• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Juliana, Keberuntungan Belanda Yang Tertunda

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Juliana, Keberuntungan Belanda Yang Tertunda

Juliana lahir pada tanggal 30 April 1909 di istana Noordeinde di Den Haag. Dia merupakan putri tunggal dari Ratu Wilhelmina & Duke Henry of Mecklenburg Schwerin.
Ibunya pernah mengalami 2 kali keguguran & melahirkan 1 anak dengan kondisi meninggal. Hal ini sempat menciptakan krisis suksesi hingga lahirlah Juliana. Dengan begitu menjamin kelangsungan hidup keluarga kerajaan.
Juliana menghabiskan masa kecilnya di istana Het Loo di Apeldoorn & di istana Noordeinde serta istana Huis ten Bosch di Den Haag, sejak usia enam tahun, sang putri dapat menerima pendidikan dasar bersama anak-anak seusiannya.
Karena konstitusi Belanda menetapkan bahwa Putri Juliana harus siap naik tahta, pendidikannya berjalan lebih cepat daripada kebanyakan anak-anak seusiannya.
Pada tahun 1930 ratu Wilhelmina mulai mencari calon suami yg cocok untuk putrinya & harus memenuhi standar & harus dari kalangan kerajaan yg menganut agama protestan. Kerajaan Inggris & Swedia pun masuk dalam daftar namun beberapa pangeran sudah ditolak oleh Putri Juliana.
Pada Olimpiade musim dharap 1936 di Bavaria, Putri Juliana berjumpa dengan pangeran Bernhar dari Lippe Biesterfeld yg merupakan sepupu ke 7 nya karena direstui, kemudian tanggal perkawinan pun di atur.
Sebelum perkawinan pada 24 November 1936, pangeran Bernhard diberi kewarganegaraan Belanda & mengubah ejaan namanya dari Jerman jadi Belanda, mereka menikah di Den Haag pada 7 Januari 1937.
Juliana, Keberuntungan Belanda Yang Tertunda

Putri perdana mereka dari keempat putri mereka, Putri Beatrix lahir pada tanggal 31 Januari 1938 disusul oleh putri Irene pada tanggal 5 Agustus 1939.
Pada tanggal 12 Mei 1940 selama invansi Belanda oleh Jerman dalam perang dunia kedua. Pangeran Bernhard & Putri Juliana dievakuasi ke Inggris & diikuti pada hari berikutnya oleh Ratu Wilhelmina & pemerintah Belanda yg mendirikan pemerintahan di pengasingan.
Putri Juliana melahirkan anak ketiganya di Ottawa kanadaa sedangkan ibunya tetap menetap di London Inggris. Pada tanggal 2 Mei 1945, Putri Juliana dikembalikan bersama ibunya ke Belanda.
Sikapnya yg rendah hati menciptakannya disayangi oleh rakyatnya sehingga mayoritas rakyat Belanda segera harap Ratu Wilhelmina turun tahta demi putrinya , anak terakhirnya Marijke Christina tertular Rubella & memiliki katarak dikedua matanya & hampir buta.
Seiring berjalannya waktu & dengan kemajuan teknologi medis, penglihatannya membaik sehingga dengan kacamata tebal dia dapat bersekolah & bahkan mengendarai sepeda.
Kesehatan Wilhelmina yg semakin memburuk menciptakannya semakin sulit untuk menjalankan tugasnya. Juliana dipaksa untuk mengambil alih jabatan bupati dari tanggal 14 Oktober hingga 1 Desember 1947.
Wilhelmina sempat berpikir untuk turun tahta namun Juliana memaksa ibunya supaya tetap berada di tahta sehingga dia dapat merayakan ulang tahun emasnya pada tahun 1948.
Akan tetapi, Wilhelmina terpaksa menyerahkan tugas kerajaannya kepada Juliana sekali lagi pada tanggal 4 Mei 1948 karena masalah kesehatan yg lebih parah.
Ratu mengumumkan niatnya untuk turun tahta & mengerjakannya pada tanggal 4 September 1948. Dua hari kemudian di hadapan dunia, Juliana dilantik jadi Ratu Belanda yg baru, banyak yg percaya keputusan wilhelmina turun tahta karena dia kehilangan wilayah Indonesia.
Pada tanggal 27 Desember 1949 di Istana Dam di Amsterdam, Ratu Juliana menandatangani dokumen yg mengakui kedaulatan Indonesia atas bekas koloni Belanda tersebut.
Juliana, Keberuntungan Belanda Yang Tertunda

Warga Belanda sangat menyayangi dia, dikarenakan sifat dan sikapnya yg super ramah & merakyat. Dia sering menghirup udara segar dengan bersepeda namun bukan berarti hidupnya tidak penuh dengan krisis, salah satunya saat putrinya, Beatrix harap menikah dengan diplomat Jerman Claus von Amsberg.
Popularitas pribadi Ratu Juliana cuma menurun sementara. Dia terpaksa bersembunyi sementara saat putrinya menikahi pria yg disayanginnya. Namun, ekonomi Belanda membaik dengan lahirnya putra dari Beatrix. Kali ini demonstrasi di jalan itu diwarnai oleh sayang & antusiasme.
Pada tanggal 30 April 1980 di ulang tahunnya yg ke 71, Ratu Juliana turun tahta & putri sulungnya menggantikannya. Juliana tetap aktif dalam berbagai kegiatan amal sehingga usianyya menginjak delapan puluhan.
Sejak pertengahan 1990, kesehatan Juliana menurun karena ia menderita demensia progresif pangeran Bernhard mengatakan dalam sebuah wawancara televisi pada tahun 2001 bahwa mantan ratu tidak lagi dapat mengenali keluarganya & bahwa dia sudah menderita penyakit Alzeimer selama beberapa tahun.
Juliana meninggal dalam tidurnya pada tanggal 20 Maret 2004 pada usia 94 tahun di istana Soestdjik di Baarn karena komplikasi pneumonia pada tanggal 30 Maret 2004 dimakamnkan di samping ibunya di brankas kerajaan di bawah Nieuwe Kerk di Delft.​


Referensi
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.