notia
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 8464
- Sejak
- 4 Nov 2006
- Pesan
- 8.004
- Nilai reaksi
- 474
- Poin
- 83
GILIRAN PENIPU LEWAT ATM… KENA TIPU…!!!
Ketemu batunya!!! Ini rada panjang sih tapi baca deh, asli seru nih
orang
jail dan pinter bgt...
DEAR PRENS;
Just sharing cerita lucu aja mengenai penipuan lewat SMS yang semakin
canggih.
Kejadiannya sekitar bulan lalu (February 2006), kebetulan gue ngiklanin
jual mobil lewat internet (*******). Kira-kira 3 hari iklan
dipasang mendadak pagi-pagi sekitar jam 8 gue ditelpon oleh seorang
laki-laki (No HPnya : 0813-822-86473 atau 0813-222-68975). Karena
diiklan gue tulis harga mobil gue 95 juta orang tersebut yang selalu
menyebut nama dirinya Haji Bambang mengatakan bahwa dia ada di proyek
di
Surabaya dan dia tertarik untuk membelikan mobil tersebut untuk
istrinya
dan dia bilang sanggup bayar 90 juta rupiah.
Gue bilang, mending Pak Bambang itu kirim istrinya atau orang yang dia
percaya untuk liat kondisi barang dulu, tapi dia bilang 100% percaya
kondisi mobil bagus sesuai diiklankan dan sesuai dengan photo kendaraan
diinternet tersebut.
Akhirnya gue setuju dengan penawaran dia 90 juta dengan syarat nomor
gue
(kebetulan cuma 2 angka dan 1 huruf) sama setir momo gue ambil; dan dia
setuju.
Abis gitu dia minta gue sms nomor account bunk gue karena dia mau
langsung
bayar DP 30% (katanya supaya mobil gak diambil orang lain) atau
Rp. 30 juta kerekening gue hari itu juga.
Gue mulai curiga dan mulai menganailis, kenapa orang demikian mudah mau
beli kucing dalam karung karena belum liat barangnya? Emotional
mendapat
duit langsung 30 juta untungnya dikalahkan akal sehat gue. Pasti ada
yang
gak bener nich... Cuma begonya gue udah terlanjur kasih nama jelas, dan
kirim SMS nonmor account bunk gue kebedebah ini...
Buru-buru gue cari bunk BCA terdekat dan kuras semua duit gue (cuma
tinggalin 50 ribu perak, he,he,he...)
Bener juga, gak lama kemudian si bedebah yang mengaku bernama Haji
ambang
itu telpon gue lagi, dia bilang karena bunk gue BCA dan dia
member BCA Internet Banking maka dia mau cocokan data gue dengan
petugas
BCA supaya gak salah alamat kirim (masuk akal kan alasannya...???).
Gue diminta segera ke ATM BCA terdekat dan segera hubungi bedebah ini
begitu sampai didepan ATM BCA. Maka buru-buru gue lari ke ATM BCA
terdekat dan telepon dia. Kejadian detailnya kiraa-kira begini :
Gue: Pak Bambang, saya sudah cek di ATM saya; kenapa kok belum masuk 30
juta dari Bapak???
Bambang: Oh, pasti belum pak; karena saya harus cocokan dulu nomor
rekening
bapak dengan petugas dari BCA Pusat Jakarta. Oh iya,
berapa saldo rekening bapak saat ini supaya bapak bisa cek apakah sudah
masuk atau belum transfer saya...???
Gue: Langsung masukan ATM dan masuk kemenu saldo. Dengan tegas gue
bilang :
Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah… (sambil senyum-senyum karena dilayar duit gue cuma 50 ribu
perak)
Bambang : Oh. OK Pak, jangan ditutup dulu, saya akan teleconference
dengan
petugas BCA. Kemudian dia pencet nomor-nomor dari HPnya dan
tersambung
dengan seseorang yang mengaku petugas BCA (ini real teleconference).
Petugas BCA: Ada yang saya bisa bantu pak??? Kemudian Pak Bambang
berbicara
dengan sepengetahuan saya agar petugas BCA memandu saya untuk
mendapatkan
transfer uang dari rekening Haji Bambang.
Petugas BCA: Pak Henry, anda sudah berada di depan ATM BCA??? Coba
silahkan
masukan kartu bapak ke ATM dan masukan kode rahasia/PIN
bapak.
Gue: Sudah pak (sambil masukan ATM dan ketik PIN asli gue).
Petugas BCA: Karena kita mau transfer kerekening bapak maka bapak harus
masuk kemenu transfer (he,he,he… pinter yach orang ini menggiring
orang
lain masuk perangkap. Kalau masuk kesini kan artinya gue yang harus
transfer kerekening orang lain...????)
Gue: Sudah pak, saya sudah masuk menu transfer. Apalagi yang saya harus
lakukan???
Petugas BCA: Bapak ketik kode rahasia: 195 213 474 (gue catet angka ini
yang sebenernya nominal transfer gue kerekening sibedebah).
Tapi yang gue lakukan gue ketik 10 000 (sepuluh ribu perak). Apalagi
pak?
Kara gue...
Petugas BCA: masukkan nomor rekening klien kami 2291484362 kemudian
tekan
oke.
Gue: sudah saya lakukan pak (terlihat dilayar nama RUDY WIJAYA norek
BCA :
2291484362 dan transfer sejumlah Rp.10,000 (bukan Rp.
194,213,474 seperti yang dia instruksikan)
Petugas BCA: segera tekan OK pak...
Gue: Sudah Pak...
Petugas BCA: bapak segera masuk kemenu pulsa isi ulang dan tekan
simpati
Gue: Sudah pak (tapi gue masuk ke menu Indosat untuk isis ulang pulsa
bini
gue, he,he,he....)
Petugas BCA (dengan semangat 45!!!): Tekan 500,000 pak
Gue: Sudah pak (padahal gue cuma masuk Rp. 100,000 karena bini gak pake
pulsa banyak sebulan).
Tiba-tiba telepon terputus…
Dengan tenang gue ambil bukti transfer untuk bukti gue lapor ke BCA
atau
kekepolisian (struk transfer BCA no rek : 2291484362 a/n Rudy Wijaya).
Gue segera kekantor cabang BCA dan melapor bahwa gue dirugikan walaupun
cuma Rp. 10,000,- tapi ada bukti transfer ditangan gue...
Gobloknya petugas BCA belagak pilon dan minta gue biukin laporan dulu
kepolisi karena mereka gak bisa kerja tanpa itu. Ceritanya sama dengan
operator telepon selular yang belagak pilon kalau ada korban yang
melapor
ditipu dari nomor tertentu…
Cuma karena gue udah tau bakal begini yach udah, gue yakin 100%
sibedebah
pasti telpon balik lagi kegue begitu dia liat cuma dapet Rp.
10,000,--- (ha, ha, ha...)
Betul juga, hari itu sibedebah telepon gue 20x tanpa gue angkat karena
gue
banyak kerjaan.
Pada hari ketiga baru gue angkat telponnya dan terjadilah kejadian lucu
dibawah ini:
Gue: Yach Pak Bambang, kenapa terputus waktu kemarin??? Saya udah
siapkan
kwitansi untuk Bapak sejumlah Rp. 30 juta. Saya harus
kirim kemana yach…???
Bambang: Wah, salah dikami pak. Rekening saya belum terdebet
kerekening
bapak…???
Gue: Mosok sich Pak...??? Yang saya tau rekening saya sekarang ada 800
juta lebih, saya kira bapak sudah transfer kesaya…
Bambang: Belum pak (dengan semangat 45...!!!) Apa bapak bisa segera ke
ATM
BCA untuk bisa dapat 30 juta dari saya...???
Gue: Sebenernya bapak ada dimana sich...??? Saya kebetulan ada di
Surabaya
sekarang dan saya bsia ketemu bapak untuk kasih kwitansi...
Bambang: Saya disurabaya pak... tapi tolong bapak segera ke ATM BCA
saja
sekarang.
Gue (dengan tenang): Kalau didata kami bapak sich tidak kemana-kemana
satu
minggu ini, bapak hanya ada di Jakarta saja… Jadi
silahkan bapak tunggu kami untuk menjemput bapak dan kawanan bapak
untuk
bisa menginap gratis dikantor kami BARESKRIM POLDA METRO JAYA…
Bambang: Langsung tutup telpon dan sampai detik ini tidak pernah aktif
lagi
telpon selularnya...
Mungkin bisa share buat yang mau kena tipu, kalau kita tenang maka
gantian
kita yang bisa menipu mereka… Ha,ha,ha, Rugi 10
ribu perak tapi gue puas benget bisa menipu para penipu...
Cerita dari; Henry
Ketemu batunya!!! Ini rada panjang sih tapi baca deh, asli seru nih
orang
jail dan pinter bgt...
DEAR PRENS;
Just sharing cerita lucu aja mengenai penipuan lewat SMS yang semakin
canggih.
Kejadiannya sekitar bulan lalu (February 2006), kebetulan gue ngiklanin
jual mobil lewat internet (*******). Kira-kira 3 hari iklan
dipasang mendadak pagi-pagi sekitar jam 8 gue ditelpon oleh seorang
laki-laki (No HPnya : 0813-822-86473 atau 0813-222-68975). Karena
diiklan gue tulis harga mobil gue 95 juta orang tersebut yang selalu
menyebut nama dirinya Haji Bambang mengatakan bahwa dia ada di proyek
di
Surabaya dan dia tertarik untuk membelikan mobil tersebut untuk
istrinya
dan dia bilang sanggup bayar 90 juta rupiah.
Gue bilang, mending Pak Bambang itu kirim istrinya atau orang yang dia
percaya untuk liat kondisi barang dulu, tapi dia bilang 100% percaya
kondisi mobil bagus sesuai diiklankan dan sesuai dengan photo kendaraan
diinternet tersebut.
Akhirnya gue setuju dengan penawaran dia 90 juta dengan syarat nomor
gue
(kebetulan cuma 2 angka dan 1 huruf) sama setir momo gue ambil; dan dia
setuju.
Abis gitu dia minta gue sms nomor account bunk gue karena dia mau
langsung
bayar DP 30% (katanya supaya mobil gak diambil orang lain) atau
Rp. 30 juta kerekening gue hari itu juga.
Gue mulai curiga dan mulai menganailis, kenapa orang demikian mudah mau
beli kucing dalam karung karena belum liat barangnya? Emotional
mendapat
duit langsung 30 juta untungnya dikalahkan akal sehat gue. Pasti ada
yang
gak bener nich... Cuma begonya gue udah terlanjur kasih nama jelas, dan
kirim SMS nonmor account bunk gue kebedebah ini...
Buru-buru gue cari bunk BCA terdekat dan kuras semua duit gue (cuma
tinggalin 50 ribu perak, he,he,he...)
Bener juga, gak lama kemudian si bedebah yang mengaku bernama Haji
ambang
itu telpon gue lagi, dia bilang karena bunk gue BCA dan dia
member BCA Internet Banking maka dia mau cocokan data gue dengan
petugas
BCA supaya gak salah alamat kirim (masuk akal kan alasannya...???).
Gue diminta segera ke ATM BCA terdekat dan segera hubungi bedebah ini
begitu sampai didepan ATM BCA. Maka buru-buru gue lari ke ATM BCA
terdekat dan telepon dia. Kejadian detailnya kiraa-kira begini :
Gue: Pak Bambang, saya sudah cek di ATM saya; kenapa kok belum masuk 30
juta dari Bapak???
Bambang: Oh, pasti belum pak; karena saya harus cocokan dulu nomor
rekening
bapak dengan petugas dari BCA Pusat Jakarta. Oh iya,
berapa saldo rekening bapak saat ini supaya bapak bisa cek apakah sudah
masuk atau belum transfer saya...???
Gue: Langsung masukan ATM dan masuk kemenu saldo. Dengan tegas gue
bilang :
Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu
Rupiah… (sambil senyum-senyum karena dilayar duit gue cuma 50 ribu
perak)
Bambang : Oh. OK Pak, jangan ditutup dulu, saya akan teleconference
dengan
petugas BCA. Kemudian dia pencet nomor-nomor dari HPnya dan
tersambung
dengan seseorang yang mengaku petugas BCA (ini real teleconference).
Petugas BCA: Ada yang saya bisa bantu pak??? Kemudian Pak Bambang
berbicara
dengan sepengetahuan saya agar petugas BCA memandu saya untuk
mendapatkan
transfer uang dari rekening Haji Bambang.
Petugas BCA: Pak Henry, anda sudah berada di depan ATM BCA??? Coba
silahkan
masukan kartu bapak ke ATM dan masukan kode rahasia/PIN
bapak.
Gue: Sudah pak (sambil masukan ATM dan ketik PIN asli gue).
Petugas BCA: Karena kita mau transfer kerekening bapak maka bapak harus
masuk kemenu transfer (he,he,he… pinter yach orang ini menggiring
orang
lain masuk perangkap. Kalau masuk kesini kan artinya gue yang harus
transfer kerekening orang lain...????)
Gue: Sudah pak, saya sudah masuk menu transfer. Apalagi yang saya harus
lakukan???
Petugas BCA: Bapak ketik kode rahasia: 195 213 474 (gue catet angka ini
yang sebenernya nominal transfer gue kerekening sibedebah).
Tapi yang gue lakukan gue ketik 10 000 (sepuluh ribu perak). Apalagi
pak?
Kara gue...
Petugas BCA: masukkan nomor rekening klien kami 2291484362 kemudian
tekan
oke.
Gue: sudah saya lakukan pak (terlihat dilayar nama RUDY WIJAYA norek
BCA :
2291484362 dan transfer sejumlah Rp.10,000 (bukan Rp.
194,213,474 seperti yang dia instruksikan)
Petugas BCA: segera tekan OK pak...
Gue: Sudah Pak...
Petugas BCA: bapak segera masuk kemenu pulsa isi ulang dan tekan
simpati
Gue: Sudah pak (tapi gue masuk ke menu Indosat untuk isis ulang pulsa
bini
gue, he,he,he....)
Petugas BCA (dengan semangat 45!!!): Tekan 500,000 pak
Gue: Sudah pak (padahal gue cuma masuk Rp. 100,000 karena bini gak pake
pulsa banyak sebulan).
Tiba-tiba telepon terputus…
Dengan tenang gue ambil bukti transfer untuk bukti gue lapor ke BCA
atau
kekepolisian (struk transfer BCA no rek : 2291484362 a/n Rudy Wijaya).
Gue segera kekantor cabang BCA dan melapor bahwa gue dirugikan walaupun
cuma Rp. 10,000,- tapi ada bukti transfer ditangan gue...
Gobloknya petugas BCA belagak pilon dan minta gue biukin laporan dulu
kepolisi karena mereka gak bisa kerja tanpa itu. Ceritanya sama dengan
operator telepon selular yang belagak pilon kalau ada korban yang
melapor
ditipu dari nomor tertentu…
Cuma karena gue udah tau bakal begini yach udah, gue yakin 100%
sibedebah
pasti telpon balik lagi kegue begitu dia liat cuma dapet Rp.
10,000,--- (ha, ha, ha...)
Betul juga, hari itu sibedebah telepon gue 20x tanpa gue angkat karena
gue
banyak kerjaan.
Pada hari ketiga baru gue angkat telponnya dan terjadilah kejadian lucu
dibawah ini:
Gue: Yach Pak Bambang, kenapa terputus waktu kemarin??? Saya udah
siapkan
kwitansi untuk Bapak sejumlah Rp. 30 juta. Saya harus
kirim kemana yach…???
Bambang: Wah, salah dikami pak. Rekening saya belum terdebet
kerekening
bapak…???
Gue: Mosok sich Pak...??? Yang saya tau rekening saya sekarang ada 800
juta lebih, saya kira bapak sudah transfer kesaya…
Bambang: Belum pak (dengan semangat 45...!!!) Apa bapak bisa segera ke
ATM
BCA untuk bisa dapat 30 juta dari saya...???
Gue: Sebenernya bapak ada dimana sich...??? Saya kebetulan ada di
Surabaya
sekarang dan saya bsia ketemu bapak untuk kasih kwitansi...
Bambang: Saya disurabaya pak... tapi tolong bapak segera ke ATM BCA
saja
sekarang.
Gue (dengan tenang): Kalau didata kami bapak sich tidak kemana-kemana
satu
minggu ini, bapak hanya ada di Jakarta saja… Jadi
silahkan bapak tunggu kami untuk menjemput bapak dan kawanan bapak
untuk
bisa menginap gratis dikantor kami BARESKRIM POLDA METRO JAYA…
Bambang: Langsung tutup telpon dan sampai detik ini tidak pernah aktif
lagi
telpon selularnya...
Mungkin bisa share buat yang mau kena tipu, kalau kita tenang maka
gantian
kita yang bisa menipu mereka… Ha,ha,ha, Rugi 10
ribu perak tapi gue puas benget bisa menipu para penipu...
Cerita dari; Henry


