• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jokowi-JK Janjikan Energi Murah

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
hBQj8.jpg
Angggota Tim Sukses (Timses) Joko Widodo-Jusuf Kalla Bidang Energi Darmawan Prasojo mengatakan, bila terpilih menjadi presiden, Jokowi-JK akan menyediakan energi yang murah bagi rakyat. Energi murah ini disediakan untuk sektor transportasi dan listrik.

"Energi akan menjadi murah baik di transportasi listrik, karena kita lakukan transformasi. Berbasis domestik murah. Strategi kami memang energi murah tapi subsidi bisa dipangkas," kata Darmo dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (31/5/2014).

Darmo mengungkapkan, dengan kebijakan energi tersebut, maka akan memberi ruang bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk digunakan bagi hal-hal yang konkrit, seperti pengurangan angka kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karenanya, harga energi harus ditekan.

"Dengan begitu, inflasi bisa ditekan. Sehingga, daya beli masyarakat akan lebih baik dan pertumbuhan ekonomi juga bisa lebih baik. Ruang APBN juga akan digunakan untuk membangun infrastruktur," ujar Darmo.

Darmo mengungkapkan, masalah utama energi yang dihadapi adalah subsidi. Subsidi BBM untuk transportasi mencapai Rp 275 triliun dan mendekatu Rp 100 triliun untuk listrik. Adapun produksi migas Indonesia mencapai 2,3 juta barel ekuivalen.

"Konsumsinya sama persis dengan produksi tapi neraca perdagangan kita negatif. Konsumsi minya kita didominasi minyak. Gas terpaksa dijual ke luar negeri karena infrastrukturnya tidak dibangun masif. Kita impor minyak yang mahal, akhirnya neraca perdagangan kita negatif," papar dia.

Oleh karena itu, strategi cerdas sangat diperlukan. Apabila harga minyak mahal dan harus mengimpor, maka yang harus dilakukan adalah beralih dari BBM ke BBG.

"Beralih ke gas, tapi tidak 100 persen. Minyak sawit dapat menggantikan solar dan ethanol menggantikan premium. Kalau pakai gas, tidak perlu lagi pakai subsidi. Strateginya adalah bagaimana kita turunkan subsidi dan turunkan harga energi 20 persen," ujar Darmo.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.