• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kantor KPA di Banda Aceh Dilempar Granat

akatsukigold

IndoForum Junior D
No. Urut
52840
Sejak
16 Sep 2008
Pesan
2.000
Nilai reaksi
47
Poin
48
Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat di kawasan Lampaseh, Kota Banda Aceh, Kamis (23/10) dinihari, digranat oleh orang yang belum diketahui identitasnya.
"Kami melihat dua sepeda motor melaju dari arah utara ke ujung lorong di depan kantor sekitar 15 menit setelah ledakan," kata Husri (48) salah seorang anggota KPA yang berada di lokasi pada saat kejadian, di Banda Aceh, Kamis (23/10).
Menurut Husri, ia bersama tiga rekan lainnya yaitu Asnawi (25), Yusuf (38) dan Munadir (24) yang menginap di kantor KPA mengaku sedang tertidur saat kejadian dan terkejut mendengar ledakan. Namun mereka tidak berani keluar dan hanya melihat dari dalam kantor.
Granat tersebut menyebabkan dinding berlubang dan beberapa kaca jendela kantor KPA pecah, selain itu dua unit mobil jenis Toyota Avanza dan Daihatsu Taft dengan plat BK 1220 LC rusak akibat serpihan granat.
Bahkan mobil Daihatsu yang jaraknya hanya semeter dari jatuhnya granat sempat terangkat akibat ledakan dan keempat ban mobil pecah.
Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Banda Aceh, Kombes Pol Ilsaruddin yang berada di lokasi mengatakan dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan pin granat dan serpihannya, namun belum dapat ditentukan jenis granat karena harus diselidiki oleh laboratorium kriminal (Labkrim).
"Kita belum bisa menentukan jenis granat, tapi dari keterangan saksi memang ledakan agak keras," kata Kapoltabes. Dia menyebutkan, pelemparan granat tersebut hampir sama dengan kasus serupa yang menimpa rumah mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakkir Manaf pada September lalu.
Sementara itu juru bicara KPA, Ibrahim bin Syamsuddin mengutuk dan berkesimpulan bahwa persitiwa tersebut dan sejumlah peristiwa lainnya termasuk pembakaran kantor Partai Aceh di sejumlah daerah merupakan suatu penyerangan politik.
"Kami benar-benar mengutuk perisitwa ini karena disaat masyarakat Aceh sudah merasakan damai masih ada kejadian seperti ini," tambahnya. Dia menilai masih ada pihak-pihak yang belum ikhlas dengan perdamaian yang sudah tercipta sejak ditandatanganinya kesepakatan damai (MoU) Helsinki.
Ibrahim berharap aparat kepolisian dapat menangkap pelaku karena sangat disayangkan hingga saat ini pelaku dari beberapa kasus sebelumnya belum ada yang dapat ditangkap.
 
Meledak gak broww? kalau kaga meledak kaga seru hahahahah huss!!!!!!
iya kok gak ada komentar?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.