• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita [Kabar Mudik] Waspadai Pelaku Hipnotis & Pembiusan Saat Mudik

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
BANDUNG- Melonjaknya jumlah penumpang disejumlah stasiun, pelabuhan, bandara, dan terminal tak khayal membuat para pelaku kejahatan memanfaatkan keadaan tersebut. Salah satunya dengan mengelabuhi korban secara hipnotis.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengimbau agar masyarakat selalu waspada dengas setiap aksi kejahatan itu.

“Waspadailah para pelaku hipnotis yang sering kali memanfaatkan momen mudik dan arus balik untuk beraksi,” tutur Martin kepada wartawan, Senin (13/8/2012).

Selain mewaspadai aksi hipnotis, pihaknya juga mengimbau agar pemudik berhati-hati dengan modus kejahatan bius. Salah satu cara untu menghindari aksi kejahatan hipnotis, menurutnya adalah dengan mengacuhkan setiap perkataan dan pergerakan orang yang baru dikenal.

Menurutnya, para pelaku pembiusan biasanya memanfaatkan kelengahan pemudik dengan mengiming-imingi dengan makanan atau minuman. “Biasanya obat bius disuntikan pada minuman yang bersegel, atau dicampur dengan makanan lainnya,” terangnya.

Salah satu cara untuk menghindari tingkah pelaku pembiusan, Martinus berharap masyarakat membawa makanan dan minuman sendiri.

“Jika ada yang memberi makanan atau minuman, sebisa mungkin ditolak. Dan jika terus memaksa, sebaiknya menghindar atau melapor pada petugas,” tuturya.

Selain itu, ada baiknya para pemudik tidak memakai perhiasan yang mencolok dan berlebihan. Pasalnya hal itu dapat memancing para pelaku.

"Pastikan barang bawaan disimpan di tempat aman. Segera meminta pertolongan kepada petugas keamanan dan polisi jika merasa ada orang yang mencurigakan," terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Martin, pihaknya telah menyiagakan para personel Kepolisian yang siap membantu dibeberapa lokasi keberangkatan dan kedatangan para pemudik.

“Kita juga telah menyebar anggota intelijen yang berpakaian preman agar bisa mendeteksi pergerakan para pelaku di lokasi rawan,” tukasnya.
b8NFu.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.