Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hati ke Hati Menata Hati
Taukah anda apa lebih menyedihkan daripada sebuah perpisahan? Adalah penyesalan! Benarkah demikian?
Sebuah pertanyaan yg memiliki banyak jawaban. Hingga terkadang semua jawaban itu akhirnya cuma dapat diam tanpa kata.
Bibir terkunci diam tanpa mengatakan cuma saja berisik dikepala. Lantas Jika Rindu Ini Sebatas Kata Mengapa Sakitnya Begitu Terasa? Jawab!
Saat hatimu menanggung rindu yg kian serat haruskah menyesal tersebab tidak dapat bersabar lebih lama, tidak bertahan sedikit lagi, memutuskan dengan tergesa & merana karena kini jadi asing untuk satu sama lain?
"Seandainya anda lebih dulu menahanya, apakah kalian tidak akan berakhir dengan sia-sia? Jika anda mengalah lebih banyak, apakah kalian akan tetap bersama hingga kini? Bila anda menolak mengikuti hati nurani, apakah perpisahan tidak akan pernah jadi pilihan?"
Tiada lagi kabar yg dapat dicari atau sebenarnya jelas didepan mata cuma tidak dapat menyapa? Beritanya benar-benar tenggelam, hilang dalam pandangan. Sisa-sisa jejak kakinya pun kini sudah samar & memudar.
Hari-hari terlalui pelan-pelan ingatan tentangnya memudar. Berusaha mengingatnya sekuat tenaga hanyalah tangis yg tumpah-ruah hingga air mata mengering.
Asudahlah kali ini, rindu benar-benar menyiksa & anda baru dapat menuliskannya dengan baik setelah perpisahan benar-benar menyentuh kalian.
Ingin rasanya anda menjerit berteriak:
"Aku kalah"
Sayangnya nurani menolak, menyadari bahwa semua yg terjadi adalah skenario Sang Maha Sutradara Kehidupan
Seringkali keadaan paling rumit menyeretmu untuk menunduk & belajar jadi diri yg dewasa, hangat & bener-bener percaya bahwa manusia tidak dapat apa-apa tanpa seknario Sang Maha Sutradara Kehidupan.
Rasanya anda harap berlari cuma saja kaki terhenti. Ingin berteriak sekencang mungkin cuma saja tidak bersuara.
Benarkah Kepergian Akan Meninggalkan Pesakitan?
Ada pertemuan sudah pastinya ada perpisahan. Hanya saja kepergian akan sering mengorbankan banyak hal, termasuk anda & hatimu. Maka perlahan wajarkanlah, hidup terus berjalan & berputar dengan segala datang & pergi yg silih berganti.
Sebuah pertanyaan muncul, dimana sesuatu yg memiliki sebuah kepastian itu berada? Pikirankanlah.
Apakah pada dawai yg kerap meninggalkan gurat makna dalam nyanyiannya ataukah dalam bening air mata yg menegaskan bahwa rasa tulus memang memiliki kepastian & tidak perlu dipertanyakan, mengapa begitu?
Cobalah menerka apa jawaban sebenarnya!
Apakah pada rangkaian aksara yg terjeda pada titik & koma ataukah dalam paragraf cerita kehidupan dalam setiap lembaran berbeda?
Adakah jawaban yg pasti? Entahlah. Hanya saja kepastian cuma milik Allah Maha Sutradara Kehidupan.
Sementara manusia cuma bayang-bayang dari pikiran & perbuatanya sendiri.
Quote:
Baca Juga
Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mensayangi Suamiku
Benarkah Istri yg Tak Pandai 'Meracik Bumbu' di Atas Ranjang Jadi Penyebab Suami Selingkuh?
Wanita Sebaiknya Bekerja atau Stay di Rumah?
Inikah Kebahagiaan Cowok saat Putus dengan Kekasihnya?
Bertengkar Kemudian Cari Solusi VS Diam Bikin Sakit Hati, Kamu Termasuk yg Mana?
Bagi siapapun yg membaca ini thread, apakah anda sedang mengalami seperti tertulis di atas? Jika iya maka renungkan cerita ini.
Suatu hari dalam perjalanan seorang guru memerintahkan muridnya untuk mengambil air. Hanya saja air itu baru saja diinjak-injak oleh derap kaki kuda yg baru saja melewati jalan tersebut.
"Airnya sangat keruh guru karena baru saja diinjak-injak kaki kuda. Apa yg harus dilakukan Guru?"
"Biarkan saja! Tidak perlu mengerjakan apapun, supaya airnya jernih sendiri," jawab Guru dengan tersenyum.
Hadapi, nikmati & syukuri dengan segala apa yg terjadi. Sadari apapun yg sudah terjadi adalah bagian dari proses perjalanan kehidupan.
Saat air itu keruh seperti pikiranmu yg gaduh, kalau mengaduknya akan semakin keruh. Maka biarkan saja, nanti akan jernih sendiri & akhirnya terlihat jelas semuanya apa yg harus anda lakukan.
Bagaimana sahabat IFers punya pertanyaan lain? Yuk diskusikan disini. Belajar bersama dapat & terimakasih.
Taukah anda apa lebih menyedihkan daripada sebuah perpisahan? Adalah penyesalan! Benarkah demikian?
Sebuah pertanyaan yg memiliki banyak jawaban. Hingga terkadang semua jawaban itu akhirnya cuma dapat diam tanpa kata.
Bibir terkunci diam tanpa mengatakan cuma saja berisik dikepala. Lantas Jika Rindu Ini Sebatas Kata Mengapa Sakitnya Begitu Terasa? Jawab!
Saat hatimu menanggung rindu yg kian serat haruskah menyesal tersebab tidak dapat bersabar lebih lama, tidak bertahan sedikit lagi, memutuskan dengan tergesa & merana karena kini jadi asing untuk satu sama lain?
"Seandainya anda lebih dulu menahanya, apakah kalian tidak akan berakhir dengan sia-sia? Jika anda mengalah lebih banyak, apakah kalian akan tetap bersama hingga kini? Bila anda menolak mengikuti hati nurani, apakah perpisahan tidak akan pernah jadi pilihan?"
Tiada lagi kabar yg dapat dicari atau sebenarnya jelas didepan mata cuma tidak dapat menyapa? Beritanya benar-benar tenggelam, hilang dalam pandangan. Sisa-sisa jejak kakinya pun kini sudah samar & memudar.
Hari-hari terlalui pelan-pelan ingatan tentangnya memudar. Berusaha mengingatnya sekuat tenaga hanyalah tangis yg tumpah-ruah hingga air mata mengering.
Asudahlah kali ini, rindu benar-benar menyiksa & anda baru dapat menuliskannya dengan baik setelah perpisahan benar-benar menyentuh kalian.
Ingin rasanya anda menjerit berteriak:
"Aku kalah"
Sayangnya nurani menolak, menyadari bahwa semua yg terjadi adalah skenario Sang Maha Sutradara Kehidupan
Seringkali keadaan paling rumit menyeretmu untuk menunduk & belajar jadi diri yg dewasa, hangat & bener-bener percaya bahwa manusia tidak dapat apa-apa tanpa seknario Sang Maha Sutradara Kehidupan.
Rasanya anda harap berlari cuma saja kaki terhenti. Ingin berteriak sekencang mungkin cuma saja tidak bersuara.
Benarkah Kepergian Akan Meninggalkan Pesakitan?
Ada pertemuan sudah pastinya ada perpisahan. Hanya saja kepergian akan sering mengorbankan banyak hal, termasuk anda & hatimu. Maka perlahan wajarkanlah, hidup terus berjalan & berputar dengan segala datang & pergi yg silih berganti.
Sebuah pertanyaan muncul, dimana sesuatu yg memiliki sebuah kepastian itu berada? Pikirankanlah.
Apakah pada dawai yg kerap meninggalkan gurat makna dalam nyanyiannya ataukah dalam bening air mata yg menegaskan bahwa rasa tulus memang memiliki kepastian & tidak perlu dipertanyakan, mengapa begitu?
Cobalah menerka apa jawaban sebenarnya!
Apakah pada rangkaian aksara yg terjeda pada titik & koma ataukah dalam paragraf cerita kehidupan dalam setiap lembaran berbeda?
Adakah jawaban yg pasti? Entahlah. Hanya saja kepastian cuma milik Allah Maha Sutradara Kehidupan.
Sementara manusia cuma bayang-bayang dari pikiran & perbuatanya sendiri.
Quote:
Baca Juga
Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mensayangi Suamiku
Benarkah Istri yg Tak Pandai 'Meracik Bumbu' di Atas Ranjang Jadi Penyebab Suami Selingkuh?
Wanita Sebaiknya Bekerja atau Stay di Rumah?
Inikah Kebahagiaan Cowok saat Putus dengan Kekasihnya?
Bertengkar Kemudian Cari Solusi VS Diam Bikin Sakit Hati, Kamu Termasuk yg Mana?
Bagi siapapun yg membaca ini thread, apakah anda sedang mengalami seperti tertulis di atas? Jika iya maka renungkan cerita ini.
Suatu hari dalam perjalanan seorang guru memerintahkan muridnya untuk mengambil air. Hanya saja air itu baru saja diinjak-injak oleh derap kaki kuda yg baru saja melewati jalan tersebut.
"Airnya sangat keruh guru karena baru saja diinjak-injak kaki kuda. Apa yg harus dilakukan Guru?"
"Biarkan saja! Tidak perlu mengerjakan apapun, supaya airnya jernih sendiri," jawab Guru dengan tersenyum.
Hadapi, nikmati & syukuri dengan segala apa yg terjadi. Sadari apapun yg sudah terjadi adalah bagian dari proses perjalanan kehidupan.
Saat air itu keruh seperti pikiranmu yg gaduh, kalau mengaduknya akan semakin keruh. Maka biarkan saja, nanti akan jernih sendiri & akhirnya terlihat jelas semuanya apa yg harus anda lakukan.
Bagaimana sahabat IFers punya pertanyaan lain? Yuk diskusikan disini. Belajar bersama dapat & terimakasih.