Bagi para pelajar muslim yang sedang atau akan belajar di Universitas Kyoto, ini adalah kabar gembira, mengingat terbatasnya jenis makanan halal di Jepang. Bagian kerjasama dari Universitas Kyoto mengatakan pada Senin 5 Oktober 2009, bahwa mereka akan mulai menyediakan makanan yang sesuai dengan syariat Islam di kafetaria unifersitas tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dari para pelajar muslim yang jumlahnya semakin meningkat di universitas negeri yang berdiri tahun 1869 ini.
Seperti yang dikutip oleh Megindo.net dari Japantoday.com, terhitung hari ini, cafetaria Universitas Kyoto akan memperkenalkan menu baru halal, yang pastinya tak menggunakan daging babi ataupun dibumbui dengan bahan yang mengandung babi. Menu baru tersebut berupa olahan ayam dan kroket yang dibuat dari sejenis kacang-kacangan.
Saat ini terdapat lebih dari seribu muslim di kota Kyoto, dan sebagian besar diantaranya adalah pelajar Universitas Kyoto dan keluarganya. Program makanan halal ini dibuat dan dilaksanakan dengan tujuan untuk menaikkan jumlah pelajar asing--pelajar muslim khususnya, yang akan belajar di Universitas tersebut.
sumber: megindo
Seperti yang dikutip oleh Megindo.net dari Japantoday.com, terhitung hari ini, cafetaria Universitas Kyoto akan memperkenalkan menu baru halal, yang pastinya tak menggunakan daging babi ataupun dibumbui dengan bahan yang mengandung babi. Menu baru tersebut berupa olahan ayam dan kroket yang dibuat dari sejenis kacang-kacangan.
Saat ini terdapat lebih dari seribu muslim di kota Kyoto, dan sebagian besar diantaranya adalah pelajar Universitas Kyoto dan keluarganya. Program makanan halal ini dibuat dan dilaksanakan dengan tujuan untuk menaikkan jumlah pelajar asing--pelajar muslim khususnya, yang akan belajar di Universitas tersebut.
sumber: megindo
