• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Joni, Perampok yang Kebal Senjata

galau adv

IndoForum Beginner A
No. Urut
281582
Sejak
25 Jun 2013
Pesan
1.172
Nilai reaksi
24
Poin
38
xLH8O.jpg
Buronan kasus pencurian dan kekerasan (Curas) antar daerah di Jawa Timur, berhasil diringkus dalam keadaan tewas oleh Timsus dari Subdit III Jatantras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Selasa (29/4). Joni bin Katiran tewas setelah dua timah panas bersarang di dadanya.

Pelaku berusia 34 tahun yang merupakan warga Desa Krayi, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Pasuruan itu, akhirnya tewas setelah beberapa kali lolos dari kejaran polisi. Selama ini Joni licin dan selalu berhasil melarikan diri sergapan petugas.

Tak sekadar licin, Joni juga dikenal ampuh. Sebelum-sebelumnya timah panas yang dilepaskan polisi tak bisa melukai tubuh Joni. Joni dikenal kebal bedil atau senjata api.

Namun penyergapan terakhir menjadi 'malaikat maut' bagi Joni. Dua timah berhasil disarangkan. Polisi sendiri menyebut Joni lupa membawa jimatnya sehingga berhasil dilukai.

Berikut 4 cerita Joni, perampok kebal yang akhirnya tewas ditembak polisi:

1.Sejak 2009, Joni sudah 365 kali melakukan curas

Tersangka Joni (34), merupakan pelaku pencurian dan kekerasan (Curas), sejak tahun 2009 silam bersama rekan-rekannya. Joni Counter Strike dikenal sebagai pelaku kejahatan yang tidak segan-segan menganiaya bahkan menghabisi korbannya dengan senjata tajam jika tak menyerahkan barang-barang berharga miliknya kepada para tersangka.

Menurut Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Tjahyo Bawono, tersangka Joni, merupakan pelaku 365 (Curas) yang telah malang-melintang di dunia kejahatan sejak lama. Setidaknya, sejak 2009 silam, sudah ada enam laporan polisi.

"Setidaknya ada 6 LP (laporan polisi) yang kami terima. Tersangka ini, tidak bekerja sendiri, tapi dia dibantu tersangka lain. Beberapa di antaranya sudah diamankan oleh Polres setempat," ujar Bambang.


2. Joni malang melintang beberapa Kota di Jatim

Joni (34) tersangka kasus yang berhasil diringkus polisi dalam keadaan tewas karena melawan polisi saat akan diamankan, tidak hanya melakukan aksi di satu kota saja di daerah Jawa Timur, namun dia beraksi dengan kawanannya di beberapa kota.

Tersangka Joni, biasa beraksi di daerah Blitar dan Malang, serta beberapa daerah lain di Jawa Timur. Joni tidak bekerja sendiri, tapi dibantu tersangka lain.

"Beberapa di antaranya sudah diamankan oleh Polres setempat," ujar Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Tjahyo Bawono.

3.Joni coba celurit petugas

Pelaku pencurian dan kekerasan bernama Joni yang berusia 34 tahun, warga Desa Krayi, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Pasuruan itu, akhirnya tewas setelah beberapa kali lolos dari kejaran polisi.

"Hari Senin kemarin (28/4), kami mendapat informasi keberadaan tersangka. Kemudian petugas bergerak ke arah Lawang, Malang. Ketika berpapasan, tersangka yang berboncengan dengan rekannya tidak mau berhenti," ujar Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Tjahyo Bawono.

Petugas pun mengejar sampai di Jalan Argopuro, Kecamatan Lawang, Malang, petugas langsung menghentikan paksa. Petugas memotong Honda Vario tanpa plat nomor milik tersangka. Namun, Joni berusaha menyerang polisi dengan sebilah celurit miliknya.

4.Mati tertembak karena lupa bawa jimat

Buron kasus pencurian dan kekerasan (Curas) antar daerah di Jawa Timur, berhasil diringkus timsus dari Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Selasa (29/4). Bahkan, karena melawan saat hendak ditangkap, Joni bin Katiran pun terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas.

"Kemungkinan jimatnya ketinggalan, sehingga bisa ditembak petugas dengan mudah," kata Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Bambang Tjahyo Bawono, Selasa (29/4).
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.