• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Jokowi Pun Pesan Celana "Cutbray" dari Suparto...

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
SuLwf.jpg
Kemeja warna putih dan celana panjang warna gelap seakan tidak pernah lepas menemani keseharian presiden terpilih Joko Widodo dalam berbagai acara, termasuk ketika blusukan ke kampung-kampung.

Bergaya kasual dan simpel menjadi ciri khas mantan Wali Kota Solo tersebut saat berinteraksi dengan rakyat. Sesuai dengan gayanya yang merakyat, Jokowi tidak mengenakan produk butik dan desainer kelas wahid, tetapi penjahit asal Kampung Cinderejo Lor RT 3/RW 13, Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Suparto, pria kelahiran Sragen, 11 Mei 1961, mengaku sudah puluhan tahun menekuni profesi tersebut. Saat merintis kariernya, Suparto tidak bisa melupakan bagaimana dirinya harus datang ketailor satu ke tailor lain untuk belajar menjahit.

Usaha keras Parto, panggilan akrabnya, sudah membuahkan hasil. Arjuna Tailor miliknya sudah memiliki puluhan pekerja. Pelanggan Arjuna Tailor mulai berdatangan dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Kota Solo. Dari anak-anak hingga orang dewasa, dari orang biasa hingga pejabat.

Beberapa pejabat tersebut antara lain mantan Bupati Boyolali, Sri Moeljanto; mantan Wali Kota Solo, Slamet Soerjanto; mantan Bupati Wonogiri, Begug Poernomo Sidi; dan juga tentunya Joko Widodo, yang tak lama lagi dilantik menjadi presiden RI.

Menurut Parto, Jokowi baru saja memesan 10 setel baju saat berkunjung ke Kampung Cinderejo Lor, yang juga menjadi kampung saat Jokowi menghabiskan masa kecilnya. "Bapak pesan 10 setel, kemeja warna putih dan celana hitam," kata Suparto yang ditemui di rumahnya, Rabu (24/9/2014).

"Ini saya sambil jahit punya Bapak (Jokowi) ya, Mas," kata dia sambil menjawab pertanyaan.

Kesibukan di Arjuna Tailor selalu terlihat setiap hari. Suparto menceritakan, bahan semi-wol dan full katun menjadi pilihan Jokowi. Sebelum menjadi Wali Kota Solo, Jokowi sudah menjadi langganan Parto.

"Sudah lama beliau menjadi langganan. Dulu sebelum menjadi wali kota sering ke sini, ndak tahunya sampai sekarang masih pesan di sini," kata dia.

Parto sempat berpikir bahwa Jokowi tidak akan lagi pesan baju di tempatnya karena di Jakarta pasti banyak penjahit yang lebih bagus darinya. "Dari dulu model baju dan celana Pak Jokowi ya seperti itu, bahan sama, dan di celana ada empat kantong, serta di bawah ada lipatannya. Kadang juga pesan jas atau batik, tetapi tidak terlalu sering," kata Parto.

Parto mencoba mengingat pada tahun 1980-an, Jokowi juga pernah memesan celana model cutbray (celana yang melebar dari lutut ke bawah). "Dulu pernah pesan model lain, celana cutbray, waktu itu baru ngetren," kata dia.

Banderol harga untuk Jokowi pun sama dengan pelanggan lainnya. Celana Rp 150.000, sementara kemeja Rp 120.000.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.