• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

John Martin Scripps, Si Turis Sadis dari Inggris

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Quote:
John Martin Scripps, Si Turis Sadis dari Inggris


John Martin Scrippsadalah seorang pembunuh berantai yg lahir di Letchworth, Hertfordshire, Inggris pada 9 Desember 1959. Dia adalah putra pasangan Leonard & Jean Scripps. Ayahnya adalah seorang supir truk, sementara sang Ibu adalah seorang pramusaji di sebuah bar. John sejak kecil sangat dekat dengan sang Ayah, namun pada tahun 1968, Leonard Scripps meninggal dunia akibat bunuh diri. Hal tersebut menciptakan John sangat terpuruk. Bahkan saking terpuruknya, pada saat Ia berusia 15 tahun, John memutuskan untuk putus sekolah. Meski begitu, John dapat mencari uangnya sendiri dengan menjual barang-barang antik & menawarkan jasa dirinya, entah itu jadi kuli, pembantu, & lain-lain.

Akan tetapi pada Mei 1974, John harus merasakan dharapnya sel tahanan untuk perdana kalinya setelah terbukti mengerjakan aksi pencurian. Ia diberi sanksi 1 tahun penjara & denda sebesar 10 Poundsterling. Ane kurang tau nilai kurs Poundsterling ke Rupiah pada tahun 1974 berapa, tetapi kalau semisal kita pakai kurs yg sekarang, (1 Poundsterling = Rp 20.000) John harus bayar denda sebesar Rp 200.000. Eh, bukannya tobat...si John malah keenakan jadi maling. Ia balik lagi ke penjara pada Agustus 1976 & keluar-masuk ke sana sebanyak 3 kali dalam waktu yg cukup dekat. Abis jadi maling, si John kelakuannya makin parah. Pada Juni 1978, John harus dipenjara lagi, tetapi bukan karena kasus pencurian, melainkan pelecehan seksual. Gak cuma dipenjara, John harus bayar denda sebesar 40 Poundsterling (Rp 800.000 kalau pake kurs sekarang).

Pada tahun 1980, ketika John jalan-jalan ke Meksiko, Ia berjumpa dengan seorang wanita yg memikat hatinya. Dia bernama Maria Pilar Arellanos, seorang wanita asal kota Cancn. Mereka pun menikah & sayangnya perkawinan mereka mulai goyah pada tahun 1982 akibat sifat John yg dapat dibilang seorang kriminal akut. Ia balik lagi jadi maling & ditangkap lagi selama 3 tahun berturut-turut. Di bulan Juni 1985, John dilaporkan kabur dari penjara cuma demi menemui sang istri. Sayangnya, Maria yg sudah gak kuat sama John milih untuk melayangkan talak tiga kepada John. John yg sekarang jadi duda, makin parah aksi kriminalnya. Salah satunya adalah dengan mengerjakan balas dendam kepada suami barunya Maria (mantan istrinya John) yg bernama Ken Cold, seorang anggota kepolisian Inggris. Apa yg John lakukan pada Ken? Jawabannya adalah mencuri barang-barangnya Ken. Namanya orang emosi, akal sehatnya pasti nggak jalan. Kira-kira itulah kalimat yg pas buat mendeskripsikan sosok John Martin Scripps saat membalas perbuatan Ken Cold. Tolol juga ya macem-macem sama Polisi?

Singkat waktu pada tahun 1987, John dibebaskan dari penjara & memutuskan untuk mengganti namanya jadi John Martin(bukan nama seniman ya?). Lagi-lagi John masih belum kapok dengan semua tindak kriminal yg Ia perbuat. Bahkan, aksinya kini semakin parah saja. John kini mulai bergabung dengan sindikat penjualan narkoba. Untuk pasarnya sendiri, John kerap menjual barang haram tersebut di kawasan Eropa & Asia. Ia berpura-pura sebagai turis di negara tempat para konsumennya berada, padahal Ia jadi "turis" punya maksud untuk dagang narkoba. Sepandai-pandainya Tupai melompat akhirnya jatuh juga, sepandai-pandainya John menutupi kedoknya sebagai penjual narkoba tingkat Internasional, akhirnya ketangkep juga. John tertangkap saat dirinya berada di Bandara Heathrow, London, karena Ia kedapatan membawa narkoba saat diperiksa oleh petugas. Saat ditangkap, Polisi menemukan sebuah kunci yg rupanya adalah kunci untuk membuka sebuah brankas pribadi miliknya yg disimpan di Orchard, Singapura. Pihak berwenang Inggris pun menghubungi pihak berwenang Singapura untuk membongkar brankas tersebut. Dan ternyata, di dalamnya ada 1,5 kilogram heroin yg harganya ditaksir mencapai 1 juta US Dollar (kurs pada saat itu). Atas perbuatannya, John dijatuhi sanksi 7 tahun penjara, terhitung sejak Januari 1988. Eh tapi...lagi-lagi John berusaha kabur dari penjara. Beruntung, Polisi berhasil menangkap kembali si John. Baru saja John menjalani tahun keempat masa tahanannya pada 1992, hakim secara resmi menambahkan masa tahanannya John selama 6 tahun lagi.

Pada tahun yg sama (1992), John belajar bagaimana caranya untuk jadi seorang tukang potong daging. Ia mempelajari itu saat dirinya masih di sel tahanan. Tapi, ilmu tersebut jadi dasar bagi John untuk memulai aksi tersadisnya kelak. Jujur, Ane bosen nyeritain soal si John yg sering kabur di penjara. Giliran di penjara ogah, tetapi kalo dibiarin malah ngelunjak ini orang. John sempat kabur lagi dari penjara pada 20 Agustus 1993, Ia pun ditangkap lagi & kabur lagi pada Oktober 1994. Saking seringnya keluar masuk penjara, Ibunya John hingga rela menjual semua perabotan rumahnya cuma demi membayar denda. Sudah 7 tahun sejak John perdana kali divonis masuk penjara pada 1988, kini tersisa 6 tahun masa kurungan lagi yg harus John ambil. Sebelum memulai ronde kedua dari masa tahanannya, John sempat dibebaskan terlebih dahulu. Akan tetapi, itu adalah kesalahan yg sangat-sangat fatal dari pihak yg berwenang. Pasalnya, John dibantu sang Ibu mengganti identitasnya jadi Simon James Davis & kabur ke Singapura pada 8 Maret 1995.

Sehingganya John Martin Scripps alias Simon James Davis di Singapura, langsung melancarkan aksi sadisnya. Pertama-tama Ia berjumpa dengan seorang pakar kimia asal Johannesburg, Afrika Selatan bernama Gerard Lowe. John a.k.a Simon menghampiri Gerard saat mereka berada di Bandara Changi Singapura & menawarkan tempat akomodasi untuknya. Gerard pun iya-iya aja tanpa rasa curiga sama sekali. Mereka berdua pun check in di Hotel River View. Itu kejadiannya pas tanggal 8 Maret 1995, pada tanggal 11 Maret 1995 John check out dari hotel & minta namanya Gerard dihapus dari daftar tamu. John "kesal" kepada Gerard yg "katanya" seorang Gay, padahal mah itu cuma akal-akalan si John biar aksi sadisnya gak ketahuan. John langsung cabut dari Singapura ke Thailand pada hari yg sama.

John Martin Scripps, Si Turis Sadis dari Inggris


Hotel River View, tempat dimana John Martin Scripps membunuh Gerard Lowe

Sehingganya di Thailand, John ketemu sama 2 mangsa barunya yg merupakan pasangan Ibu & Anak bernama Sheila & Darin Damude yg merupakan warga negara Kanada. Seperti biasa, John kenalan dulu sama calon korbannya, diajakin nginep di hotel yg sama, terus Ibu & Anak itu dibunuh, si John cabut dengan alibi keluarga Damude udah cabut alias check out hotel duluan sementara si John yg nalangin biayanya & terakhir cabut begitu aja. Ane kurang tau banyak soal dunia perhotelan, tetapi ada gak sih orang yg nginep di hotel terus tanpa sepengetahuan resepsionis tiba-tiba udah check out gitu aja? Coba sharing infonya di kolom komentar.

Hal tersebut tentu saja menimbulkan kecurigaan hingga upaya penelusuran pun dilakukan. Pada 13 Maret 1995, ditemukan sebuah potongan kaki & tubuh manusia tanpa bukti diri di kawasan Pelabuhan Clifford, dekat Marina Bay, Singapura. Potongan tubuh tersebut ditemukan terapung di air & terbungkus kantong plastik. Pihak kepolisian pun mengerjakan investigasi, tak lama kemudian, istri dari Gerard Lowe menghubungi pihak berwenang Singapura untuk menanyakan kabar suaminya yg sudah lama putus kontak. Singkat waktu potongan tubuh tadi diotopsi & diperiksa, hingga didapatlah kesimpulan bahwa potongan tubuh tersebut adalah potongan tubuhnya Gerard Lowe. Lalu pada 19 Maret 1995, di hari yg sama dengan perginya John Martin dari Thailand, ditemukan sebuah kerangka manusia di sekitaran tambang timah di distrik Kathu, Thailand. Kepolisian Thailand mengerjakan penyelidikan & ditemukanlah beberapa potongan tubuh di Jalan Bahn Nai Trang, sekitar 9,7 KM (6 mil) dari tambang tadi. Mengpakai catatan dental & forensik, Kepolisian Thailand berhasil mengidentifikasi kalau kerangka & potongan tubuh yg mereka temukan adalah milik Sheila & Darin Damude.

Masih di tanggal 19 Maret 1995, pada saat John hendak bertolak dari Bandara Changi Singapura, pihak berwenang yg sudah mengincar John langsung meringkus pria asal Negeri Ratu Elizabeth itu. Polisi berhasil menemukan sebuah palu, alat kejut listrik, semprotan aerosol, 6 buah borgol (4 seukuran pergelangan tangan, 2 seukuran jempol atau bahasa Inggrisnya "Thumbcuff") & paspor milik Gerard Lowe & keluarga Damude. John langsung disidang GPL (Gak Pake Lama) oleh pihak berwenang Singapura. Dalam persidangannya, John buka-bukaan soal tutorial membunuh orang ala dirinya. John awalnya menciptakan korbannya tak sadarkan diri dengan cara disetrum, terus Ia pukul korbannya dengan palu hingga korban tewas, lalu Ia cincang tubuh korbannya dengan teknik memotong daging yg Ia pelajari saat masih di dalam sel tahanan dulu, terus dibuang jasadnya sembarangan kayak sampah & berakhir di penjara lagi untuk terakhir kalinya. Ya, perjalanan kriminal si turis sadis dari Inggris harus berakhir dengan sanksi mati. John mendapatkan vonis tersebut sesuai dengan keputusan hakim pada tanggal 7 November 1995 dengan cara digantung.

Selagi menunggu hari terakhirnya, John sempat diinterogasi oleh Kepolisian Metropolitan London karena diduga mengerjakan pembunuhan kepada 2 orang yg bernama Timothy MacDowall & William Shackel. John mengaku kalau dirinya mengenal MacDowall & berencana untuk berlibur ke Belize bersamanya & Maria (mantan istrinya John). Namun hal tersebut tidak terealisasi karena...ya...taulah si John kayak gimana orangnya. Menurut keterangan Polisi, MacDowall hilang saat dirinya berlibur ke Belize sendirian pada awal tahun 1995, saat ditelusuri ditemukan catatan mutasi dari rekeningnya MacDowall dimana dirinya mengirim uang sebesar 21.000 ke rekeningnya John. Soal itu John gak tau apa-apa sama sekali & Ia pun menolak untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Itu tadi soal MacDowall, kalo kasusnya Shackel, Dia dikabarkan hilang di kota Cancn, Meksiko, tempat kelahiran mantan istrinya John, yaitu Maria. John dicurigai terlibat dalam kasus tersebut usai Shackel membayar sebuah cek seharga 4.000. Tidak diketahui untuk apa Shackel mengeluarkan cek dengan nilai sebesar itu, tetapi yg pasti Polisi sempat mengidentifikasi keberadaan John di kota Cancn di hari yg sama dengan hilangnya Shackel. Namun John tetap tidak tahu menahu soal itu. BTW, interogasi ini dilakukan di Singapura, yg berarti pihak Kepolisian Metropolitan London yg datang ke sana cuma untuk minta keterangan doang.

Abis diinterogasi sama Polisi Inggris, John lagi-lagi diinterogasi lagi oleh Kepolisian San Francisco. Ia jadi buronan Polisi karena diduga sudah membunuh seorang PSK bernama Tom Wenger pada 28 Maret 1994. John dikira pembunuh sama Polisi gara-gara ilustrasi pelaku yg mirip sama Dia, padahal pas tanggal segitu John masih dipenjara di Inggris. Jasad Tom ditemukan di dalam sebuah tempat sampah di sekitaran Jalan Polk, Gang Myrtle, San Francisco. Tom baru kabur dari penjara pada Oktober 1994.

John sempet mengajukan banding kepada hakim pada 15 November 1995 buat meringankan hukumannya, namun hingga tanggal 4 Januari 1996, pengajuan bandingnya itu tidak pernah diurus lagi. Baik dari pihak keluarga maupun pemerintah Inggris tidak ada yg merasa keberatan soal sanksi mati yg dijatuhkan kepada John. Bersamaan dengan itu, John Martin Scripps jadi orang Inggris perdana yg dieksekusi mati oleh Singapura pasca kemerdekaan Singapura dari jajahan Inggris pada 1959. John menjalani eksekusi hukumannya pada 19 April 1996 di Lapas Changi Singapura. Gak cuma John, ada 2 tersangka penjualan narkoba yg sama-sama dieksekusi mati pada hari itu juga. Dan begitulah akhir kisah dari si turis sadis dari Inggris, John Martin Scripps.​


Source : John Martin Scripps

Hari ini 14:02
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.