• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Jusuf Kalla Dukung Jokowi Pimpin Jakarta

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
OpKJk.png

Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, berharap warga DKI Jakarta bisa memilih calon gubernur yang tidak memiliki rekam jejak buruk. Sosok semacam ini, menurut JK, ada dalam diri Joko Widodo.

"Karena Jokowi track record-nya baik, walaupun hanya di kota Solo, tapi itu memberi harapan. Lain pihak dia tidak punya beban-beban, apakah korup, moral, atau kegagalan-kegagalan," ungkap Jusuf Kalla kepada wartawan sebelum mengisi seminar nasional, Penguasaan Negara Atas Blok-blok Migas Habis Masa Kontrak di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Sosok Jokowi, kata Jusuf Kalla, sangat berbeda jauh dengan calon incumbent Fauzi Bowo yang memiliki beban kegagalan dalam memimpin DKI Jakarta. "Pak Foke tentu mempunyai beban ketidakberhasilan akibat banjir, macet, dan kekumuhan," kata dia.

Namun, lanjut Jusuf Kalla, kegagalan Fauzi Bowi dalam memimpin DKI bukanlah sebuah dosa, melainkan kekurangan yang melekat pada Foke selama menjabat sebagai Gubernur DKI. "Jangan katakan dosa. Tapi-kekurangan-kekurangan," kata dia.

Bagi dia, Pilkada DKI Jakarta merupakan cerminan Pemilu 2014. "Kalau kondisinya sama tentu sama. Artinya calon-calon itu yang punya track record dan dosa tidak ada. Itu saja, kan jelas saja kasus Foke. Seperti orang masuk surga saja, amal dikurangi dosa. Gitu kan," kata dia.

Pria yang akrab dipanggil JK itu menambahkan, selain menjadi syarat bagi calon untuk maju, partai memang cukup berpengaruh untuk menarik massa. Namun, dalam Pilkada DKI Jakarta justru partai kalah dengan pengaruh figur dan tim suskses calon.

"Partai kan pertama syarat. Dia tidak mungkin tanpa partai. Tentu partai berpengaruh kalau dia efektif. Tapi ternyata dalam kasus ini kelihatannya calon-calon itu punya tim sendiri. Partai juga mendukung, tapi kadang pilihan partai berbeda dengan pilihan orang," pungkasnya.
 
bisa aja nich cari kata kata...

...lanjut Jusuf Kalla, kegagalan Fauzi Bowi dalam memimpin DKI bukanlah sebuah dosa, melainkan kekurangan yang melekat pada Foke selama menjabat sebagai Gubernur DKI. "Jangan katakan dosa. Tapi-kekurangan-kekurangan," ...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.