hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menegaskan, pemberantasan korupsi memang sulit, akan tetapi, sebenarnya tidak terlalu sulit. Terutama, apabila ada pemahaman yang sama mengenai pertumbuhan ekonomi yang merata, serta efisiensi dan efektifitas dalam pengambilan keputusan.
"Jadi, tidak terlalu sulit, "tutur Kalla dengan uraian panjang lebar, dalam seminar nasional Kompas "Korupsi yang Memiskinkan" di Hotel Santika, Jakarta, Senin (21/2/2011) pagi ini.
Selain itu, harus ada perubahan kultur di tingkat pemimpin. "Yang tentukan perubahan kultur bangsa ini adalah perubahan kultur di atas. Korupsi akan terus terjadi di bawah jika korupsi marak di tingkat atas," tambahnya.
Kalla mengakui pemerataan korupsi yang terjadi di Indonesia sejalan dengan pemerataan kekuasaan yang sekarang ini memang sudah merata di berbagai kalangan. "Dulu, pemerintah pusat adalah pusat korupsi. Sekarang sudah terbagi tiga, yaitu korupsi di pusat sudah sepertiga, sepertiga korupsi lagi di daerah dan korupsi sepertiga lagi ada di kalangan politisi atau DPR. Jadi, korupsi sudah merata," jelasnya.
Tentang kemiskinan, Kalla membandingkan jumlah penduduk miskin Indonesia tercatat 31,9 juta dari jumlah total penduduk di Indonesia yang mencapai 230 juta dengan jumlah penduduk miskin Malaysia yang 28,2 juta jiwa. "Ini berarti jika dibalik cara berpikirnya, jumlah penduduk Indonesia yang mampu sembilan kali lipatnya dari jumlah penduduk Malaysia," demikian Kalla.
...