberapa pendukungnya. Keramahannya juga terlihat saat ia menyapa satu per satu pendukungnya itu dan mengajak mereka untuk makan bersama di ruang tengah kediamannya. Keramahan yang sama juga tampak saat Icha melihat kedatangan Realita. Menggunakan baju muslim beserta kerudungnya, malam itu Icha terlihat sangat cantik dan elegan. Kecerdasannya juga mulai tampak saat kata demi kata mulai meluncur dari mulutnya menceritakan perjalanan hidupnya kepada Realita.
Icha merupakan puteri pertama dari tiga bersaudara pasangan Allen Haque yang berdarah Belanda-Prancis dan Nike Suharyah yang berasal dari Madura, Jawa Timur. Ibunya saat itu adalah seorang sekretaris senior yang menguasai empat bahasa asing. Namun setelah menikah dengan ayahnya, sang ibu memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga murni. “Mereka selalu mendidik kami agar mandilu, hasil dari perjuangan orang tua kami tidaklah sia-sia. Kini puteri-puterinya mampu menjadi wanita yang mandilu,” ungkapnya bangga. “Etos kerja yang diwarisi orang tua membuat kami bertiga selalu merasa bangga menjadi diri sendiri,” imbuh wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962 ini.
Icha memang patut bangga, karena ia dan kedua saudara perempuannya mampu menunjukkan buah dari didikan orang tuanya dengan kesuksesan yang mereka raih hingga saat ini. Kedua adiknya, Soraya dan Shahnaz Haque kini juga mampu mengukir berbagai prestasi baik di bidang seni maupun sosial yang mereka geluti.
