• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kamu Beneran Mau Jadi Mahasiswa Ga Sih?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kamu Beneran Mau Jadi Mahasiswa Ga Sih?


Cangkeman.net -Saya pikir hal yg biasa ketika seorang mahasiswa mempunyai kegiatan di luar kuliah untuk menunjang kompetensi keilmuan & pengalaman hidupnya. Dari mulai ikut organisasi, seminar, diskusi rutin, bekerja paruh waktu, & segala hal yg berkaitan dengan aktualisasi hidupnya.

Tak ada yg salah dengan beberapa hal tersebut. Apalagi kalau mengingat bidang keilmuan modernitas yg semakin luas & hingga saat ini masih terus berevolusi di setiap bidangnya. Rasa-rasanya sudah sepatutnya jadi manusia modern itu mengeksplor keluasan dunia yg sekarang.

Namun, di sisi yg lain, saya kira kita semua sudah mafhum bahwasannya segala hal yg berlebihan itu juga tidak baik. Suatu hal akan jadi timpang apabila kita tidak dapat mengaturnya secara proporsional. Meskipun pernyataan itu cukup masyhur & terlihat sederhana, tetapi masih banyak dari kita yg kadang kala belum sanggup mengerjakannya.

Tak jarang saya menemui kawan-kawan mahasiswa yg hidupnya pontang-panting karena kegiatan di luar perkuliahan. Ada yg rajin mengikuti kegiatan organisasi tetapi ketika perkuliahan mereka apatis dengan tugas & materi perkuliahan. Ada yg sibuk kerja paruh waktu, tetapi keefektifan kuliahnya jadi berkurang karena pikiran & tenaganya terkuras

Semua hal itu tak cuma berdampak kepada diri mereka sendiri. Saya yg jadi kawannya kadang pun ikut terkena akibat dari ketidakmampuan mereka mengatur kegiatan di luar kuliah. Misalnya saja tentang mengerjakan tugas secara berkelompok. Kadang kala mereka sulit untuk diajak serius. Dalam artian: Mereka menganggap remeh tugas kelompok. Dengan serta-merta mereka sibuk, alhasil kegiatan berkelompok seolah-olah jadi kegiatan perseorangan untuk saya di kelompok tersebut.

Lantas, apakah saya tidak manusiawi ketika saya tidak dapat memahami mereka sebagai pribadi yg sibuk?

Malahan, saya pikir mereka yg tidak manusiawi. Karena kalau konteksnya di dalam perkuliahan, maka harusnya yg primer itu, ya, bagaimana mereka mengerjakan tugasnya sebagai mahasiswa secara autentik & bertanggung jawab. Bukan malah saya yg harus memahami kegiatan pribadi mereka yg tidak ada kaitannya dengan pribadi saya.

Tapi itu saya anggap sebagai persoalan biasa. Toh, saya pun masih dapat mengontrol mereka kalau dalam konteks berkelompok.

Nah, yg jadi maksud dari tulisan ini adalah saya harap mengajak kawan-kawan mahasiswa, bahwasannya ketika jadi mahasiswa, harusnya kita dapat proporsional saat mengikuti kegiatan di luar perkuliahan. Jadi, sebelum membaca lebih lanjut, saya tegaskan terlebih dahulu, kalau tulisan ini cuma untuk kalian yg benar-benar harap jadi mahasiswa autentik. Kalau tidak, ya silakanskip. Okey

Apa sih mahasiswa autentik?

Bagi saya, mahasiswa autentik itu adalah mereka yg benar-benar asli dalam praktiknya. Dengan mengatakan lain, apapaun peraturan, prinsip-prinsip, yg ada di perkuliahan dalam membentuk personalitas mahasiswa, ya kita harus mengerjakannya secara konsisten. Tidak serta-merta mengikuti kegiatan di luar kuliah, lantas prinsip kegiatan di luar perkuliahan itu menganggu prinsip seorang mahasiswa.

Saya sendiri heran ketika mereka ditanya dosen tentang mengapa tidak mengerjakan tugas, tidak masuk kelas, enggan serius nugas kelompok, itu sering kali berasalan, Maaf, Pak/Bu, kemarin jamnya tabrakan dengan jam kerja.""Maaf, Pak/Bu, kemarin tidak mengerjakan tugas karena jadwal padat berorganisasi.

Sempat saya berpikir, sebenarnya mereka tujuan utama masuk universitas itu buat kerja apa buat kuliah, sih? Mereka itu apakah masuk universitas tujuan utamanya berorganisasi, lalu bonusnya kuliah?. Kalau begitu yah menurut saya jadi terbalik logikannya.

Bukan berarti saya mengharamkan tentang mengikuti kegiatan di luar perkuliahan. Saya sendiri pun ada kesibukan di luar perkuliahan. Akan tetapi, cobalah kita sebagai makhluk yg dianugerahi akal itu untuk berpikir lebih bijak lagi. Pahami lebih dalam bukti diri kita, berperilaku konsisten dengan bukti diri kita. Awal masuk universitas, kita ini siapa, sih? Dengan melekatnya bukti diri mahasiswa, kedepannya itu harus ngapain, sih?

Kalau memutuskan untuk ikut organisasi, bekerja paruh waktu, atau apapun di luar kegiatan berkuliah, sebaiknya kita pertimbangkan dahulu matang-matang. Apakah ke-depannya kegiatan di luar tidak mengganggu kegiatan kuliah? Apakah kegiatan di luar ini turut mendukung kita sebagai mahasiswa? Bagaimana kalau nanti kegiatan di luar mengganggu kegiatan kita di dalam perkuliahan? Pertimbangan-pertimbangan semacam itu bagi saya sudah semestinya diaktualisasikan supaya kemudian kita sanggup untuk menghadapi kemungkinan yg akan terjadi.

Sebab, banyak dari mereka yg sumpek karena dibenturkan dengan kegiatan berkuliah & di luar kuliah. Menurut saya, hal itu lagi-lagi ya karena ketidakmampuan & ketidaksiapan mereka dalam menghadapi dua kegiatan tersebut. Mungkin pikirnya,"Ah, ikut organisasi mah gampang, tinggal mau apa tidak." "Ah, kerja mah, enak, dapat buat biaya tambahan & uang saku kuliah."Ya, memang enak, tinggal mau apa tidak, gitu aja. Tapi, di balik itu, ya kita harus tahu dulu, mengapa kita mau, kita harus kritis dengan alasan tindakan kita sendiri. Karena alasan & keputusan yg kita ambil itu nantinya akan berpengaruh bagi kehidupan kita ke-depannya.

Bukan berarti kita tidak autentik ketika mengikuti kegiatan di luar kuliah. Tapi yg dimaksud adalah bagaimana sih kita sebagai mahasiswa menempatkan porsi kegiatan kuliah dengan kegiatan di luar kuliah itu secara proporsional. Proporsional kan artinya seimbang, tidak ketimpangan. Kalau melihat paparan saya di atas tadi, bahwa mahasiswa autentik itu adalah konsistensi kita menjalani prinsip-prinsip perkuliahan. Maka untuk dapat autentik, jangan hingga kegiatan di luar perkuliahan itu mendistraksi prinsip-prinsip kita sebagai mahasiswa.

Kalau kita sudah memahami porsi & proporsinya, saya pikir kita tidak akan mengeluarkan alasan-alasan seperti tabrakan jam kerja atau jadwal padat berorganisasi. Itu bukan alasan yg logis menurut saya. Karena itu adalah urusan di luar perkuliahan, bukan termasuk urusan di dalam perkuliahan.

Demikian paparan tentang mahasiswa autentik. Saya tidak bermaksud yg jelek-jelek, apalagi mempengaruhi kawan-kawan buat tidak ikut kegiatan di luar kuliah. Tidak sama sekali. Namun maksud saya adalah mengajak untuk konsisten dalam menjalani prinsip kehidupan. Karena kalau sedari mahasiswa saja kita sudah tidak konsisten, bagaimana kita ke-depannya menjalani kehidupan yg sebenarnya.


Tulisan ini ditulis oleh Achmad Fauzan Syaikhoni diCangkemanpada tanggal 17 Mei 2022. Hari ini 02:44
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.