yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SOLO - Calon Gubenur terpilih hasil ketetapan KPUD DKI Jakarta Joko Widodo meminta kepada warga Solo untuk tidak khawatir Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kota Surakarta (PKMS) akan hilang saat dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jawa Tengah.
Pasalnya, wali kota yang baru nanti tetap akan meneruskan program PKMS dan program-program lainnya yang selama ini selalu dijalankan saat dirinya memimpin Kota Solo.
"PKMS jalan terus. Program-program lainnya jalan terus. Warga Solo tidak perlu khawatir. Wali kota yang baru tetap melanjutkan," papar Jokowi kepada Okezone di Lodji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012).
Hanya saja, Jokowi mengakui wali kota penerusnya nanti, terpaksa mengerjakan "pekerjaan rumah" yang cukup besar. Karena dinamika kota dimana pun selalu ada, termasuk Kota Solo sebagai salah satu kota yang sedang berkembang.
"Wali kota nanti, harus mampu menyelesaikan tugas-tugasnya. Biarpun problem kota, dinamika kota akan selalu ada dimanapun juga. Apalagi Solo, kota yang sedang berkembang, pasti akan ada problem-problem kota," paparnya.
Namun, ada pekerjaan rumah penting harus segera diselesaikan yang diakui belum terselesaikan. Itu adalah sengketa kepemilikan Taman Sriwidari, Pengelolaan Jurug, dan kemiskinan kota. "Itu semua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo yang baru nanti," paparnya.
Menyangkut siapa Wakil Wali Kota baru pengganti FX Hadi Rudyatmo nanti, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan partai. Meskipun pihaknya memiliki rekomendasi-rekomendasi siapa yang pantas duduk sebagai orang nomor dua di Kota Solo. Namun Jokowi menolak mencampuri kebijakan partai.
"Itu wewenang partai. Kalau rekomendasi banyak. Tapi itukan wewenang partai," pungkasnya.
Pasalnya, wali kota yang baru nanti tetap akan meneruskan program PKMS dan program-program lainnya yang selama ini selalu dijalankan saat dirinya memimpin Kota Solo.
"PKMS jalan terus. Program-program lainnya jalan terus. Warga Solo tidak perlu khawatir. Wali kota yang baru tetap melanjutkan," papar Jokowi kepada Okezone di Lodji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/9/2012).
Hanya saja, Jokowi mengakui wali kota penerusnya nanti, terpaksa mengerjakan "pekerjaan rumah" yang cukup besar. Karena dinamika kota dimana pun selalu ada, termasuk Kota Solo sebagai salah satu kota yang sedang berkembang.
"Wali kota nanti, harus mampu menyelesaikan tugas-tugasnya. Biarpun problem kota, dinamika kota akan selalu ada dimanapun juga. Apalagi Solo, kota yang sedang berkembang, pasti akan ada problem-problem kota," paparnya.
Namun, ada pekerjaan rumah penting harus segera diselesaikan yang diakui belum terselesaikan. Itu adalah sengketa kepemilikan Taman Sriwidari, Pengelolaan Jurug, dan kemiskinan kota. "Itu semua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo yang baru nanti," paparnya.
Menyangkut siapa Wakil Wali Kota baru pengganti FX Hadi Rudyatmo nanti, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan partai. Meskipun pihaknya memiliki rekomendasi-rekomendasi siapa yang pantas duduk sebagai orang nomor dua di Kota Solo. Namun Jokowi menolak mencampuri kebijakan partai.
"Itu wewenang partai. Kalau rekomendasi banyak. Tapi itukan wewenang partai," pungkasnya.