al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Jumlah Dokter Gigi Menurun, Warga Cabut Gigi Sendiri
Kamis, 18 Oktober 2007
Akibat kondisi Dinas Kedokteran Gigi Inggris yang memburuk membuat warga Inggris melakukan hal nekat. Termasuk mencabut giginya sendiri
Hidayatullah.com--Menurunnya jumlah dokter gigi di Inggris mengakibatkan sejumlah warga terpaksa melakukan hal-hal nekat, termasuk mencabut giginya sendiri, demikian sebut studi yang dirilis, Senin kemarin.
Sementara itu, beberapa orang lainnya menggunakan perekat superglue untuk merekatkan kembali pecahan gigi mereka ketimbang mendapatkan pengobatan medis. Seseorang dari mereka ini bahkan mengungkapkan dirinya pernah mencabut gigi sebanyak 14 buah hanya dengan menggunakan tang.
Lebih uniknya lagi, kurangnya jumlah dokter gigi yang dibiayai publik berarti jumlah yang berkembang adalah dokter-dokter gigi swasta, di mana 78 persen pasien swasta mengatakan berada di sana karena mereka tidak bisa menemukan seorang dokter gigi pun dari Dinas Kesehatan Nasional (NHS) milik pemerintah dan hanya 15 persen yang menjawab dengan alasan pelayanan yang lebih baik.
"Ini merupakan sesuatu yang tidak mengena di hati bagi kita semua dan menimbulkan pertanyaan serius kepada para politisi dari para pasien," ujar Sharon Grant dari Komisi untuk Kesehatan Pasien dan Publik.
Keseluruhannya, enam persen dari pasien mengambil jalan pengobatan sendiri, demikian hasil survei yang dilakukan terhadap 5.000 pasien di Inggris yang mengungkapkan bahwa satu dari lima pasien memutuskan untuk melakukan pengobataan sendiri dengan alasan biaya.
Seorang peneliti yang berkecimpung dalam studi yang dilakukan para anggota Forum Komisi untuk Kesehatan Pasien dan Publik menemukan tiga orang di suatu pagi harus mencabut gigi mereka sendiri.
Sebanyak 50 persen mengatakan, para dokter gigi tahun lalu memiliki kualitas yang buruk, sementara 84 persen menilai para dokter gigi itu gagal membuat pasien mudah mendapatkan perawatan.
Hampir setengah dari semua dokter gigi (45 persen) menegaskan sudah tidak menerima pasien NHS lagi, sementara 41 persen lainnya mengatakan mereka memiliki "kerja lembur". Kemudian 29 persen mengatakan klinik mereka bermasalah dalam perekrutan atau mendapatkan para dokter gigi.
"Hasil penemuan ini mengindikasikan sistem pengobatan gigi di NHS dalam melayani para pasiennya sangatlah buruk," cetus Grant.
"Hal ini menyebabkan banyak orang terpaksa pergi ke dokter gigi swasta, sebab mereka tidak ingin kehilangan akan profesi dokter gigi yang disegani dan dihormatinya itu, atau bisa jadi karena tidak bisa menemukan seorang dokter gigi NHS." [gbn/www.hidayatullah.com]