roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Jumat, 14 November 2008 | 15:27 WIB
Kalla Tak Tahu Ada Monster Air di Ancol
JAKARTA, JUMAT — Fenomena monster air di Ancol yang gencar beredar di internet dan sejumlah media ternyata sama sekali belum diketahui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pasalnya, monster air terlihat dari rekaman berdurasi 3.16 menit itu belum dilaporkan "pembisik" yang berada di sekitar Kalla.
"Saya belum dengar itu. Terima kasih infonya," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla menyikapi pertanyaan perihal gerombolan makhluk kecil di tepi pantai yang melahap habis bangkai ikan segar dalam waktu singkat, layaknya ikan piranha.
Ditemui di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (14/11), mantan Menko Kesra itu lebih lanjut mengaku akan mengecek pemberitaan perihal monster air di Ancol yang disebut-sebut bakal menghantui pengunjung taman hiburan Ancol. "Nanti saya cek," katanya.
Jangan Remehkan "Monster Ancol"
umat, 14 November 2008 | 05:29 WIB
JAKARTA, JUMAT — Beredarnya video monster air di Pantai Ancol, Jakarta Utara, membuat sejumlah warga resah. Mereka minta kepada pengelola Ancol untuk segera mengambil tindakan dan tidak perlu menunggu jatuhnya korban dari kalangan pengunjung Ancol.
Sejumlah pengunjung Pantai Bende, Ancol, yang ditemui Warta Kota, Kamis (13/11), mengaku belum melihat video ”Monster Ancol” yang beredar di internet. Meski demikian, menurut mereka, bila makhluk pemangsa daging itu benar-benar ada, pengelola Ancol harus segera mengambil tindakan. ”Kalau betul makhluk itu ada, pihak Ancol harus cepat bertindak supaya kita enggak waswas,” ungkap Sandy (34), pengunjung Pantai Bende.
Warga Kelapa Gading itu menambahkan, sekecil apa pun informasi tentang hal-hal yang bisa menggangu kenyamanan pengunjung Ancol, pengelola tempat wisata harus mengambil sikap. ”Jangan menunggu ada insiden,” ujarnya.
Pengunjung Ancol lainnya, Ny Imelda (29), juga mengaku khawatir tentang monster rakus tersebut. Warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini mengharapkan pengelola Ancol segera bertindak untuk menyelidiki kabar tersebut. ”Jangan anggap enteng,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, di internet beredar video ”Monster Ancol”. Video berdurasi sekitar tiga menit itu memperlihatkan adegan seseorang melempar bangkai ikan ke air. Beberapa saat kemudian, ratusan binatang sebesar lebah madu menggerogoti bangkai ikan itu dengan rakus dan menyisakan durinya saja.
Dari percakapan yang melatari video tersebut, salah seorang di antaranya mengatakan bahwa binatang pemangsa bangkai ikan itu adalah kutu air. Binatang tersebut sangat peka terhadap bau daging dan darah.
Munculnya video ”Monster Ancol” telah diketahui PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Ancol. Sofia Cakti, Corporate Communication Manager, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah binatang pemakan daging yang ada di video di internet tersebut benar-benar ada atau tidak.
Hingga kemarin, sejak video itu beredar, pengelola Ancol senantiasa mengumpulkan informasi dari para nelayan dan awak perahu wisata di Pantai Ancol. Selain itu, para nelayan dan awak perahu wisata juga tidak menemukan hal-hal yang aneh di perairan Ancol. ”Mereka yang gemar memancing di Ancol ataupun petugas kebersihan di Pantai Ancol juga heran dengan kabar itu,” ujar Sofia, kemarin.
Pengelola Ancol, ujar Sofia, secara rutin melakukan pemeriksaan air laut. Bahkan, pada musim hujan pemeriksaan bisa sampai empat kali dalam sehari. ”Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan warna air, salinitas, PH, amonia, ataupun nitrite. Pemeriksaan dilakukan dua kali dalam satu hari,” katanya. (GUS)
Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
Kamis, 13 November 2008 | 22:46 WIB
JAKARTA, KAMIS - Heboh monster air di Ancol beredar di Internet. Dalam video yang direkam dengan terencana berdurasi 3.16 menit, ditampilkan bagaimana gerombolan makhluk kecil di tepi pantai menghabiskan bangkai ikan segar dalam waktu singkat layaknya seekor piranha.
Rekaman yang dibuat Bocah Petualang Production ini diambil pada malam hari. Adegan dimulai dengan melemparkan seekor bangkai ikan ke air. Spontan makhluk-makhluk kecil yang berjalan cepat mengelilingi bangkai tersebut dan mulai mencernanya secara berkoloni. Untuk melepaskan makhluk-makhluk tersebut dari bangkai yang tersisa terlihat sulit bahkan dengan api dari tetesan sedotan yang dibakar.
Ketika dikonfirmasi tentang kabar tersebut, pihak pengelola tempat hiburan Taman Impian Jaya Ancol membantah tentang adanya sejenis ikan ganas mirip Piranha di perairan Ancol, Jakarta Utara. Namun, pihak pengelola menyatakan akan melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Tidak ada pengunjung Ancol yang diserang. Kita tidak tahu itu jenis ikan apa. Tapi kita akan cari tahu," kata Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol, Sofia Cakti di Jakarta, Kamis (13/11). Hal tersebut dikemukakan Sofia menanggapi maraknya isu bahwa makhluk tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan manusia, khususnya yang berlibur di sekitar pantai Ancol.
Menurut Sofia, informasi tentang monster air tersebut diragukan kebenarannya. Selain tidak ada laporan resmi tentang makhluk tersebut, juga tidak pernah ada satu pun yang pernah menjadi korban. Kendati demikian, ungkapnya, pihak Taman Impian Jaya Ancol akan melakukan pemeriksaan di lapangan.
Salah satu upaya yang telah dilakukan di antaranya melakukan pengukuran PH kawasan tepi pantai di sepanjang pesisir Ancol. "Sekaligus itu inspeksi rutin. Kami bekerjasama dengan Badan Pengawasan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)," tambah Sofia.
Sementara itu dari teks yang menyertai video tentang ikan ganas di YouTube menyebutkan, para nelayan di perairan Ancol menamai jenis ikan kecil namun ganas itu sebagai 'Kutu Air'. Dalam Wikipedia disebutkan bahwa sebagian kutu air (water flea) memang memengsa serpihan bangkai meski umumnya makan plankton dan alga.
Kalla Tak Tahu Ada Monster Air di Ancol
JAKARTA, JUMAT — Fenomena monster air di Ancol yang gencar beredar di internet dan sejumlah media ternyata sama sekali belum diketahui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pasalnya, monster air terlihat dari rekaman berdurasi 3.16 menit itu belum dilaporkan "pembisik" yang berada di sekitar Kalla.
"Saya belum dengar itu. Terima kasih infonya," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla menyikapi pertanyaan perihal gerombolan makhluk kecil di tepi pantai yang melahap habis bangkai ikan segar dalam waktu singkat, layaknya ikan piranha.
Ditemui di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (14/11), mantan Menko Kesra itu lebih lanjut mengaku akan mengecek pemberitaan perihal monster air di Ancol yang disebut-sebut bakal menghantui pengunjung taman hiburan Ancol. "Nanti saya cek," katanya.
Jangan Remehkan "Monster Ancol"
umat, 14 November 2008 | 05:29 WIB
JAKARTA, JUMAT — Beredarnya video monster air di Pantai Ancol, Jakarta Utara, membuat sejumlah warga resah. Mereka minta kepada pengelola Ancol untuk segera mengambil tindakan dan tidak perlu menunggu jatuhnya korban dari kalangan pengunjung Ancol.
Sejumlah pengunjung Pantai Bende, Ancol, yang ditemui Warta Kota, Kamis (13/11), mengaku belum melihat video ”Monster Ancol” yang beredar di internet. Meski demikian, menurut mereka, bila makhluk pemangsa daging itu benar-benar ada, pengelola Ancol harus segera mengambil tindakan. ”Kalau betul makhluk itu ada, pihak Ancol harus cepat bertindak supaya kita enggak waswas,” ungkap Sandy (34), pengunjung Pantai Bende.
Warga Kelapa Gading itu menambahkan, sekecil apa pun informasi tentang hal-hal yang bisa menggangu kenyamanan pengunjung Ancol, pengelola tempat wisata harus mengambil sikap. ”Jangan menunggu ada insiden,” ujarnya.
Pengunjung Ancol lainnya, Ny Imelda (29), juga mengaku khawatir tentang monster rakus tersebut. Warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini mengharapkan pengelola Ancol segera bertindak untuk menyelidiki kabar tersebut. ”Jangan anggap enteng,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, di internet beredar video ”Monster Ancol”. Video berdurasi sekitar tiga menit itu memperlihatkan adegan seseorang melempar bangkai ikan ke air. Beberapa saat kemudian, ratusan binatang sebesar lebah madu menggerogoti bangkai ikan itu dengan rakus dan menyisakan durinya saja.
Dari percakapan yang melatari video tersebut, salah seorang di antaranya mengatakan bahwa binatang pemangsa bangkai ikan itu adalah kutu air. Binatang tersebut sangat peka terhadap bau daging dan darah.
Munculnya video ”Monster Ancol” telah diketahui PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Ancol. Sofia Cakti, Corporate Communication Manager, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah binatang pemakan daging yang ada di video di internet tersebut benar-benar ada atau tidak.
Hingga kemarin, sejak video itu beredar, pengelola Ancol senantiasa mengumpulkan informasi dari para nelayan dan awak perahu wisata di Pantai Ancol. Selain itu, para nelayan dan awak perahu wisata juga tidak menemukan hal-hal yang aneh di perairan Ancol. ”Mereka yang gemar memancing di Ancol ataupun petugas kebersihan di Pantai Ancol juga heran dengan kabar itu,” ujar Sofia, kemarin.
Pengelola Ancol, ujar Sofia, secara rutin melakukan pemeriksaan air laut. Bahkan, pada musim hujan pemeriksaan bisa sampai empat kali dalam sehari. ”Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan warna air, salinitas, PH, amonia, ataupun nitrite. Pemeriksaan dilakukan dua kali dalam satu hari,” katanya. (GUS)
Monster Aneh di Ancol Beredar di YouTube
Kamis, 13 November 2008 | 22:46 WIB
JAKARTA, KAMIS - Heboh monster air di Ancol beredar di Internet. Dalam video yang direkam dengan terencana berdurasi 3.16 menit, ditampilkan bagaimana gerombolan makhluk kecil di tepi pantai menghabiskan bangkai ikan segar dalam waktu singkat layaknya seekor piranha.
Rekaman yang dibuat Bocah Petualang Production ini diambil pada malam hari. Adegan dimulai dengan melemparkan seekor bangkai ikan ke air. Spontan makhluk-makhluk kecil yang berjalan cepat mengelilingi bangkai tersebut dan mulai mencernanya secara berkoloni. Untuk melepaskan makhluk-makhluk tersebut dari bangkai yang tersisa terlihat sulit bahkan dengan api dari tetesan sedotan yang dibakar.
Ketika dikonfirmasi tentang kabar tersebut, pihak pengelola tempat hiburan Taman Impian Jaya Ancol membantah tentang adanya sejenis ikan ganas mirip Piranha di perairan Ancol, Jakarta Utara. Namun, pihak pengelola menyatakan akan melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Tidak ada pengunjung Ancol yang diserang. Kita tidak tahu itu jenis ikan apa. Tapi kita akan cari tahu," kata Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol, Sofia Cakti di Jakarta, Kamis (13/11). Hal tersebut dikemukakan Sofia menanggapi maraknya isu bahwa makhluk tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan manusia, khususnya yang berlibur di sekitar pantai Ancol.
Menurut Sofia, informasi tentang monster air tersebut diragukan kebenarannya. Selain tidak ada laporan resmi tentang makhluk tersebut, juga tidak pernah ada satu pun yang pernah menjadi korban. Kendati demikian, ungkapnya, pihak Taman Impian Jaya Ancol akan melakukan pemeriksaan di lapangan.
Salah satu upaya yang telah dilakukan di antaranya melakukan pengukuran PH kawasan tepi pantai di sepanjang pesisir Ancol. "Sekaligus itu inspeksi rutin. Kami bekerjasama dengan Badan Pengawasan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)," tambah Sofia.
Sementara itu dari teks yang menyertai video tentang ikan ganas di YouTube menyebutkan, para nelayan di perairan Ancol menamai jenis ikan kecil namun ganas itu sebagai 'Kutu Air'. Dalam Wikipedia disebutkan bahwa sebagian kutu air (water flea) memang memengsa serpihan bangkai meski umumnya makan plankton dan alga.