Ajido-Marujido
IndoForum VIP: The Special One
- No. Urut
- 10016
- Sejak
- 31 Des 2006
- Pesan
- 4.815
- Nilai reaksi
- 146
- Poin
- 63
Tunggu Wapres, Pesawat Presiden Tertunda Satu Jam
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu taat protokoler. Orang nomor satu di Indonesia itu tidak mau meninggalkan tanah air ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla belum berada di Jakarta. Kemarin (19/11) SBY menunda penerbangannya ke Singapura gara-gara Kalla belum tiba dari Timur Tengah.
Seharusnya, SBY terbang pukul 09.00 untuk menghadiri KTT XIII ASEAN di Singapura. RI-1 sudah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma lima belas menit sebelumnya. Anggota rombongan sudah siap di pesawat. Tinggal menunggu SBY dan Ani Yudhoyono naik ke pesawat.
Biasanya, begitu tiba di bandara, SBY langsung menuju pesawat. Tapi, kemarin presiden memilih untuk duduk dulu di ruang VVIP. SBY menolak terbang sebelum Kalla yang menghadiri KTT OPEC tiba. "Kita menunggu Wapres. Ketika Wapres mendarat, barulah presiden berangkat. Wapres mengantar presiden seperti biasanya," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Bandara Halim Perdanakusuma kemarin.
Sesuai dengan aturan protokoler, presiden dan wakil presiden memang tidak boleh meninggalkan tanah air secara bersamaan. Kalau presiden ke luar negeri, wakil presiden harus stand by di Indonesia. Begitu juga sebaliknya. "Tidak benar RI-1 ke Singapura saat RI-2 di Timteng," ujar Andi.
Awalnya, jadwal kedatangan Kalla adalah 20 November. Tapi dimajukan karena SBY harus berangkat ke Singapura pada 19 November. Mensesneg Hatta Radjasa sebelumnya memastikan Wapres akan tiba di tanah air sebelum presiden berangkat ke Singapura.
Pesawat Kalla baru mendarat pukul 09.25. Begitu turun dari pesawat, Kalla disambut oleh Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Perekonomian Boediono, dan Mendagri Mardiyanto. Mereka bergegas menuju VVIP room, tempat SBY menunggu. Selama 30 menit, SBY dan Kalla melakukan pertemuan. Kalla melaporkan hasil KTT OPEC di Riyadh. Sedangkan SBY minta masukan Kalla untuk KTT ASEAN yang akan diikutinya.
SBY akan berada di Singapura hingga 22 November mendatang. Selain mengikuti KTT ASEAN, ada sejumlah pertemuan bilateral yang akan dilakukan SBY. Yakni dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, PM RRT Wen Jiabao, PM Jepang Yasuo Fukuda, PM Selandia Baru Helen Clark, dan PM Myanmar Jenderal Thein Sein.
Pertemuan dengan PM Singapura akan membahas strategi forum dalam KTT ASEAN. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, pertemuan SBY dengan Lee Hsien Loong dilakukan sebelum informal working dinner tadi malam (19/11).
Dino memastikan tidak ada pembahasan masalah DCA (Defense Cooperation Agreement) antara Indonesia-Singapura yang terancam batal. "Masalah DCA sama sekali tidak dibicarakan. Lebih ke masalah KTT ASEAN," kata Dino.
Masalah DCA sampai saat ini masih mengambang. Bahkan, TNI dan militer Singapura sama-sama memberikan sinyal pembatalan perjanjian tersebut. Sebab, Indonesia-Singapura sama-sama belum sepakat dalam penentuan area bravo untuk pelatihan perang militer Singapura. (tom)
sumber: http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=313482
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu taat protokoler. Orang nomor satu di Indonesia itu tidak mau meninggalkan tanah air ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla belum berada di Jakarta. Kemarin (19/11) SBY menunda penerbangannya ke Singapura gara-gara Kalla belum tiba dari Timur Tengah.
Seharusnya, SBY terbang pukul 09.00 untuk menghadiri KTT XIII ASEAN di Singapura. RI-1 sudah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma lima belas menit sebelumnya. Anggota rombongan sudah siap di pesawat. Tinggal menunggu SBY dan Ani Yudhoyono naik ke pesawat.
Biasanya, begitu tiba di bandara, SBY langsung menuju pesawat. Tapi, kemarin presiden memilih untuk duduk dulu di ruang VVIP. SBY menolak terbang sebelum Kalla yang menghadiri KTT OPEC tiba. "Kita menunggu Wapres. Ketika Wapres mendarat, barulah presiden berangkat. Wapres mengantar presiden seperti biasanya," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Bandara Halim Perdanakusuma kemarin.
Sesuai dengan aturan protokoler, presiden dan wakil presiden memang tidak boleh meninggalkan tanah air secara bersamaan. Kalau presiden ke luar negeri, wakil presiden harus stand by di Indonesia. Begitu juga sebaliknya. "Tidak benar RI-1 ke Singapura saat RI-2 di Timteng," ujar Andi.
Awalnya, jadwal kedatangan Kalla adalah 20 November. Tapi dimajukan karena SBY harus berangkat ke Singapura pada 19 November. Mensesneg Hatta Radjasa sebelumnya memastikan Wapres akan tiba di tanah air sebelum presiden berangkat ke Singapura.
Pesawat Kalla baru mendarat pukul 09.25. Begitu turun dari pesawat, Kalla disambut oleh Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Perekonomian Boediono, dan Mendagri Mardiyanto. Mereka bergegas menuju VVIP room, tempat SBY menunggu. Selama 30 menit, SBY dan Kalla melakukan pertemuan. Kalla melaporkan hasil KTT OPEC di Riyadh. Sedangkan SBY minta masukan Kalla untuk KTT ASEAN yang akan diikutinya.
SBY akan berada di Singapura hingga 22 November mendatang. Selain mengikuti KTT ASEAN, ada sejumlah pertemuan bilateral yang akan dilakukan SBY. Yakni dengan PM Singapura Lee Hsien Loong, PM RRT Wen Jiabao, PM Jepang Yasuo Fukuda, PM Selandia Baru Helen Clark, dan PM Myanmar Jenderal Thein Sein.
Pertemuan dengan PM Singapura akan membahas strategi forum dalam KTT ASEAN. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, pertemuan SBY dengan Lee Hsien Loong dilakukan sebelum informal working dinner tadi malam (19/11).
Dino memastikan tidak ada pembahasan masalah DCA (Defense Cooperation Agreement) antara Indonesia-Singapura yang terancam batal. "Masalah DCA sama sekali tidak dibicarakan. Lebih ke masalah KTT ASEAN," kata Dino.
Masalah DCA sampai saat ini masih mengambang. Bahkan, TNI dan militer Singapura sama-sama memberikan sinyal pembatalan perjanjian tersebut. Sebab, Indonesia-Singapura sama-sama belum sepakat dalam penentuan area bravo untuk pelatihan perang militer Singapura. (tom)
sumber: http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=313482
