Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Karena Satu Huruf, Sepuluh Kebaikan
Keluarga akbar ane, dari kakek, uwa, encing, orang tua, & adik-adik ane adalah tenaga pendidik, asa akbar dari orang tua ane, khususnya nyokap, yaitu ane dapat jadi seorang guru.
Tapi jiwa ane tidak atau belum terpanggil kala itu, ane lebih suka bekerja sebagai tukang bersih-bersih, padahal beberapa orang sangat apriori kepada posisi tersebut.
Ijazah yg ane tempuh untuk jadi sarjana cuma sebagai pajangan, & ane sadar kesedihan di mata nyokap.
Setelah menikah barulah hati ane terketuk untuk mengamalkan ilmu ane & memenuhi keharapan orang tua ane, nyokap sering bilang "cari keberkahan".
Ane kurang percaya diri untuk memulai mengajar di sekolah, kebetulan di tempat saudara ane mengajar membutuhkan seorang tenaga pendidik pria, karena semuanya perempuan.
Saat itu ane ngajar di TPA (Taman Pendidikan Alqur'an) awalnya sih ane tetap nggak percaya diri jadi seorang guru, apalagi kalau di TPA pasti dipanggil ustadz, & ane belum siap dengan gelar tersebut.
Ilustrasi di sini
Meskipun jadi seorang guru juga jadi bahan pertimbangan yg sangat lama apalagi kalau dilihat dari gajinya, jauh dari gaji ane sebelumnya, tetapi memang bukan itu yg dicari
Dulu, kalau kakek & nyokap mengajar, ane bahagia banget ngelihatnya, mengajarkan anak-anak untuk membaca Al Qur'an jauh lebih bernilai di saat melihat mereka lancar dalam melantunkan ayat-ayat-Nya.
Salah satu alasan ane memilih mengajar di TPA, ane masih ingat betul, bahwa satu huruf dalam Al Qur'an itu adalah sepuluh kebaikan, & tidak ada yg dapat menandharapya, ane kasih contoh, Alif Lam Mim itu bernilai 30 kebaikan, kalau dibandingkan dengan memungut paku di jalan, ane harus memungut 30 paku untuk menyamai kebaikan tersebut.
Satu hadits lagi yg ane ingat betul, ajaran orang tua ane "sebaik-baik kalian adalah orang yg mengajarkan Al Quran" (riwayat AlBukhari).
Berat banget thread ane kali ini, harus membawa-bawa hadits,
lanjut ke pembahasan, ane mengajar di TPA cuma sekitar tiga tahunan, karena faktor x yg tidak dapat ane sebutkan dalam thread.
Ane cuma mau mengajak para IFers, yg punya kelebihan dalam membaca Al Quran coba diamalkan ilmunya, meskipun gajinya sangat kecil, setidak-tidaknya ajarkan pada adik-adik ente, karena kebaikannya bukan berhenti hingga di dunia, akan terbawa hingga akhirat kelak.
Manfaat yg ane rasakan dari mengajarkan membaca AlQuran banyak sekali, tidak ada kebahagiaan yg dapat menandingi ketika melihat wajah-wajah polos mereka saat belum dapat mengucapkan huruf-huruf Hijaiyah hingga mereka dapat melantunkan keseluruhan isi Al Quran tersebut, apalagi mereka mengamalkan isinya.
Karena di dalam kitab suci mengajarkan banyak hal, salah satunya hormat kepada kedua orang tua & guru.
Awal tahun, sebelum virus coro melanda, ane berjumpa dengan murid TPA, dulu dia masih SD, pas ketemu dia sudah berseragam abu-abu, kirain dia lupa, setelah melihat ane, dia tetep cium tangan ane, hati ane luluh, ada rasa bangga dalam hati, bahwa mereka, anak didik ane tidak melupakan ajaran yg ane berikan.
Opini ane dari ilmu yg ane terima dari orang tua & guru-guru ane.
Terimakasih para admin & IFers yg mau berkunjung ke thread ane.
Spoiler for ss cendol dari aplikasi nggak ada nama anenya:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Hari ini 01:39
Keluarga akbar ane, dari kakek, uwa, encing, orang tua, & adik-adik ane adalah tenaga pendidik, asa akbar dari orang tua ane, khususnya nyokap, yaitu ane dapat jadi seorang guru.
Tapi jiwa ane tidak atau belum terpanggil kala itu, ane lebih suka bekerja sebagai tukang bersih-bersih, padahal beberapa orang sangat apriori kepada posisi tersebut.
Ijazah yg ane tempuh untuk jadi sarjana cuma sebagai pajangan, & ane sadar kesedihan di mata nyokap.
Setelah menikah barulah hati ane terketuk untuk mengamalkan ilmu ane & memenuhi keharapan orang tua ane, nyokap sering bilang "cari keberkahan".
Ane kurang percaya diri untuk memulai mengajar di sekolah, kebetulan di tempat saudara ane mengajar membutuhkan seorang tenaga pendidik pria, karena semuanya perempuan.
Saat itu ane ngajar di TPA (Taman Pendidikan Alqur'an) awalnya sih ane tetap nggak percaya diri jadi seorang guru, apalagi kalau di TPA pasti dipanggil ustadz, & ane belum siap dengan gelar tersebut.
Ilustrasi di sini
Meskipun jadi seorang guru juga jadi bahan pertimbangan yg sangat lama apalagi kalau dilihat dari gajinya, jauh dari gaji ane sebelumnya, tetapi memang bukan itu yg dicari
Dulu, kalau kakek & nyokap mengajar, ane bahagia banget ngelihatnya, mengajarkan anak-anak untuk membaca Al Qur'an jauh lebih bernilai di saat melihat mereka lancar dalam melantunkan ayat-ayat-Nya.
Salah satu alasan ane memilih mengajar di TPA, ane masih ingat betul, bahwa satu huruf dalam Al Qur'an itu adalah sepuluh kebaikan, & tidak ada yg dapat menandharapya, ane kasih contoh, Alif Lam Mim itu bernilai 30 kebaikan, kalau dibandingkan dengan memungut paku di jalan, ane harus memungut 30 paku untuk menyamai kebaikan tersebut.
Satu hadits lagi yg ane ingat betul, ajaran orang tua ane "sebaik-baik kalian adalah orang yg mengajarkan Al Quran" (riwayat AlBukhari).
Berat banget thread ane kali ini, harus membawa-bawa hadits,
Ane cuma mau mengajak para IFers, yg punya kelebihan dalam membaca Al Quran coba diamalkan ilmunya, meskipun gajinya sangat kecil, setidak-tidaknya ajarkan pada adik-adik ente, karena kebaikannya bukan berhenti hingga di dunia, akan terbawa hingga akhirat kelak.
Manfaat yg ane rasakan dari mengajarkan membaca AlQuran banyak sekali, tidak ada kebahagiaan yg dapat menandingi ketika melihat wajah-wajah polos mereka saat belum dapat mengucapkan huruf-huruf Hijaiyah hingga mereka dapat melantunkan keseluruhan isi Al Quran tersebut, apalagi mereka mengamalkan isinya.
Karena di dalam kitab suci mengajarkan banyak hal, salah satunya hormat kepada kedua orang tua & guru.
Awal tahun, sebelum virus coro melanda, ane berjumpa dengan murid TPA, dulu dia masih SD, pas ketemu dia sudah berseragam abu-abu, kirain dia lupa, setelah melihat ane, dia tetep cium tangan ane, hati ane luluh, ada rasa bangga dalam hati, bahwa mereka, anak didik ane tidak melupakan ajaran yg ane berikan.
Opini ane dari ilmu yg ane terima dari orang tua & guru-guru ane.
Terimakasih para admin & IFers yg mau berkunjung ke thread ane.
Spoiler for ss cendol dari aplikasi nggak ada nama anenya:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10