yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Presiden Joko Widodo meminta semua menterinya merencanakan program 2016 dengan matang dan belajar dari pelaksanaan program 2014-2015.
Ia meminta tidak ada lagi regulasi dan kebijakan yang bertabrakan dengan kementerian/lembaga lainnya atau menjadi polemik di masyarakat.
"Hindari tabrakan, tidak ada lagi menimbulkan polemik di publik, perbedaan pandangan hanya di forum rapat," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11/2015).
Jokowi mengungkapkan, program yang dijalankan semua kementerian/lembaga harus terintegrasi dengan baik, satu visi dengan visi Presiden, serta berkorelasi baik antara perencanaan dan penganggarannya.
Presiden menekankan, program semua kementerian/lembaga harus bersinergi, lintas sektoral, lintas daerah, bahkan lintas negara.
"Kita harus lihat mana yang menjadi prioritas untuk kepentingan rakyat, dan mana prioritas yang kedua, dan ketiga," ujar Presiden.
Karena itu, Kepala Negara meminta semua menteri dan pimpinan lembaga negara untuk berani membuat terobosan.
Selain itu, Jokowi juga mendorong agar semua menteri dan pimpinan lembaga negara tidak terjebak dengan pola-pola lama, terlebih lagi berorientasi bisnis semata.
"Saya juga minta komunikasi dengan rakyat harus terus dilibatkan. Ajak masyarakat, libatkan dalam perubahan-perubahan itu," kata Jokowi.
Sidang kabinet paripurna ini dihadiri oleh semua menteri Kabinet Kerja. Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak hadir dalam rapat tersebut karena sedang melaksanakan tugas lain.
Ia meminta tidak ada lagi regulasi dan kebijakan yang bertabrakan dengan kementerian/lembaga lainnya atau menjadi polemik di masyarakat.
"Hindari tabrakan, tidak ada lagi menimbulkan polemik di publik, perbedaan pandangan hanya di forum rapat," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11/2015).
Jokowi mengungkapkan, program yang dijalankan semua kementerian/lembaga harus terintegrasi dengan baik, satu visi dengan visi Presiden, serta berkorelasi baik antara perencanaan dan penganggarannya.
Presiden menekankan, program semua kementerian/lembaga harus bersinergi, lintas sektoral, lintas daerah, bahkan lintas negara.
"Kita harus lihat mana yang menjadi prioritas untuk kepentingan rakyat, dan mana prioritas yang kedua, dan ketiga," ujar Presiden.
Karena itu, Kepala Negara meminta semua menteri dan pimpinan lembaga negara untuk berani membuat terobosan.
Selain itu, Jokowi juga mendorong agar semua menteri dan pimpinan lembaga negara tidak terjebak dengan pola-pola lama, terlebih lagi berorientasi bisnis semata.
"Saya juga minta komunikasi dengan rakyat harus terus dilibatkan. Ajak masyarakat, libatkan dalam perubahan-perubahan itu," kata Jokowi.
Sidang kabinet paripurna ini dihadiri oleh semua menteri Kabinet Kerja. Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak hadir dalam rapat tersebut karena sedang melaksanakan tugas lain.
