• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kanker Mengintai Usia Muda

LoVe_ChiKa

IndoForum Junior A
No. Urut
8777
Sejak
17 Nov 2006
Pesan
3.571
Nilai reaksi
379
Poin
83
Meskipun bukan penyebab kematian nomor satu, namun kanker tetap jadi penyakit yang sangat ditakuti. Beberapa jenis diantaranya sering ditemukan pada pasien muda usia.

Masih banyak orang yang tidak menyadari, penyakit kanker sebetulnya bisa disembuhkan. Keterlambatan pasien datang memeriksakan diri ke dokter, membuat banyak pasien kanker jadi tak terselamatkan. Terlambat ini bisa jadi disebabkan karena kebanyakan gejala penyakit kanker secara spesifik tidak bisa dirasakan dan diketahui.

Berikut beberapa jenis kanker yang mengintai usia muda dan bagaimana cara mendeteksinya sejak dini :

KANKER PAYUDARA
Kanker payudara merupakan "pembunuh" nomor dua di dunia setelah kanker leher rahim. Angka penderita kanker ini setiap tahunnya terus bertambah. Menurut Yayasan Kanker Payudara Jakarta, di Indonesia 10 dari 10.000 penduduk terkena kanker jenis ini. 70 persen penderita kanker payudara datang ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.

SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) sebaiknya dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi selesai. Pada saat itu, payudara terasa lunak. Tujuan SADARI adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat segera diketahui.

Mamogram dapat mendeteksi adanya kelainan pada payudara sebelum terasa oleh kita. Dari hasil mamogram, dokter dapat melihat adanya ketidaknormalan pada payudara dan juga mengetahui perubahan yang terjadi bila dibandingkan dengan hasil mamogram yang terdahulu. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi atau pengambilan sedikit jaringan di wilayah yang dicurigai untuk diteliti apakah terdapat kanker atau tidak.

Gejala dan tanda kanker payudara,berupa benjolan, penebalan kulit, nyeri, benjolan di ketiak, cairan pada puting susu, puting tertarik, dan kulit merah atau luka. Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan dengan pembedahan, penyinaran/ radiasi, kemoterapi, terapi hormon, obat-obat baru, dan pengobatan suportif.

KANKER KOLOREKTAL
Kanker kolorektal menyerang kolon (usus besar) dan rektum (saluran di atas dubur).
kebanyakan kanker kolorektal berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau disebut adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). Kanker kolorektal paling banyak menyerang di usia 55-64 tahun. Namun saat ini cukup banyak juga usia 35-44 tahun yang telah menderita kanker usus besar dan rektum.

Faktor risiko penyebab kanker kolorektal antara lain faktor diet, genetik, inflamasi (infeksi usus besar), risiko personal, dan polip usus besar. Risiko personal yang dimaksud adalah jika seseorang terkena kanker payudara, ovarium, uterus, dan radiasi perut bagian bawah, maka orang ini akan lebih berisiko terkena kanker kolorektal.

Gejala kanker kolorektal, yaitu:
" Perdarahan pada usus besar, ditandai dengan ditemukannya darah pada kotoran saat buang air besar.
" Perubahan pada pembuangan air besar, misalnya diare atau sembelit, tanpa sebab yang jelas dan berlangsung lebih dari enam minggu.
" Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
" Rasa sakit di perut atau bagian belakang.
" Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar dan tidak ada rasa puas.
" Kadang-kadang dapat diraba adanya massa atau tonjolan pada perut.

Kanker kolorektal dapat dideteksi dengan kolonoskopi, yaitu memasukkan sejenis pipa ke dalam usus melalui dubur untuk melihat adanya polip atau tidak. Cara lainnya lewat tes darah pada feses. "Bila sebelumnya ada penyakit radang usus besar, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan atau biopsi berkala untuk mendeteksi dini adanya perubahan sel ke arah keganasan," ujar Benny.

Pengobatan kanker kolorektal dapat dilakukan melalui operasi, kemoterapi dengan infus atau tablet, radiasi, dan menghambat pasokan darah ke tumor sampai tumor mengecil.


KANKER LEHER RAHIM
Dari seluruh jenis kanker, kanker leher rahim menduduki peringkat pertama.
60-70 persen penderita yang mendeteksi dirinya mengidap kanker leher rahim, sudah dalam stadium lanjut (di atas II B). Dengan demikian, tingkat kesembuhannya rendah dan tingkat kematian tinggi.

Pada stadium awal biasanya tidak ada gejala dan rasa nyeri. Salah satu tanda yang signifikan adalah keluarnya darah pada saat berhubungan seks. Gejala lainnya menurut Laila, mengalami keputihan yang berlebihan, berbau busuk, dan tidak sembuh-sembuh. Pada stadium lebih lanjut, akan timbul pendarahan dan nyeri, antara lain pada panggul.

Kanker leher rahim biasanya terjadi pada perempuan yang sudah menikah, dan tidak diturunkan. Selain itu, beberapa faktor yang dapat membuat seseorang berisiko terkena kanker ini, antara lain faktor usia, menikah muda, gonta-ganti pasangan seks, terkena penyakit menular seksual, banyak melahirkan, merokok, dan defisiensi vitamin A, C, dan E.

Deteksi kanker leher rahim sejak dini dapat dilakukan dengan pap smear dan biopsi. Selain dapat mendeteksi kanker, deteksi ini juga dapat mengetahui adanya sel-sel abnormal dan luka prakanker di leher rahim. Bagi wanita usia di atas 21 tahun atau yang sudah melakukan hubungan seks, sangat dianjurkan melakukan pap smear setahun sekali. Yang di atas 30 tahun dan telah melakukan pap smear selama tiga kali berturut-turut dan hasilnya normal, dapat melakukan tes ini setiap dua atau tiga tahun sekali.

Langkah pengobatan pada penderita kanker leher rahim bisa dilakukan melalui operasi, penyinaran, obat anti kanker dan imunoterapi.

KANKER HATI
Kanker hati menempati peringkat ke lima pada laki-laki dan ke sembilan pada perempuan sebagai kanker tersering di dunia.
Faktor risiko kanker hati diantaranya virus hepatitis, aflatoksin, obesitas (kegemukan), alkohol, diabetes, dan senyawa kimia vinil klorida. Aflatoksin merupakan salah satu contoh mitotoksin atau jamur beracun yang dihasilkan pada beras, jagung, gandum, serta biji-bijian lainnya terutama kacang-kacangan, yang tersimpan dalam kondisi yang kurang memenuhi syarat. Sedangkan vinil klorida biasanya terdapat pada plastik kemasan tertentu.

Awalnya kanker hati sama sekali tanpa gejala. Seringkali orang menduga dirinya mengalami sakit mag. Dalam fase lebih lanjut, penderita akan merasakan nyeri perut kanan atas atau ulu hati, pembengkakan perut dan gagal hati. Jika merasakan gejala ini, kita dapat melakukan screening ultrasonografi hati dan penanda tumor alfa-fetoprotein.

Pengobatan kanker hati dapat dilakukan dengan operasi (reseksi), radiofrequency ablation (RFA), injeksi etanol per-kutan, transchatheter arterial embolization (TAE), radiasi, kemoterapi, dan simtomatik. TAE dilakukan dengan memasukkan kateter dan menyuntikkan gel foam melalui kateter tersebut. Sedangkan RFA adalah penggunaan energi radiofrekuensi untuk menghancurkan jaringan biologis.

Masalahnya, sebagian besar penderita kanker datang dalam stadium lanjut, sehingga jarang mendapat terapi kuratif. Selain itu, kanker hati sering didasari oleh sirosis hati (pengerasan hati). Akibatnya fungsi hati sangat menurun, sehingga menurun pula toleransi terhadap tindakan buruk. Masalah lain, umumnya pengobatan bagi penderita kanker hati relatif mahal. Hanya sebagian kecil pasien yang sanggup menjangkaunya.

Beberapa tindakan pencegahan adalah screening virus hepatitis B dan C, terapi anti virus bagi pengidap, vaksinasi hepatitis B bagi orang sehat, khususnya kelompok risiko tinggi, dan pemeriksaan ultrasonografi hati dan petanda tumor (AFP) secara berkala bagi pengidap hepatitis virus B dan C kronik.


KANKER PADA ANAK
Kanker dapat menyerang siapa saja, lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak.
Salah satu yang diduga menjadi penyebab adalah adanya penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat gen. "Cacat pada sel menyebabkan pertumbuhan sel jadi menyimpang dan tidak mau lagi dikendalikan."

Pengaruh lingkungan yang berinteraksi (faktor ekogenetik) dan berbagai cacat atau kelainan bawaan juga ditengarai ikut meningkatkan risiko kanker anak. Kemungkinan lain adalah faktor prakonsepsi. Ini bisa terjadi pada ibu-ibu yang mempunyai risiko tinggi, misalnya bekerja pada area sinyal radiasi.

Gejala kanker pada anak maupun bayi menjadi lebih susah diketahui, karena anak-anak tidak dapat merasakan atau menceritakan keluhannya.

Leukemia merupakan jenis kanker darah yang paling banyak dijumpai pada anak-anak. Leukemia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar. "Gejalanya wajah pucat, lesu, lemah, demam yang tidak jelas sebabnya, perdarahan yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang, dan pembengkakan perut
 
wew nice post... /no1
siapa yang punya artikel mengenai kanker nasopharing ( kanker hidung )
post disini ya ... agar kita banyak pengetahuan tentang berbagai penyakit.
 
berdasarkan yg pernah gwe baca, penybab dari kanker nasofaring adalah suatu virus (lupa namanya). dimana virus ini sebenarnya tidak aktif.
virus ini aktif diantaranya karena : sering makan ikan asin dan sering makan makanan panas.
kejadian cukup tinggi adalah di cina. karena mereka membiasakan makan ikan asin dan makan dalam keadaan masih panas. katanya uap panas makanan inilah yg mengaktifkan virusnya.
karena tingginya angka kejadian kanker nasofaring di cina, disana sampai ada rumah sakit khusus kanker nasofaring
 
kebetulan keluarga ada yang menderita kanker Nasopharing, memang penderita suka makan minum panas, tapi tidak suka ikan asin.
pernah baca dari internet juga, bahwa nasopharing ini biasanya menyerang pria berumur 40 tahun keatas dan kebanyakan menyerang ras chinese.

gejalanya hampir tidak ada, kecuali kadang mimisan dan dahak kadang ada campuran sedikit darah.

wew kanker bisa juga dari virus yah /wah

setahu gw kanker tidak menular, tapi bisa menurun /sob

maka sebaiknya bila ada keluarga yang terkena kanker, seharusnya lebih ketat untuk makan makanan yang lebih sehat :

diantaranya : jauhi makanan kaleng, moto, makanan yg di asinkan, makanan dan minuman pakai pengawet dan bahan pewarna, bahan pengental, tidak makan daging berlebihan, jauhi rokok, tidak banyak stres, dan cukup tidur.

ini adalah upaya dari diri kita sendiri untuk mencegah penyakit itu, setidaknya supaya hidup lebih baik dan sehat :)
 
.... baru tau ada kanker idung --`
kanker tidak menular,tapi menurun,...keknya selamet d dari kanker kl gitu..ga ada keluarga yg bekas kanker...amin...
 
seneng nya si silfa ;))
tapi jangan lupa,. pola hidup kurang sehat, pola makan kurang baik pun bisa jadi pemicu sakit kanker yang belum begitu jelas apa penyebabnya.
sebaiknya Silfa juga harus berpola hidup sehat /! :P
 
hmm..anak kost suruh hidup sehat itu susah ...
o iya,jadi inget.kanker juga ada penyebab dari makanan kotor itu bener..
inget tentang wantex ato formalin kan ?
kt kalo terlalu sering kena makan yg mengandung gituan bisa kanker juga /swt
 
Sedikit Info Gejala Kanker Nasofaring dr kompas nih

Kanker Nasofaring Paling Banyak Diderita

Surabaya, Kompas - Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL). Penyakit tersebut antara lain disebabkan oleh zat nitrosamin yang banyak terdapat pada makanan yang diawetkan dengan pembakaran dengan suhu tinggi dan pengasinan seperti, ikan asin.

Demikian diungkapkan, Dr dr Widodo Ario Kentjono Sp THT-KL, Senin (28/10) dalam jumpa pers. Acara tersebut berkaitan dengan akan diselenggarakannya Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan III THT-KL RSUD Dr Soetomo yang mengambil tema "Perkembangan Terkini Diagnosis dan Penatalaksanaan Tumor Ganas THT-KL".

Menurut Widodo, bagian THT-Kl RSUD Dr Soetomo, mencatat sekitar 400 orang terserang tumor ganas atau kanker THT-KL setiap tahunnya. Untuk jenis tumor ganas tersebut, yang paling banyak diderita masyarakat adalah kanker nasofaring. Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut.

Tingginya angka penderita kanker tersebut, tergambar pula lewat penelitian yang dilakukan oleh RSUD Dr Soetomo sejak tahun 1996-2000 lalu.

Terhitung ada sekitar 2.119 penderita tumor ganas THT-KL. Sebesar 41,9 persen, merupakan penderita kanker nasofaring. Urutan kedua sebesar 11,51 persen adalah penderita kanker hidung, dan ketiga terbanyak adalah penderita kanker laring atau pita suara. Sisanya merupakan penderita kanker tonsil, thyroid, sinus maxilaris, dan telinga.

"Pada dua tahun belakangan, kanker nasofaring tetap merupakan yang terbanyak diderita pasien, sedangkan kanker hidung dan laring saling bergantian pada peringkat kedua," ujarnya.

Ikan asin dan tauco

Tingginya angka penderita kanker nasofaring dikatakan Widodo dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama adalah keberadaan virus epsteinbarr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut 'terbangun', maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring. .

Penyebab kedua adalah pada pengelolaan makanan. Pengawetan bahan makanan dengan cara dibakar dengan suhu tinggi, salah satunya dengan sinar matahari dapat menimbulkan senyawa karsinogenik yang terbukti dapat memicu kanker.

Selain itu, pemicu lainnya adalah pengawetan makanan dengan cara pengasinan yang mengakibatkan tingginya zat nitrosamin dan radikal bebas. Contoh dari bahan-bahan yang berisiko tinggi tersebut, misalnya, ikan asin dan tauco yang banyak dikonsumsi masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi makanan tersebut. Oleh karena hal itu bukan merupakan faktor penyebab tunggal. Tidak berbahaya, asal tidak berlebihan dan disertai pola hidup sehat," ujarnya.

Selain kedua penyebab tersebut, ia mengatakan, faktor penyebab lain adalah ras. Diketahui ras mongoloid lebih rentan terhadap penyakit kanker nasofaring tersebut.

Ia menambahkan ketiga faktor penyebab saling berkaitan dalam memicu kanker. Kanker nasofaring lebih rentan pula menyerang pada kelompok berisiko tinggi, seperti orang yang berusia di atas 40 tahun; perokok; pengonsumsi minuman beralkohol; penderita kekurangan vitamin kronis; dan kondisi sanitasi serta higienis mulut yang buruk.

Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga.

Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan.

Widodo menyayangkan, karena sekitar 90 persen masyarakat yang berobat di RSUD Dr Soetomo datang pada stadium lanjut. Padahal, menurutnya, kunci utama penyembuhan pada penyakit kanker adalah penemuan kasus pada stadium dini. Apalagi jika penyakit tersebut dibiarkan, kanker nasofaring dapat menyebar keorgan tubuh lain seperti tulang punggung, paru-paru, dan hati. (T08)

Tambahan :
Ternyata benar.... kanker bisa berasal dari Riwayat Keluarga... Jadi benar cc effie bilang klo kanker itu tidak menular tapi bisa turun temurun....

FAKTOR RESIKO KANKER

Sekumpulan faktor genetik dan lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Salah satu yang penting adalah riwayat keluarga.
Beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya.
Misalnya resiko wanita untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Beberapa kanker payudara berhubungan dengan suatu mutasi genetik yang khas, yang lebih sering ditemukan pada beberapa kelompok etnik dan keluarga.
Wanita dengan mutasi gen ini memiliki peluang sebesar 80-90% untuk menderita kanker payudara dan 40-50% untuk menderita kanker indung telur.
Para peneliti telah menemukan bahwa 1% dari wanita Yahudi Ashkenazi memiliki mutasi gen ini.

Kanker lainnya yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker kulit dan kanker usus besar.
 
oh iya, ... telinga sering mendenging itu yang ciri2 utama, .. kok malah jadi lupa :((

nah itu tanda2 kanker nasopharing /!
 
Dan penyebab kanker bisa di sebabkan pula
oleh zat pelapis dalam mie instant...
 
dan juga bisa di sebabkan dr rokok /e4/e4/e4
 
nice post! /no1

dan biasain jangan suka makanan gosong2, bisa bikin kanker juga itu...

CMIIW~
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.