• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita [Kabar Mudik] Dua Hari, 88 Pemudik Tewas di Jalan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pemudik harus lebih berhatihati. Berdasarkan laporan Mabes Polri, hanya dalam dua hari pelaksanaan Operasi Ketupat, sejak Sabtu (11/8) hingga Minggu (12/8), tercatat 88 pemudik tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

Sebagian besar pemudik yang terlibat kecelakaan lalu lintas menggunakan sepeda motor. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, korban terbanyak terjadi di wilayah Jawa tengah sebanyak 93 orang,Jawa Timur 56 orang,dan Jawa Barat 22 orang. Sisanya dilaporkan dari Polda Metro Jaya 12 orang dan Sulawesi Selatan 5 orang.

Boy merinci,selama dua hari tersebut total kecelakaan yang terjadi mencapai 556 kasus dengan korban luka berat mencapai 105 orang dan 519 orang mengalami luka ringan. Dengan fakta tersebut, Mabes Polri berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasinya saat berkendara. “Kelelahan dan mengantuk yang membuat pengendara kehilangan konsentrasi adalah penyebab utama kecelakaan. Jika lelah, sebaiknya istirahat dulu,” ungkapnya di Jakarta kemarin.

Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas menilai salah satu faktor peningkatan kasus kecelakaan pemudik bersepeda motor adalah peningkatan jumlah pemudik bersepeda motor. Dia menyayangkan pemerintah tidak merealisasikan transportasi massal yang bisa menjadi solusi mengurangi pemudik sepeda motor.

Kebijakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas bahkan semakin menambah jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua ini. “Seharusnya solusinya dipikirkan beberapa bulan lalu misalnya dengan mengerahkan bus-bus atau kendaraan lain untuk mengangkut pemudik dan motornya ke daerah.Kalau mepet seperti ini susah. Kita tinggal berdoa saja,”ucapnya.

Sejumlah kalangan meminta polisi memberi perhatian khusus kepada pemudik bersepeda motor mengingat angka kecelakaan pada alat transportasi roda dua ini sangat tinggi. ”Polri harus fokus mengawal dan memberi arahan khusus kepada pemudik bersepeda motor, terutama yang berboncengan membawa anak dan barang,” ungkap Ketua Fraksi PKB Marwan Ja’far di Jakarta kemarin.

Anggota Komisi V DPR ini mengingatkan, selama arus mudik 2011 antara H-7 sampai H+7 telah terjadi 4.744 kasus kecelakaan lalu lintas.Ada peningkatan sebesar 1.111 atau 30,58% dibanding 2010 sebanyak 3.633. ”Memang dari sisi korban jiwa, ada penurunan jumlah korban tewas 779 orang dibanding 2010 sebanyak 853 orang. Tapi yang penting diingat adalah dari 4.744 kasus sekitar 3.415 lebih atau sekitar 72% kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor,” ungkapnya.

Melihat fakta tersebut,Marwan pun berharap polisi tak segan- segan menindak pengendara sepeda motor yang ugalugalan dan membawa barang melebihi batas seperti yang sudah diatur dalam Pasal 108 UU Nomor 22/2009. ”Aturan yang kita buat semuanya demi keamanan dan kenyamanan berlalu lintas,”tandasnya.

Sementara itu,Anggota Komisi V DPR Saleh Husin meminta Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan polisi untuk mengawal pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua ini. ”Sebaiknya berangkatlah secara berkelompok dan ini dapat berkoordinasi ke pos-pos terpadu yang ada agar dapat dikawal oleh petugas lantas yang ada,” katanya.

Pemerintah pusat sudah menyiapkan bantuan gratis untuk para pemudik bersepeda motor dengan angkutan bus, truk, dan kapal Pelni. Menteri Perhubungan EE Mangindaan menjelaskan, hingga kemarin tercatat lebih dari 6.000 sepeda motor yang akan dinaikkan ke truk dan penumpangnya dinaikkan ke bus. Adapun sepeda motor yang menggunakan angkutan laut, pemerintah telah menyiapkan dua kapal Pelni yang berkapasitas 3.000 sepeda motor.

Selain Pelni,disiapkan pula kapal milik TNI Angkatan Laut yang bisa mengangkut 1.000 sepeda motor. “Bantuan ini diharapkan bisa membuat pemudik tenang dan jangan sampai terjadi kecelakaan,”ucapnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wakil Presiden Boediono kemarin pagi memimpin rapat terbatas yang membahas kesiapan Idul Fitri 1433H/2012M.

Rapat tersebut antara lain membahas kesiapan transportasi, keamanan, dan persediaan bahan bakar minyak (BBM). Saat pengarahan sebelum sidang kabinet paripurna, Presiden SBY menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak melihat persoalan arus mudik sebagai persoalan biasa.Kegiatan mudik Lebaran yang setiap tahun terjadi harus terus diantisipasi. Angkutan mudik bagi para pemudik juga dimaksimalkan.

Kepada aparat terkait, Presiden meminta memaksimalkan pelayanan yang dibutuhkan pemudik. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan,selama libur Lebaran diperlukan pengamanan yang terkoordinasi dengan kementerian terkait termasuk instansi pemerintah daerah. Dalam melaksanakan arus mudik Lebaran dan mengamankan lingkungan, Polri akan bersiap selama 16 hari kedepan. “Sekarang kita sudah mulai. Kita akan terus bersinergi dengan Kementerian Perhubungan,Kementerian Pekerjaan Umum sehingga semua pelayanan masyarakat menjadi bagus,”tambahnya.

Dia memperkirakan pemudik bersepeda motor pada Lebaran 2012 akan naik sekitar 7–10% atau mencapai sekitar 750.000 hingga 1 juta pemudik. Sebagian besar dari mereka melintasi jalur utama Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta lintas Sumatera, terutama Sumatera Selatan dan Lampung.

Kesiapan Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjamin kualitas jalan yang akan digunakan pemudik sudah cukup baik.Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjelaskan, meskipun belum seluruhnya kualitas jalan telah baik,seluruh lalu lintas tersebut dapat difungsikan. Menurut dia, laporan terkait kondisi jalan merupakan hasil pantauan 11 tim yang telah disebar ke seluruh Indonesia.

Dia menuturkan, salah satu titik pengecekan yaitu jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa sepanjang 1.182 kilometer (km) sebagai salah satu jalur utama arus mudik. Seluruh ruas jalan yang sedang ada paket pekerjaan telah berfungsi. Pantura merupakan jalur ekonomi yang sangat sibuk.Setiap hari 48.000 kendaraan melintas di jalur ini.

Di Pantura Jawa Barat, ruas jalan yang telah berfungsi di antaranya Ciasem-Pamanukan, Sewo-Lohbener, serta Jembatan Kanci I B, Jembatan Ender, dan Jembatan Cimanuk. Pada titik rawan kemacetan seperti Simpang Jomin,Simpang Mutiara, dan pintu tol Cikopo akan diberlakukan manajemen lalu lintas.

”Untuk mengurangi kepadatan di Simpang Jomin dan Simpang Mutiara, sepeda motor dibelokkan ke Karawang menuju Cikalong atau Ciasem sepanjang 22 km,” tambahnya. Djoko menjelaskan, pada Lintas Selatan Jabar,Kementerian PU berupaya menyiasati kemacetan di sekitar Nagreg dan Gentong dengan jalan baru. Lingkar Nagreg sudah selesai dan dapat dilalui.

Sedangkan progres konstruksi jalur Gentong baru mencapai 42,3%.Namun, saat ini sudah berfungsi.Jalur Lingkar Gentong dibangun sepanjang 1,2 km dan Jembatan Viaduct sepanjang 35 meter.
sBDTK.jpg

ilustrasi​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.