Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ketika Jokowi berjumpa dengan para pemimpin negara sahabat yg sedang berseteru, bagi beberapa orang ada rasa bangga ketika 2 tahun lagi kepemimpinannya usai namun meninggalkan jejak langkah yg manis.
Terlebih Bu Iriana kini mantap mengpakai jilbab, tentu memberikan pesonanya tersendiri ketika mendampingi Jokowi berkunjung ke negara yg sedang konflik.
Perjalanan dari Jerman, Polandia hingga akhirnya ke Ukraina & Rusia lalu singgah ke Abu Dhabi Persatuan Emirat Arab (PEA), sebuah perjalanan panjang Presiden sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
Disini Jokowi banyak sowan ke beberapa pemimpin negara khususnya ketika di Jerman pada kTT G7, sosok Jokowi terlihat bersahabat kepada para pemimpin negara di dunia.
Nama Indonesia juga jadi positif dimata dunia dengan kehadiran Jokowi, yg dapat dibilang sedang mencoba mendamaikan keadaan dunia walau kita tahu hasilnya tergantung dari ego para pemimpin itu tadi. Sulitnya mendamaikan kedua negara yg sedang berkonflik, tetapi jangan hingga merusak persahabatan dari kedua sahabat yg sedang memanas dengan program yg menguntungkan untuk Indonesia.
Kerjasama dengan kedua negara itu tetap berjalan, tanpa harus mendukung salah satunya. Dan inilah yg dilakukan Jokowi berusaha menjalin keakraban kembali supaya posisi Indonesia tidak seperti eropa yg sedang krisis.
Bahkan dapat saja kedepannya Indonesia berusaha berdikari & tidak ketergantungan dengan pihak luar, karena negara dengan SDA yg kaya harusnya dapat tegak di kaki sendiri.
Sebuah prestasi yg gila, kalau kita lihat masalah perdamaian tentu hasilnya tidak ada yg berdamai. Masih ingat dengan Shimon Peres, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin & pemimpin Palestina Yasser Arafat yg mendapatkan nobel perdamaian. Karena adanya perjanjian Oslo di tahun1993, pada dasarnya, perjanjian itu menyerukan penarikan punggawa Israel dari Jalur Gaza & Tepi Barat, & menegaskan hak Palestina atas pemerintahan sendiri. Juga, pembentukan Otoritas Pemerintahan Sendiri Sementara Palestina dengan Arafat sebagai kepala pemerintah.
Apakah kedua negara Palestina-Israel berdamai? Tidak, karena kaum ultra nasionalis dari kedua negara tidak mengharapkan perdamaian. Itu ditandai dengan dibunuhnya Yitzhak Rabin oleh Yigal Amir bangsanya semdiri, yg dengan mudah membunuh Perdana Menteri Israel yg sayang perdamaian itu.
Jadi Jokowi sudah pasti tidak akan dapat mendamaikan kedua negara, tetapi dapat mengerjakan negoisasi perdagangan & kecukupan pangan untuk Indonesia seperti gandum atau investasi oleh Rusia di IKN.
Sungguh cerdas bapak bangsa yg satu ini, memainkan caturnya dengan bijak. Baik itu skala nasional maupun internasional. Inilah Jokowi, sang burung Merpati yg sayang perdamaian.
Melihat hal ini apakah langkah sang anak yg jadi Walikota Solo akan mengikuti jejak sang Bapak dikemudian hari? Bisa saja terjadi, karena sang Merpati tetap berusaha mendampingi keluarga, loyal & berusaha untuk pulang walau jauh mengembara kelililing dunia, terlebih Merpati tak pernah ingkar janji.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2, 3
Pic : google