• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jokowi Persilakan DPRD Gunakan Hak Interpelasi Soal KJS

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
VJ5H.jpg

Kisruh program Kartu Jakarta Sehat (KJS) membuat anggota DPRD DKI berencana menggunakan hak interpelasi. Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mempersilakan para anggota dewan untuk menggunakan haknya.

Ia mengatakan tak khawatir, karena telah mempersiapkan jawaban.

"Biasa saja, orang interpelasi, ditanya kok, ya nanti dijelaskan," ujar Jokowi saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin 27 Mei 2013.

Jokowi menilai, saat ini penerapan KJS sudah sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan, 16 rumah sakit swasta yang dikabarkan mundur sebagai pelaksana KJS, menyatakan dukungannya terhadap program andalan Jokowi sejak kampanye Pilkada DKI 2012 ini.

"Akhirnya bergabung kembali. Santai aja, nanti soal mengurus izin bisa bergantian," tuturnya.

Jokowi mengatakan dirinya siap untuk berkomunikasi kepada pihak RS yang terkendala dengan kebijakan ini. Sehingga persoalan-persoalan di lapangan dapat terselesaikan.

"Kesehatan kan hak rakyat kemudian ada yang ganggu-ganggu. Ngomong lah, diajak bicara tiap menit saja kita siap tiap jam, kita buka kok, itu kan namanya tidak punya rasa sosial kemanusiaaan. Wong, dalam perang saja musuh sakit harus disembuhkan kok, ini rakyat sendiri ditinggal," ujar mantan Wali Kota Solo ini.

Terkait tuntutan sejumlah RS untuk menaikkan besaran premi dalam program KJS, menurut Jokowi saat ini masih dikalkulasi. Namun, ia menambahkan, sesungguhnya jumlah premi yang ada saat ini sudah cukup tinggi untuk bisa memberikan pelayanan kepada jutaan pasien KJS di Ibu kota.

"Nasional saja Rp15 ribu, kita sudah Rp23 ribu kok, berarti sudah tinggi. Kalau ada persoalan-persoalan kan hanya teknis lapangan jasa medisnya, khususnya pada operasi tertentu, dikomunikasikan lah, tidak usah mundur," kata Jokowi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.