• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

'Kapal' Dewa Ruci Dijual Murah, Siapa Mau?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
z9Ll.jpg
(kok wajahnya mirip gayus y ?)
Ali Kasdono (31), warga Dusun Krajan Timur, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah ini, memang pantas disebut sebagai lelaki ulet. Meskipun hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetapi keterampilannya membuat kapal mini, mampu menghasilkan penghidupan bagi istri dan satu anaknya.

Kapal mini yang dibuat oleh lelaki kelahiran Pekalongan tersebut, di antaranya kapal Pinisi, Dewa Ruci, Kapal Feri, dan Kapal Tempur Induk. Harganya juga relatif murah. "Kapal ukuran 50 cm harganya Rp 50 ribu. Untuk ukuran 60 cm-70 cm harganya Rp 100 ribu. Sedangkan, untuk ukuran 75 cm harganya hanya sampai Rp 200 ribu," kata mantan pelaut ini.

Diceritakannya, menjadi perajin kapal mini, sudah digeluti sejak setahun lalu. Kebiasaan membuat kapal ini, sudah sejak dia masih bekerja sebagai pelayar. Hal itu dilakukannya, untuk menghilangkan penat saat berada di tengah samudra. "Tapi lama kelamaan saya jadi lebih memilih untuk kami jadikan sebagai mata pencarian. Karena hidup menjadi pelayar, jauh dari keluarga," katanya.

Bahan untuk membuat kapal- kapal tersebut, kata Ali, dari bambu. Selain mudah dicari di desanya, bambu lebih mudah kalau dibandingkan dengan bahan lain. Sedang masalah bentuk atau jenis tergantung pesanan. Bila menginginkan jenis kapal keluaran terbaru, Ali juga mengaku sanggup membuatkan, asal pelanggan membawa foto aslinya. "Kalau bahan bakunya dari kayu harganya akan lebih mahal. Masyarakat kelas bawah tak bisa menjangkau," kata Ali.

Sampai saat ini, Ali Kasdono, mengaku masih mengalami kesulitan dalam pemasaran. Selama ini pasarannya masih sebatas dari kenalannya di Pekalongan asal daerahnya dan juga teman sejawat ketika kerja di Jakarta dulu. "Saat ini semua saya kerjakan sendiri. Saya pingin punya partner kerja agar bisa membuat lebih banyak. Sekaligus berharap ada bantuan modal Pemerintah atau investor lokal," harap Ali yang untuk pembuatan satu kapal membutuhkan waktu sekitar 3-5 hari.
kompas.com
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.