yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
JAKARTA - Aktivis peduli anak, Kak Seto, merasa prihatin dengan lagu-lagu orang dewasa yang liriknya sengaja dibuat vulgar demi mencari keuntungan semata.
Kak Seto mencontohkan, lagu seperti Hamil Duluan milik pedangdut Tuti Wibowo sering diputar di radio atau di lapak kaki lima yang menjual CD bajakan. Hal tersebut, kata Kak Seto, akan membuat orang mudah mengingat liriknya, apalagi untuk anak-anak.
“Tentu saja, hal itu menimbulkan dampak yang negatif bagi anak-anak, apalagi apresiasinya terhadap sebuah lagu. Mereka tentu saja tidak mengerti makna lirik lagu tersebut. Jika mereka menyanyikannya dan ditanya apa maknanya, mereka tidak bisa menjawabnya, bisa saja mendapat ejekan dari lingkungan. Hal inilah yang akan berdampak pada pribadi anak,” jelas Kak Seto saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (29/2/2012).
Kak Seto juga mendukung, upaya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyoroti masalah lirik lagu yang dianggap porno. Menurutnya, selain upaya pemerintah, masyarakat juga harus ikut mendukung.
“Upaya KPI sudah bagus, sebetulnya harus ada upaya dari pemerintah juga dalam hal ini seperti Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika), dan lainnya. Tapi masyarakat juga harus berperan,” tandasnya.
okezone
Kak Seto mencontohkan, lagu seperti Hamil Duluan milik pedangdut Tuti Wibowo sering diputar di radio atau di lapak kaki lima yang menjual CD bajakan. Hal tersebut, kata Kak Seto, akan membuat orang mudah mengingat liriknya, apalagi untuk anak-anak.
“Tentu saja, hal itu menimbulkan dampak yang negatif bagi anak-anak, apalagi apresiasinya terhadap sebuah lagu. Mereka tentu saja tidak mengerti makna lirik lagu tersebut. Jika mereka menyanyikannya dan ditanya apa maknanya, mereka tidak bisa menjawabnya, bisa saja mendapat ejekan dari lingkungan. Hal inilah yang akan berdampak pada pribadi anak,” jelas Kak Seto saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (29/2/2012).
Kak Seto juga mendukung, upaya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyoroti masalah lirik lagu yang dianggap porno. Menurutnya, selain upaya pemerintah, masyarakat juga harus ikut mendukung.
“Upaya KPI sudah bagus, sebetulnya harus ada upaya dari pemerintah juga dalam hal ini seperti Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika), dan lainnya. Tapi masyarakat juga harus berperan,” tandasnya.
okezone