Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.891
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Jika Raphael Varane bergabung dengan MU.
Bek tengah Prancis Raphael Varane (depan) menyalami penggemar setelah Prancis mengalahkan Jerman dalam pertandingan fase grup EURO 2020 di Allianz Arena di Muenchen pada 15 Juni 2021. ANTARA/AFP/Matthias Schrader.
Jakarta (ANTARA) - Raphael Varane dianggap sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini.
Lens jadi klub profesional pertamanya. Tetapi tak lama, karena pada musim panas 2011 dia bergabung dengan Real Madrid.
Bersama Los Blancos, Varane sudah memenangkan 18 trofi, termasuk tiga gelar pemenang La Liga, empat gelar pemenang Liga Champions, sekali Copa del Rey & empat kali trofi Piala Dunia Klub.
Dalam usia 24 tahun, dia sudah merebut tiga trofi pemenang Liga Champions sehingga jadi bek termuda yg mengerjakan hal itu & menyisihkan catatan Paolo Maldini yg mengerjakan pencapaian itu dalam usia 26 tahun.
Varane juga turut membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia, sekalipun gagal menjuarai Euro 2020 yg baru lewat lalu.
Varane menyisakan satu tahun lagi dalam kontraknya di Real Madrid, namun belakangan dia menunjukkan sikap yg tidak harap berlama-lama lagi di Madrid.
Media massa Spanyol menyebut mencari tantangan baru, khususnya di Liga Inggris & lebih spesifik lagi Manchester United (MU), adalah alasan terbesar Varane harap meninggalkan Madrid yg dalam tiga tahun terakhir ini ditinggalkan dua megabintangnya; perdana Cristiano Ronaldo pada 2018, & kemudian Sergio Ramos, bulan ini.
Baca juga: Raphael Varane kirim pesan kepada MU, siap pindah ke Old Trafford
Baca juga: MU sedikit lagi capai kesepakatan pribadi dengan Raphael Varane
Namun mungkin juga Varane jadi kian tidak bersemangat lagi di Madrid setelah Zinedine Zidane yg merupakan orang di balik kepindahannya ke Real dari Lens sepuluh tahun lalu, sudah tidak lagi melatih Madrid. Zidane adalah orang perdana yg menghubungi Varane untuk menanyakan minatnya bergabung dengan Madrid pada 2011.
Varane terang benderang menyebut Manchester United sebagai pelabuhan dia berikutnya. Dan berbagai media menyebutkan Madrid sudah meluluskan keharapan Varane meninggalkan klub itu. Kini, yg dilakukan Madrid adalah menunggu datangnya tawaran resmi dari Manchester United.
Madrid sendiri dikabarkan menyerah setelah tawaran perpanjangan kontraknya yg sudah diajukan sebelum kickoff Piala Eropa 2020 tidak ditanggapi oleh pihak Varane.
Pemain ini menunda menjawab tawaran pembaruan kontrak itu karena harap berkonsentrasi membela Prancis dalam Euro 2020, selain harap diberi waktu untuk berpikir.
Tetapi hingga Les Bleus tersisih pada 16 akbar Euro 2020 dua pekan lalu, Madrid belum juga memperoleh jawaban dari Varane.
Akhirnya, keputusan melepas Varane pun dibuat oleh Madrid, dari pada menjual pemain ini tahun depan ketika saat itu Varane berstatus bebas transfer sehingga Real tak akan mendapatkan apa-apa.
United sendiri masih hati-hati, apalagi Real tak akan mau asal melepas Varane.
Bukan saja soal harga transfer yg kemungkinan akan alot untuk disepakati & dapat jadi pengganjal keharapan Setan Merah dalam mendatangkan bek tengah Prancis itu, tetapi juga pelatih baru Real Madrid Carlo Ancelotti tentu berpikir dua kali untuk mau begitu saja melepas dua palang pintunya sekaligus setelah Sergio Ramos lebih dulu pindah ke Paris Saint Germain (PSG).
Baca juga: Madrid menyerah bolehkan Varane pergi, tunggu tawaran MU
Baca juga: Sergio Ramos sepakati kontrak dua tahun dengan PSG
Membuat MU lebih menyerang
Sekalipun hati-hati, Manchester United jelas menyambut hangat prospek kepindahan Varane ke Old Trafford. Bahkan bukan kebetulan kalau manajer Ole Gunnar Solksjaer sudah ancang-ancang mengubah formasi bermain pasukannya jadi lebih menyerang dalam pola 4-3-3.
Ekspektasi hadirnya Varane yg nantinya akan diduetkan dengan Harry Maguire yg tampil cemerlang selama Euro 2020, menciptakan Solksjaer berpikiran untuk mengubah timnya jadi lebih menekan lawan mana pun, & tak lagi tersudut manakala melawan regu yg lebih agresif.
Lagi pula, kalau melihat sukses beberapa akbar regu pemenang liga Eropa, baik itu di Inggris maupun di luar Inggris termasuk tim-tim empat liga utama Eropa lainnya, kehadiran dua palang pintu yg tangguh adalah jaminan dominasi liga. Manchester City bersama duet John Stones & Ruben Dias adalah contoh terdekat & termutakhir.
Baca juga: Duo bek Manchester City jadi pembeda saat kalahkan West Ham
Baca juga: Maguire 'star of the match', Ballack sebut Jerman tak berdaya
Masa keemasan Manchester United sendiri ditopang oleh duo bek tengah terkenal solid sekali, Rio Ferdinand & Nemanja Vidic. Duo inilah yg menciptakan pemain lini kedua & ketiga anteng beroperasi di daerah lawan, tanpa terlalu sering menolong pertahanan seperti sering dilakukan Setan Merah beberapa musim terakhir, termasuk musim lalu.
Dan pola bermain seperti itu sering menciptakan United kehilangan poin & sering gagal memanfaatkan momentum sehingga gagal pula memacu diri untuk memimpin perburuan pemenang liga.
Masuknya Jadon Sancho menciptakan orientasi menyerang itu semakin kental, & pasti membahagiakan satu-satunya striker murni yg dimiliki Manchester United saat ini, Edinson Cavani.
Dengan 20 assist dalam semua lomba bersama Borussia Dortmund sepanjang musim lalu, Sancho adalah impian semua striker di mana pun, termasuk Cavani. Pergerakannya, laju berlarinya & kecerdasannya dalam membaca permainan, akan memudahkan tugas Cavani dalam menjebol gawang lawan.
Namun, tanpa palang pintu yg solid & jago dalam menutup pertahanan sehingga para gelandang & pemain depan nyaman memainkan bola & anteng menusuk lawan, pemain-pemain seofensif Sancho sekalipun tidak akan 100 persen fokus menyerang karena setiap waktu terpaksa turun menolong pertahanan, khususnya ketika United menghadapi tim-tim berorientasi menyerang & sering harap mendominasi penguasaan bola seperti Manchester City & Liverpool.
Baca juga: Alasan MU ngotot merekrut Jadon Sancho
Baca juga: Cavani perpanjang kontrak dengan Manchester United hingga 2022
Jika Solksjaer mengubah strategi bermainnya dari semula dalam formasi 4-2-3-1 yg kerap dipasang musim lalu jadi 4-3-3, maka United bakal cuma memerlukan seorang gelandang bertahan. Ini artinya, Scott McTominay & Fred tidak akan dimainkan berbarengan sebagai poros ganda.
Seorang gelandang bertahan ini akan didampingi oleh dua gelandang berorientasi menyerang yg sudah pasti salah satunya adalah Bruno Fernandes. Satu lainnya akan bergantian diisi oleh Paul Pogba & Donny van de Beek.
Pogba & van de Beek diisukan bakal meninggalkan Old Trafford musim panas tahun ini, tetapi Setan Merah, menurut ESPN, yakin kedua gelandang ini tetap bersama mereka, paling tidak selama musim yg baru nanti.
Van de Beek mungkin ya begitu. Tetapi Pogba saat ini tengah diincar oleh Paris Saint Germain yg mengantisipasi kemungkinan Kylian Mbappe hengkang dari PSG.
Pogba sepertinya sudah melupakan Real Madrid karena Zidane yg sangat mengharapkan dia, sudah tak lagi menukangi El Real.
Tetapi, kehadiran Varane dapat menciptakan Pogba tak harap meninggalkan Old Trafford. Keduanya tumbuh bersama & menjalin persahabatan yg kalau dapat dipersatukan di MU bakal menciptakan suasana dalam regu Setan Merah jadi hangat & lebih kompak lagi.
Dan tidak cuma berhenti pada Varane, niat Solskjaer membangun regu lebih menyerang & sekaligus solid dalam bertahan, juga ditunjukkan dengan keharapan mendatangkan bek kanan Aletico Madrid & timnas Inggris, Kieran Trippier.
Untuk yg terakhir itu, MU bakal lebih kesulitan karena harga 40 juta euro yg dipasang Atletico untuk pemain itu akan sulit ditawar Setan Merah, dengan format apa pun.
Tetapi masa transfer masih panjang, hingga 31 Agustus. Situasi transfer masih sangat dapat berubah.
Baca juga: Pogba mengaku belum ditawari kontrak baru oleh MU
Baca juga: Frank de Boer klaim Donny van de Beek "tidak bahagia" di Man United
Baca juga: AS Roma dikabarkan siap datangkan Alex Telles dari Manchester United
Baca juga: Manchester United resmi rekrut kembali Tom Heaton
Berita diatas dikutip dari internet, jika Jika Raphael Varane bergabung dengan MU adalah spam, mohon beritahu kami.
Bek tengah Prancis Raphael Varane (depan) menyalami penggemar setelah Prancis mengalahkan Jerman dalam pertandingan fase grup EURO 2020 di Allianz Arena di Muenchen pada 15 Juni 2021. ANTARA/AFP/Matthias Schrader.
Jakarta (ANTARA) - Raphael Varane dianggap sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini.
Lens jadi klub profesional pertamanya. Tetapi tak lama, karena pada musim panas 2011 dia bergabung dengan Real Madrid.
Bersama Los Blancos, Varane sudah memenangkan 18 trofi, termasuk tiga gelar pemenang La Liga, empat gelar pemenang Liga Champions, sekali Copa del Rey & empat kali trofi Piala Dunia Klub.
Dalam usia 24 tahun, dia sudah merebut tiga trofi pemenang Liga Champions sehingga jadi bek termuda yg mengerjakan hal itu & menyisihkan catatan Paolo Maldini yg mengerjakan pencapaian itu dalam usia 26 tahun.
Varane juga turut membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia, sekalipun gagal menjuarai Euro 2020 yg baru lewat lalu.
Varane menyisakan satu tahun lagi dalam kontraknya di Real Madrid, namun belakangan dia menunjukkan sikap yg tidak harap berlama-lama lagi di Madrid.
Media massa Spanyol menyebut mencari tantangan baru, khususnya di Liga Inggris & lebih spesifik lagi Manchester United (MU), adalah alasan terbesar Varane harap meninggalkan Madrid yg dalam tiga tahun terakhir ini ditinggalkan dua megabintangnya; perdana Cristiano Ronaldo pada 2018, & kemudian Sergio Ramos, bulan ini.
Baca juga: Raphael Varane kirim pesan kepada MU, siap pindah ke Old Trafford
Baca juga: MU sedikit lagi capai kesepakatan pribadi dengan Raphael Varane
Namun mungkin juga Varane jadi kian tidak bersemangat lagi di Madrid setelah Zinedine Zidane yg merupakan orang di balik kepindahannya ke Real dari Lens sepuluh tahun lalu, sudah tidak lagi melatih Madrid. Zidane adalah orang perdana yg menghubungi Varane untuk menanyakan minatnya bergabung dengan Madrid pada 2011.
Varane terang benderang menyebut Manchester United sebagai pelabuhan dia berikutnya. Dan berbagai media menyebutkan Madrid sudah meluluskan keharapan Varane meninggalkan klub itu. Kini, yg dilakukan Madrid adalah menunggu datangnya tawaran resmi dari Manchester United.
Madrid sendiri dikabarkan menyerah setelah tawaran perpanjangan kontraknya yg sudah diajukan sebelum kickoff Piala Eropa 2020 tidak ditanggapi oleh pihak Varane.
Pemain ini menunda menjawab tawaran pembaruan kontrak itu karena harap berkonsentrasi membela Prancis dalam Euro 2020, selain harap diberi waktu untuk berpikir.
Tetapi hingga Les Bleus tersisih pada 16 akbar Euro 2020 dua pekan lalu, Madrid belum juga memperoleh jawaban dari Varane.
Akhirnya, keputusan melepas Varane pun dibuat oleh Madrid, dari pada menjual pemain ini tahun depan ketika saat itu Varane berstatus bebas transfer sehingga Real tak akan mendapatkan apa-apa.
United sendiri masih hati-hati, apalagi Real tak akan mau asal melepas Varane.
Bukan saja soal harga transfer yg kemungkinan akan alot untuk disepakati & dapat jadi pengganjal keharapan Setan Merah dalam mendatangkan bek tengah Prancis itu, tetapi juga pelatih baru Real Madrid Carlo Ancelotti tentu berpikir dua kali untuk mau begitu saja melepas dua palang pintunya sekaligus setelah Sergio Ramos lebih dulu pindah ke Paris Saint Germain (PSG).
Baca juga: Madrid menyerah bolehkan Varane pergi, tunggu tawaran MU
Baca juga: Sergio Ramos sepakati kontrak dua tahun dengan PSG
Membuat MU lebih menyerang
Sekalipun hati-hati, Manchester United jelas menyambut hangat prospek kepindahan Varane ke Old Trafford. Bahkan bukan kebetulan kalau manajer Ole Gunnar Solksjaer sudah ancang-ancang mengubah formasi bermain pasukannya jadi lebih menyerang dalam pola 4-3-3.
Ekspektasi hadirnya Varane yg nantinya akan diduetkan dengan Harry Maguire yg tampil cemerlang selama Euro 2020, menciptakan Solksjaer berpikiran untuk mengubah timnya jadi lebih menekan lawan mana pun, & tak lagi tersudut manakala melawan regu yg lebih agresif.
Lagi pula, kalau melihat sukses beberapa akbar regu pemenang liga Eropa, baik itu di Inggris maupun di luar Inggris termasuk tim-tim empat liga utama Eropa lainnya, kehadiran dua palang pintu yg tangguh adalah jaminan dominasi liga. Manchester City bersama duet John Stones & Ruben Dias adalah contoh terdekat & termutakhir.
Baca juga: Duo bek Manchester City jadi pembeda saat kalahkan West Ham
Baca juga: Maguire 'star of the match', Ballack sebut Jerman tak berdaya
Masa keemasan Manchester United sendiri ditopang oleh duo bek tengah terkenal solid sekali, Rio Ferdinand & Nemanja Vidic. Duo inilah yg menciptakan pemain lini kedua & ketiga anteng beroperasi di daerah lawan, tanpa terlalu sering menolong pertahanan seperti sering dilakukan Setan Merah beberapa musim terakhir, termasuk musim lalu.
Dan pola bermain seperti itu sering menciptakan United kehilangan poin & sering gagal memanfaatkan momentum sehingga gagal pula memacu diri untuk memimpin perburuan pemenang liga.
Masuknya Jadon Sancho menciptakan orientasi menyerang itu semakin kental, & pasti membahagiakan satu-satunya striker murni yg dimiliki Manchester United saat ini, Edinson Cavani.
Dengan 20 assist dalam semua lomba bersama Borussia Dortmund sepanjang musim lalu, Sancho adalah impian semua striker di mana pun, termasuk Cavani. Pergerakannya, laju berlarinya & kecerdasannya dalam membaca permainan, akan memudahkan tugas Cavani dalam menjebol gawang lawan.
Namun, tanpa palang pintu yg solid & jago dalam menutup pertahanan sehingga para gelandang & pemain depan nyaman memainkan bola & anteng menusuk lawan, pemain-pemain seofensif Sancho sekalipun tidak akan 100 persen fokus menyerang karena setiap waktu terpaksa turun menolong pertahanan, khususnya ketika United menghadapi tim-tim berorientasi menyerang & sering harap mendominasi penguasaan bola seperti Manchester City & Liverpool.
Baca juga: Alasan MU ngotot merekrut Jadon Sancho
Baca juga: Cavani perpanjang kontrak dengan Manchester United hingga 2022
Jika Solksjaer mengubah strategi bermainnya dari semula dalam formasi 4-2-3-1 yg kerap dipasang musim lalu jadi 4-3-3, maka United bakal cuma memerlukan seorang gelandang bertahan. Ini artinya, Scott McTominay & Fred tidak akan dimainkan berbarengan sebagai poros ganda.
Seorang gelandang bertahan ini akan didampingi oleh dua gelandang berorientasi menyerang yg sudah pasti salah satunya adalah Bruno Fernandes. Satu lainnya akan bergantian diisi oleh Paul Pogba & Donny van de Beek.
Pogba & van de Beek diisukan bakal meninggalkan Old Trafford musim panas tahun ini, tetapi Setan Merah, menurut ESPN, yakin kedua gelandang ini tetap bersama mereka, paling tidak selama musim yg baru nanti.
Van de Beek mungkin ya begitu. Tetapi Pogba saat ini tengah diincar oleh Paris Saint Germain yg mengantisipasi kemungkinan Kylian Mbappe hengkang dari PSG.
Pogba sepertinya sudah melupakan Real Madrid karena Zidane yg sangat mengharapkan dia, sudah tak lagi menukangi El Real.
Tetapi, kehadiran Varane dapat menciptakan Pogba tak harap meninggalkan Old Trafford. Keduanya tumbuh bersama & menjalin persahabatan yg kalau dapat dipersatukan di MU bakal menciptakan suasana dalam regu Setan Merah jadi hangat & lebih kompak lagi.
Dan tidak cuma berhenti pada Varane, niat Solskjaer membangun regu lebih menyerang & sekaligus solid dalam bertahan, juga ditunjukkan dengan keharapan mendatangkan bek kanan Aletico Madrid & timnas Inggris, Kieran Trippier.
Untuk yg terakhir itu, MU bakal lebih kesulitan karena harga 40 juta euro yg dipasang Atletico untuk pemain itu akan sulit ditawar Setan Merah, dengan format apa pun.
Tetapi masa transfer masih panjang, hingga 31 Agustus. Situasi transfer masih sangat dapat berubah.
Baca juga: Pogba mengaku belum ditawari kontrak baru oleh MU
Baca juga: Frank de Boer klaim Donny van de Beek "tidak bahagia" di Man United
Baca juga: AS Roma dikabarkan siap datangkan Alex Telles dari Manchester United
Baca juga: Manchester United resmi rekrut kembali Tom Heaton
Berita diatas dikutip dari internet, jika Jika Raphael Varane bergabung dengan MU adalah spam, mohon beritahu kami.