Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Pertanyaan-pertanyaan di atas jadi momok menakutkan bagi wanita maupun pria yg sudah memasuki usia 20 tahun ke atas. Tak jarang mereka harus menyiapkan jawaban yg tepat untuk membungkam para wartawan non profesi tersebut. Apalagi kalau si penanya membanding-bandingkan dengan anak atau kerabatnya yg sudah menikah. Itu menyakitkan.
Bahkan ketika lebaran, pertanyaan "Kapan nikah?" sudah jadi pertanyaan yg wajib dikumandangkan saat tradisi salam-salaman lebaran. Tak jarang karena hal itu, mereka yg datang dengan kondisigood moodberubah jadibad moodgegara pertanyaan yg tak sepatutnya ditanyakan.
Padahal, bukankah tentang menikah itu sudah diatur oleh sang maha kuasa?
Lagian teori dari mana juga kalau menikah adalah hal yg wajib dilakukan atau dijalani oleh semua orang? Padahal dalam Islam sendiri, menikah itu hukumnya sunnah. Tapi kok kayanya manusia sering dikejar waktu & usia untuk segera menikah? Apalagi kalau sudah memasuki usia kepala 3. Orang yg belum menikah pada usia tersebut apalagi tidak memiliki tanda-tanda kedekatan dengan seseorang, akan dijuluki perawan tua atau bujang lapuk.
Terus juga, emangnya perkawinan cuma tentang perkara usia? Apakah seseorang yg sudah memasuki usia menikah & sudah menikah itu lebih baik dari yg belum menikah, padahal misalnya perkawinan mereka jadi perkawinan yangtoxic, tidak hadir sayang dalam rumah tangga mereka, atau hal lainnya?
Lagipula, menikah bukanlah standar seseorang untuk memperoleh kebahagiaan. Kalau mengatakan salah seniman cantik Raline Shah yg masih melajang itu, ia sangat bahagia dengan aapapun yg ia jalaninya saat ini. Bahkan, ia mengatakan bahwa perjalanan atau pun fase hidup masing-masing manusia tak harus melalui tahap pernikahan. Masih ada banyak lagipublic figureyang terlihat bahagia menikmati kehidupan tanpa menikah. Ada seorang Belleria bernama Vicky Burki yg memiliki tubuh indah di usia yg tak muda lagi yg terkadang menciptakan iri perempuan-perempuan lainnya. Saya melihat juga beliau hidupnya jauh lebihademdibandingkanpublic figureyang sudah menikah beberapa kali, bahkan hingga kena kasus KDRT juga ada.
Selain disebut bujang lapuk & perawan tua, ada lagi stigma yg lebih menyakitkan yg hadir ketika seseorang yg pada masa usia menikah belum menikah, yaitu dicap sebagai homoseskual atau lesbian. Nah kalau hingga tahap ini sih masuknya sudah jadi pencemaran nama baik. Mereka sudah men-judgesesuatu yg sejatinya mereka tidak ketahui. Kalau sudah seperti ini sih emang harus ada gertakan sedikit untuk membungkam mulut-mulut parasit itu.
Tapi kadang juga yah mau bagaimana lagi? Kita mau jungkir balik seperti apapun untuk memberi alasan kenapa kita belum menikah yah sama aja di mata mereka yg ada cuma stigma-stigma negatif.
Jadi pesan saya, kita-kita yg belum menikah di usia matang, coba memaklumi bacotan-bacotan sampah itu. Sudah, tak usah hiraukan bacotan mereka. Hidup kita yg jalanin, kita yg pertanggungjawabkan. Jadi, jangan hingga kita berkecil hati apabila mereka sering men-judgeburuk tentang kita. Biarkan mereka hidup dengan opini mereka & biarkan kita tentukan langkah hidup kita sendiri.
Tulisan ini ditulis oleh Dwi Mardiningsih diCangkemanpada tanggal 18 Januari 2022
Hari ini 13:01