rakditz
IndoForum Senior D
- No. Urut
- 94
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 4.385
- Nilai reaksi
- 123
- Poin
- 63
Saya pergi makan malam bersama beberapa teman kantor di sebuah restoran
yang kabarnya cukup laris di daerah Belawan - Medan (untuk yang belum
tahu, di Medan ada yang dinamakan daerah pelabuhan Belawan )
Saat memesan makanan, saya perhatikan pelayan yang melayani kami membawa
sepasang sendok di saku bajunya. Sedikit aneh,tapi saya tidak begitu
peduli.
Namun, saat pesanan kami mulai diantar, saya melihat pelayan lain membawa
pula sepasang sendok disaku bajunya. Saya jadi tertarik untuk melihat
sekeliling dan ternyata memang benar dugaan saya, semua pelayan restoran
tersebut membawa sepasang sendok di saku baju masing-masing.
Saya jadi ingin bertanya. "Mas kenapa semua pelayan di sini membawa
sepasang sendok di sakunya?" tanya saya yang kepada pelayan datang membawa
sepiring sate.
"Oh begini mas," jawab si pelayan, "pemilik restoran ini memutuskan untuk
menyewa And****(sensor) Consulting, ahli dalam hal analisa efisiensi kerja, untuk
memperbaiki kinerja di restoran ini. Setelah mereka analisa selama
beberapa bulan, mereka menyimpulkan bahwa pelanggan restoran ini
menjatuhkan sendok makan mereka sebanyak 73,84 persen lebih sering
dibandingkan peralatan makan lain yang ada dimeja.
Menurut And**** Consulting, itu berarti rata rata 3 pelanggan menjatuhkan
sendok per meja setiap jamnya. Jika saja semua karyawan restoran
mengantisipasi hal itu,berarti kita bisa mengurangi waktu yang terbuang
untuk pulang pergi ke dapur mengambil sendok pengganti dan menghemat
waktu 1,5 jam waktu kerja per-shift."
Saking kagumnya dengan penjelasan si pelayan, tanpa sengaja saya
menyenggol salah satu sendok yang ada di meja. Segera saja si pelayan
mengambil gantinya dari saku baju sambil berujar, "Betul kan Pak, saya
tidak harus pergi ke dapur sekarang untuk mengambil sendok pengganti untuk
Bapak!"
Saya hanya bisa melongo dengan kejadian itu.
Tapi, kisah belum berakhir di situ. Ketika pelayan lain menghidangkan
pesanan tambahan, saya tetap memperhatikan sekeliling dan satu lagi hal
tampak aneh.
Saya perhatikan hampir semua pelayan pria memasang benang yang menyembul
diujung ritsluiting celana mereka.
Benang itu diikaitkan ke ujung kancing terbawah dari baju. Lagi lagi rasa
ingin tahu mengusik saya. Sebab, ternyata pelayan perempuan tak memakai
aksesoris benang tersebut.
Ketika si pelayan tadi datang, saya menanyakan soa benang itu. "Wah Bapak
ini orangnya perhatian sekali ya. Tidak semua pelanggan disini
memperhatikan hal-hal sedetail Bapak," puji si pelayan sedikit menggombal.
Saya hanya tersenyum kecil. Apa anehnya orang suka memperhatikan detail?
"Ini juga hasil analisa And**** Consulting Pak," katanya melanjutkan,
"Mereka menyimpulkan bahwa kami pun harus menghemat waktu yang kami
habiskan di kamar kecil ketika buang air kecil.
Dengan tali yang dikaitkan ke si "adik" ini (katanya sambil menunjuk tali
itu), kami tidak harus menggunakan tangan ketika mengeluarkannya.
Berarti kami akan terbebaskan dari keharusan membasuh tangan setelah buang
air kecil. Dan itu menghemat waktu yang terbuang di kamar kecil sebesar
25,92 persen.
Hampir tersedak saya mendengarkan penjelasan itu.
"Memang, dengan tali itu tangan jadi terbebas untuk memegang si "adik".
Tapi, bagaimana caranya untuk memasukkannya kembali ke posisi semula?"
tanya saya menyelidik.
Dengan setengah berbisik si pelayan berucap, "And***** Consulting tidak
menjelaskan secara spesifik tentang hal itu. Nggak tahu dengan yang lain ya
Pak. Tapi, kalau saya sih pakai sendok yang ada disaku baju ini."
?><:"}{+_)((**&&^^%%#$@#!@!? ??????
yang kabarnya cukup laris di daerah Belawan - Medan (untuk yang belum
tahu, di Medan ada yang dinamakan daerah pelabuhan Belawan )
Saat memesan makanan, saya perhatikan pelayan yang melayani kami membawa
sepasang sendok di saku bajunya. Sedikit aneh,tapi saya tidak begitu
peduli.
Namun, saat pesanan kami mulai diantar, saya melihat pelayan lain membawa
pula sepasang sendok disaku bajunya. Saya jadi tertarik untuk melihat
sekeliling dan ternyata memang benar dugaan saya, semua pelayan restoran
tersebut membawa sepasang sendok di saku baju masing-masing.
Saya jadi ingin bertanya. "Mas kenapa semua pelayan di sini membawa
sepasang sendok di sakunya?" tanya saya yang kepada pelayan datang membawa
sepiring sate.
"Oh begini mas," jawab si pelayan, "pemilik restoran ini memutuskan untuk
menyewa And****(sensor) Consulting, ahli dalam hal analisa efisiensi kerja, untuk
memperbaiki kinerja di restoran ini. Setelah mereka analisa selama
beberapa bulan, mereka menyimpulkan bahwa pelanggan restoran ini
menjatuhkan sendok makan mereka sebanyak 73,84 persen lebih sering
dibandingkan peralatan makan lain yang ada dimeja.
Menurut And**** Consulting, itu berarti rata rata 3 pelanggan menjatuhkan
sendok per meja setiap jamnya. Jika saja semua karyawan restoran
mengantisipasi hal itu,berarti kita bisa mengurangi waktu yang terbuang
untuk pulang pergi ke dapur mengambil sendok pengganti dan menghemat
waktu 1,5 jam waktu kerja per-shift."
Saking kagumnya dengan penjelasan si pelayan, tanpa sengaja saya
menyenggol salah satu sendok yang ada di meja. Segera saja si pelayan
mengambil gantinya dari saku baju sambil berujar, "Betul kan Pak, saya
tidak harus pergi ke dapur sekarang untuk mengambil sendok pengganti untuk
Bapak!"
Saya hanya bisa melongo dengan kejadian itu.
Tapi, kisah belum berakhir di situ. Ketika pelayan lain menghidangkan
pesanan tambahan, saya tetap memperhatikan sekeliling dan satu lagi hal
tampak aneh.
Saya perhatikan hampir semua pelayan pria memasang benang yang menyembul
diujung ritsluiting celana mereka.
Benang itu diikaitkan ke ujung kancing terbawah dari baju. Lagi lagi rasa
ingin tahu mengusik saya. Sebab, ternyata pelayan perempuan tak memakai
aksesoris benang tersebut.
Ketika si pelayan tadi datang, saya menanyakan soa benang itu. "Wah Bapak
ini orangnya perhatian sekali ya. Tidak semua pelanggan disini
memperhatikan hal-hal sedetail Bapak," puji si pelayan sedikit menggombal.
Saya hanya tersenyum kecil. Apa anehnya orang suka memperhatikan detail?
"Ini juga hasil analisa And**** Consulting Pak," katanya melanjutkan,
"Mereka menyimpulkan bahwa kami pun harus menghemat waktu yang kami
habiskan di kamar kecil ketika buang air kecil.
Dengan tali yang dikaitkan ke si "adik" ini (katanya sambil menunjuk tali
itu), kami tidak harus menggunakan tangan ketika mengeluarkannya.
Berarti kami akan terbebaskan dari keharusan membasuh tangan setelah buang
air kecil. Dan itu menghemat waktu yang terbuang di kamar kecil sebesar
25,92 persen.
Hampir tersedak saya mendengarkan penjelasan itu.
"Memang, dengan tali itu tangan jadi terbebas untuk memegang si "adik".
Tapi, bagaimana caranya untuk memasukkannya kembali ke posisi semula?"
tanya saya menyelidik.
Dengan setengah berbisik si pelayan berucap, "And***** Consulting tidak
menjelaskan secara spesifik tentang hal itu. Nggak tahu dengan yang lain ya
Pak. Tapi, kalau saya sih pakai sendok yang ada disaku baju ini."
?><:"}{+_)((**&&^^%%#$@#!@!? ??????

