yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak meminta maaf kepada publik atas tindakan tercela yang dilakukan oleh kakaknya. Sebelumnya dua minggu lalu, kakak kandung Lee ditahan atas tuduhan menerima suap saat menjabat sebagai anggota parlemen.
Diberitakan Reuters, permintaan maaf Lee disampaikan secara langsung di televisi nasional Korsel pada Selasa 24 Juli 2012. Dia menunduk dalam tanda penyesalan atas tindakan kakaknya yang dianggap merusak citranya yang terkenal anti-korupsi.
"Saya menunduk sebagai bentuk permintaan maaf terhadap rakyat atas masalah ini. Siapa yang harus disalahkan? Ini salah saya. Saya siap menerima hukumannya," kata Lee.
Kakak Lee, Lee Sang-deuk, ditahan pada 11 Juli lalu atas tuduhan menerima suap dari bunk yang bermasalah. Mantan anggota dewan selama lima periode ini diduga menerima hingga setengah juta dolar untuk mempengaruhi proses penyelidikan.
Dua bunk tersebut, yaitu bunk Solomon dan Mirae, salah memanajemen utang sehingga nasabah yang kebanyakan berasal dari kelas menengah kehilangan uang mereka yang total jumlahnya mencapai 50 juta won atau sekitar US$400 juta.
Skandal itu juga menyeret staf-staf dekat Lee dan kawan politiknya. Tidak ayal, perilaku mereka mencoreng kinerja Lee sebagai presiden yang akan berakhir Februari tahun depan.
Diberitakan Reuters, permintaan maaf Lee disampaikan secara langsung di televisi nasional Korsel pada Selasa 24 Juli 2012. Dia menunduk dalam tanda penyesalan atas tindakan kakaknya yang dianggap merusak citranya yang terkenal anti-korupsi.
"Saya menunduk sebagai bentuk permintaan maaf terhadap rakyat atas masalah ini. Siapa yang harus disalahkan? Ini salah saya. Saya siap menerima hukumannya," kata Lee.
Kakak Lee, Lee Sang-deuk, ditahan pada 11 Juli lalu atas tuduhan menerima suap dari bunk yang bermasalah. Mantan anggota dewan selama lima periode ini diduga menerima hingga setengah juta dolar untuk mempengaruhi proses penyelidikan.
Dua bunk tersebut, yaitu bunk Solomon dan Mirae, salah memanajemen utang sehingga nasabah yang kebanyakan berasal dari kelas menengah kehilangan uang mereka yang total jumlahnya mencapai 50 juta won atau sekitar US$400 juta.
Skandal itu juga menyeret staf-staf dekat Lee dan kawan politiknya. Tidak ayal, perilaku mereka mencoreng kinerja Lee sebagai presiden yang akan berakhir Februari tahun depan.