• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

KABEL OPTIK BAWAH LAUT, Keandalan Dipertanyakan

Bulubabi

IndoForum Junior B
No. Urut
6034
Sejak
4 Sep 2006
Pesan
2.583
Nilai reaksi
238
Poin
63
KABEL OPTIK BAWAH LAUT, Keandalan Dipertanyakan
Sabtu, 30/12/2006

GEMPA di Taiwan pada Selasa (26/12) memutus jaringan kabel serat optik bawah laut. Akibatnya, komunikasi Asia pun lumpuh. Industri finansial dari Seoul hingga Sydney mengalami gangguan. Para analis menilai, insiden tersebut menegaskan kerapuhan jaringan kabel serat optik bawah laut.

”Dari segi kecepatan dan stabilitas koneksi data berkecepatan tinggi,kabel serat optik memang belum ada tandingannya,” tandas analis CJ Investment & Securities Jin Chang-whan di Seoul. Tapi, para analis menilai, kabel serat optik bawah laut sangat rapuh.Gangguan pada jaringan tersebut dapat memicu masalah komunikasi global. Laporan think tank kebijakan Rand Corporation mengungkapkan, jaringan kabel serat optik bawah laut sebagian besar ditanam tanpa perlindungan di dasar laut.

Karena itu, kabel tersebut bisa rusak oleh sauh kapal, jala penangkap ikan, dan bahkan gigitan hiu. Rand Corporation menilai, masalah jaringan di Taiwan bisa memicu gangguan komunikasi lebih pelik karena jaringan itu tidak memiliki backup. Para operator telekomunikasi kesulitan membuat rute jaringan baru di atas tanah pulau tersebut. Bencana komunikasi pada pekan ini sesungguhnya tidak akan terjadi jika jaringan memiliki backup.

Jaringan backup dapat beroperasi ketika terjadi krisis. ”Masyarakat pun mulai bertanya apakah insiden ini akan berulang lagi. Isu besar di sini adalah paralelisme. Kita seharusnya memiliki jaringan berganda. Kita tidak boleh meletakkan seluruh kabel pada tempat yang sama,” papar presiden konsultan telekomunikasi Communications Networks Architects Frank Dzubeck. Dzubeck mengungkapkan, para operator sesungguhnya sudah berencana menanam jaringan kabel serat optik bawah laut cadangan di wilayahwilayah yang tidak rawan gempa.

Namun, perwujudan rencana mahal tersebut terganjal keruntuhan industri Internet pada 2001. Perusahaan jaringan Korea Selatan KT Submarine Corp menilai, kabel serat optik bawah laut digunakan lebih dari 95% telekomunikasi internasional karena jaringan tersebut memiliki kecepatan, kapasitas, dan stabilitas koneksi berkualitas tinggi. Para analis menilai, komunikasi satelit bisa menjadi alternatif jaringan kabel se- rat optik bawah laut. Namun, komunikasi satelit tidak memiliki kapasitas dan kualitas transmisi sebaik jaringan kabel serat optik bawah laut.

Pada pekan silam, Verizon Communications Inc dan lima perusahaan Asia sepakat berinvestasi USD500 juta untuk membangun jaringan kabel serat optik baru yang menghubungkan China dengan AS. Jaringan kabel optik baru itu vital untuk mengimbangi lonjakan lalu lintas Internet di antara ke dua negara. Jaringan tersebut dibangun raksasa telekomunikasi AS Verizon Communications bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dari China, Taiwan, dan Korsel.

Bernama ”Trans Pacific Express”, jaringan kabel serat optik bawah laut itu dibangun untuk menghubungkan langsung Korsel,Taiwan,dan China dengan AS. Jaringan kabel serat optik itu diharapkan mampu meningkatkan signifikan kecepatan Internet di wilayah- wilayah yang dinaungi. Jaringan kabel bawah laut telah digunakan selama sekitar 150 tahun. Jaringan kabel bawah laut generasi pertama memanfaatkan kabel tembaga. Jaringan itu membentang di dasar laut Selat Inggris. Alternatif transmisi data pada saat itu adalah burung merpati.

Negara seperti Korea Selatan, yang menjadi perekonomian terbesar ke-11 di dunia, memiliki sepuluh kabel bawah laut yang menghubungkan negara itu ke dunia. Akibat gempa pada pekan ini, tujuh dari sepuluh kabel itu mengalami kerusakan. Di samping Korea Selatan, negara lain yang sangat tergantung pada kabel bawah laut adalah India. India menyalurkan 80%– 90% bandwidth melalui kabel bawah laut. Negara tetangga India,yakni Pakistan,bahkan mengandalkan kabel optik tunggal untuk berhubungan dengan dunia luar.

Pada Juni 2005, kabel bawah laut Pakistan menderita kerusakan serius. Akibatnya, komunikasi data dan Internet Pakistan lumpuh selama 11 hari. ”Penyelenggara jasa Internet harus berpikir seperti operator transportasi.Tidak mengandalkan satu rute, mereka seharusnya memiliki banyak rute untuk mencapai tujuan,” sebut direktur eksekutif konsultan teknologi Malaysia BinaFikir Mohamed Shahril Tarmizi. Pada Kamis (28/12) komunikasi Asia mulai pulih kendati masih tersendat.

dikutip dari :Koran SINDO, Satu Koran Segala Berita - Home Page
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.