Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perang Ukraina vs Rusia masih terus berobar, & thread kali ini tidak akan membahas tentang hal itu karena beberapa thread tentang peperangan itu sudah saya buat. Jadi silahkan dapat membaca apakah perkiraan perang yg terjadi skemanya seperti apa.
Tetapi bagaimana kalau Indonesia yg diserang negara asing seperti Ukraina oleh Rusia negara tetangganya?
Geo strategis jadi faktor utama ketika berperang, dalam sejarah Indonesia terlihat setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaannya di tahun 1945 dua kali Belanda mengerjakan serangan & hasilnya banyak wilayah-wilayah Indonesia yg diambil alih. Hingga Ibukota negara harus berpindah-pindah tempat. Kalau Belanda tidak krisis keuangan, mungkin Hindia Belanda masih berkuasa hingga sekarang.
Ini menandakan Indonesia mempunyai wilayah yg terlampau luas, terlampau terpecah secara geografis & terlampau terbuka. Jadi bila negara asing harap menyerang Indonesia dapat darimana saja titiknya ia mau menyerang, karena garis pantai yg terbuka.
Jadi tidak ada izin dulu oleh negara lain ketika harap menyerang Indonesia, seperti AS harap menyerang Irak harus izin dulu ke negara tetangga sekutunya di sekitar. Kalau harap menyerang Indonesia bebas saja darimanapun dapat diserang tanpa harus izin ke negara tetangga.
Contoh, nelayan pencari ikan asing yg ketangkap oleh pemerintah sebanyak 47 kapal, sedangkan yg lolos 2.000 kapal. Kalau analoginya 2000 kapal ini harap menyerang Indonesia maka armada asing akan mudah masuk ke wilayah Indonesia. Dan cuma 47 yg berhasil dicegah, belum dikalahkan.
Kebayang ga nih luasnya negara ini, apakah kita dapat memenangkan peperangan?
Masalahnya TNI kita personelnya sedikit & jumlah alutista tidak sebanding dengan wilayah Indonesia yg luas.
Mari kita bayangkan kembali, Indonesia yg begitu luas, namun memiliki punggawa militer yg banyak terpusat di pulau Jawa. Angkatan Udara, Laut, Darat pusatnya di pulau Jawa. Hingga pabrik senjata pun berada di pulau ini, tentu saja ini jadi problem tersendiri.
Tentunya akan jadi masalah ketika punggawa militer di daerah atau pulau lain, yg jumlahnya tidak sebanding dengan yg ada di pulau Jawa.
Menariknya mabes militer di Indonesia dekat dengan pemukiman sipil, maka apa yg akan terjadi?
Negara penyerang akan memetakan hal yg utama perdana kali untuk diserang adalah markas militer, gudang senjata, bandara & sebagainya yg berkaitan dengan hal militer. Tapi di Indonesia semua markas itu dikelilingi oleh pemukiman sipil, maka akan banyak korban sipil di Indonesia yg berjatuhan.
Belum lagi karena markas militer dikelilingi pemukiman sipil, tank & armada tempur yg keluar akan menghadapi masalah kemacetan di jalan, gara-gara cepe dulu donk.
Indonesia negara kepulauan namun armada tempur lautnya dapat dibilang kurang, bahkan armada udaranya juga kurang.
Bayangkan kapal perang untuk armada laut cuma 282 unit, dengan negara kepulauan akan susah menahan gempuran di kawasan laut. Rusia yg lebih banyak daratan hampir sebanding dengan Indonesia dalam jumlahnya, namun mereka ada kapal induk & kapal perusak. Apalagi mau dibandingkan dengan Amerika, jelas armada laut kita kalah telak.
Penyerang biasanya akan memiliki armada yg jauh lebih kuat, kalau kalah kuat biasanya cuma provokasi & ujungnya tetap diplomasi namun karena hal ini Sipadan & Ligitan hilang.
Jadi terlihat jelas di negara kepulauan angkatan laut Indonesia kurang memadai, cuma di perbanyak kapal patroli. Seharusnya Indonesia memiliki kapal induk untuk mensuport angkatan udara, karena pada dasarnya Indonesia negara kepulauan dengan laut yg sangat luas.
Lagipula perang gerilya yg diandalkan cuma sukses ketika dipimpin oleh Jendral Sudirman selebihnya kita terseok-seok. Untuk menangkap kelompok separatis bersenjata saja dengan perang gerilya sulitnya minta ampun, padahal kelompok mereka sedikit, senjatapun tidak banyak tetapi militer kita kesulitan.
Jadi kalau Indonesia diserang oleh negara asing yg lebih kuat, hasilnya secara statistik sudah dapat diprediksi seperti apa. Maka, pemindahan Ibukota negara ke Kalimantan, dapat jadi jalan pemerataan kekuatan militer di Indonesia.
Akan banyak markas & sarana militer yg dibangun di banyak pulau stategis yg berdekatan dengan negara lain. Apa tanggapanmu dengan hal ini juragan?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik
Pic : google