yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Selama menjalani tugas sebagai gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menolak untuk memanfaatkan fasilitas pengawalan voorijder. Jokowi, sapaannya, mengaku enggan menghambur-hamburkan anggaran hingga ratusan juta setiap tahunnya.
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan hanya akan menggunakan fasilitas voorijder saat tugas kenegaraan, seperti pertemuan dengan presiden, menteri, serta duta besar negara-negara sahabat.
Seperti dalam kunjungannya ke pemukiman kumuh di Jakarta hari ini, Jokowi enggan menggunakan jasa voorijder. Meski begitu, tetap ada dua voodrijder yang mengawal kendaraannya dari belakang.
Salah satu petugas pengawalan voorijder, Mulyono, mengaku dirinya mendapat penolakan dari Jokowi saat akan melakukan pengawalan dalam kunjungan kerja gubernur ke kawasan kumuh di daerah Pademangan, Jakarta Utara. "Kami tidak mengawal, dari tadi hanya di belakangnya," kata Mulyono.
Bahkan, ia mengatakan tidak tahu secara persis lokasi yang akan dituju Jokowi dalam rangka kunjungan kerjanya ini. Pengawalan yang dilakukan justru karena banyak pimpinan SKPD dan juga Sekda DKI yang turut serta mendampingi Jokowi.
"Kami kawal karena banyak Kadis juga yang ikut. Ya kami cuma dampingi saja, lampu merah saja (Jokowi) tidak mau nerobos," tuturnya.
Tugas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menata Ibukota dimulai hari ini, Selasa, 16 Oktober 2012. Usai rapat bersama wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dan pimpinan SKPD Pemprov DKI, Jokowi langsung keliling ke beberapa wilayah perkampungan kumuh Ibukota.
Jokowi mengawali perjalanannya ke wilayah pemukiman padat Kelurahan Pademangan Timur dan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Kemudian dilanjutkan ke kawasan Kota Paris, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dan Bukit Duri, Jakarta Selatan.