• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jika Chelsea memilih Thomas Tuchel

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.169
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Jika Chelsea memilih Thomas Tuchel.

Jika Chelsea memilih Thomas Tuchel


Foto Arsip 13 Desember 2020 saat Thomas Tuchel mengomandoi Paris Saint Germain bertanding melawan Olympique Lyonnais dalam pertandingan Liga Prancis di Parc des Princes, Paris, Prancis. (REUTERS/Charles Platiau/File Photo)

Jakarta (ANTARA) - Thomas Tuchel kemungkinan akbar dipilih sebagai manajer baru Chelsea setelah klub Liga Inggris ini memecat Frank Lampard.

Tuchel diharapkan dapat mengeluarkan semua potensi yg dimiliki bakat-bakat paling cemerlang Chelsea.

Pelatih asal Jerman berusia 47 tahun yg diketahui berkepribadian rumit itu, terampil membangun kesatuan regu & memiliki visi & pemikiran metodik dalam mendekati sepak bola.

Baca juga: Frank Lampard buka suara usai dipecat Chelsea

Pelatih yg dipecat oleh Paris St-Germain akhir Desember tahun lalu setelah berselisih dengan direktur olah raga Leonardo itu memang tak berhasil mengeluarkan potensi terbaik skuadnya yg bertabur bintang, tetapi PSG tetap lolos ke final Liga Champions Agustus tahun silam & berturut-turut menjuarai liga.

Mengutip BBC, Rekam jejaknya itu sudah cukup bagus di mata manajemen Chelsea yg menghubungi dia beberapa saat sebelum memecat Lampard.

Tuchel yg kabarnya awalnya tak yakin mesti menerima tugas pada pertengahan musim, menganggap tugas di Stamford Bridge sebagai peluang guna membuktikan kualitasnya di Inggris seperti sudah ditunjukkan Jurgen Klopp & Pep Guardiola yg keduanya dia hormati.


Komunikator ulung

Tuchel memetik pengalaman dari lingkungan berbeda-beda sejak mengawali karirnya bersama klub kecil Mainz, lalu bergabung dengan Borussia Dortmund yg ambisius tetapi kemampuan finansialnya terbatas & kemudian melatih raksasa Liga Prancis PSG.

The Blues memiliki skuat bernilai mahal sekali setelah belanja habis-hadapatn musim panas lalu, namun Tuchel sepertinya tidak akan menghadapi resistensi dari pemain seperti dia alami saat di PSG.

Sejumlah pemain Chelsea mengeluhkan strategi yg tidak jelas & komunikasi yg buruk sewaktu ditangani Lampard. Sebaliknya, Tuchel diketahui memiliki kemampuan berkomunikasi yg bagus dengan tim.

Tetapi Tuchel tidak segan-segan menerapkan gagasan-gagasan dia, baik dalam soal strategi di lapangan maupun hal-hal yg mungkin sepele seperti pola makan pemain, memonitor pola tidur pemain, mengubah proses pembibitan & melibatkan diri dalam renovasi fasilitas bermain.

Cuma keharapan mengendalikan hampir segalanya itu menciptakan dia dianggap musuh oleh sementara kalangan.

Sewaktu di Dortmund, dia melarang kepala pembibitan Sven Mislintat berada di lapangan latihan karena berbeda filosofi bermain. Dia juga menuntut kepala eksekutif Hans-Joachim Watze & direktur olah raga Michael Zorc supaya membeli pemain-pemain tertentu.

Dia memang berhasil selama dua tahun di Dortmund, tetapi tindakan-tindakan Tuchel seperti itu tak disukai manajemen.

Baca juga: Chelsea bakal segera pecat Frank Lampard


Piawai memoles pemain

Jika dia melatih Chelsea, maka akan menarik hubungan seperti apa yg ditampilkan Tuchel & manajemen Chelsea. Belum jelas pula apakah pemilik Chelsea, Roman Abramovich, & direktur Marina Granovskaia akan betah dengan pelatih yg memiliki kepribadian seunik Tuchel.

Namun, meminjam analisis ESPN, ada keyakinan akbar Tuchel akan lebih berhasil menangani skuat Chelsea saat ini ketimbang Lampard yg kehilangan posisi setelah lima kali kalah dalam delapan laga terakhirnya.

The Blues sudah menghabiskan 222 juta pound (Rp4,25 triliun) dalam pasar transfer musim panas lalu tetapi kebanyakan pemain baru itu tak memenuhi ekspektasi klub. Dan yg paling menonjol dari semua itu adalah Timo Werner & Kai Havertz yg malah terpuruk sejak pindah dari Jerman ke Stamford Bridge.

Chelsea pernah mendekati mantan manajer RB Leipzig Ralf Rangnick & manajer klub itu saat ini Julian Nagelsmann. The Blues sepertinya tertarik kepada catatan menarik para pelatih asal Jerman, apalagi Juergen Klopp yg dari Jerman berhasil menyulap Liverpool.

Tuchel yg masuk sistem pendidikan pelatih sepak bola Jerman setelah pensiun jadi pemain dalam usia 25 tahun, mungkin langsung cocok dengan Werner & Havertz yg sama-sama dari Jerman.

Selain itu, dia sukses memoles Christian Pulisic di Dortmund & Thiago Silva di PSG. Dia juga tak akan kesulitan bekerja sama dengan pemain Jerman lainnya Antonio Rudiger yg pada jendela transfer musim lalu diminatinya.

Tuchel memang acap menciptakan gerah manajemen, tetapi dia kerap berhasil memoles banyak pemain untuk naik ke level lebih tinggi. Dan ini menciptakan Tuchel memang orang yg sedang dicari Chelsea.

Baca juga: PSG resmi pecat pelatih Thomas Tuchel


Inovatif tetapi acap berselisih

Dengan merekrut Tuchel, Chelsea akan mendapatkan pelatih yg pernah mengantarkan timnya jadi runner up Liga Champions, pemenang liga Prancis & pemenang trebel domestik, selain memiliki banyak ide cemerlang.

Tuchel juga dalam manajemen klub yg dibuktikan dari empat musim menangani Mainz (2009-2014) hingga menangani dua regu akbar Dortmund & PSG.

Tuchel memiliki filosofinya sendiri & serba dapat tatkala membangun regu yg kerap dibarengi dengan kemampuan menghadirkan beragam cara dalam menghadapi beragam lawan.

Dia inovatif, berani & tajam, namun kadang-kadang taktiknya kontraproduktif. Sebelum dipecat PSG, Tuchel kehilangan kredibilitasnya di kalangan pemain karena memainkan bek Marquinhos & gelandang Danilo Pereira di luar posisi biasanya. Namun kesalahan terbesar Tuchel adalah tak dapat membangun bukti diri regu yg jelas.

Dia cuma beradaptasi dengan lingkungan yg sudah ada di sana & harap disukai pemain-pemainnya yg malah dengan cara itu dia mengkhianati prinsipnya sendiri. Selama di PSG, tak ada pola & struktur bermain yg jelas.

Dia mengingkari prinsipnya sendiri sebagai orang yg menentukan segalanya karena klub & skuad PSG sudah terlalu politis. Dia cuma harap jadi pelatih sepak bola, tetapi klub-klub akbar di Eropa mengharapkan lebih.

Tuchel berselisih dengan media karena dianggap terlalu kritis. Juga dengan direktur olah raga Leonardo karena berbeda pandangan yg akhirnya menciptakan dia dipecat. Dia juga bertengkar dengan sejumlah pemain yg tak mau memahami keputusan-keputusannya. Jika mau memetik pelajaran ini, maka Tuchel akan sukses di Chelsea.

Baca juga: Reaksi atas pemecatan Frank Lampard


Masalah terbesar

Hal perdana yg mesti dilakukan Tuchel adalah mencari jawaban mengapa Havertz & Werner tak berhasil menularkan penampilan menawan mereka di Bundesliga ke Chlesea sekalipun dihargai mahal, masing-masing 72 juta pound (Rp1,38 triliun) untuk Havertz & 47 juta pound (Rp901 miliar untuk Werner).

Di Leverkusen, Havertz terlihat mematikan saat mengisi peran Nomor 10 yg kreatif di belakang striker utama atau di sisi kanan serangan pada posisi Nomor 8. Dia tidak dipasang di kedua posisi itu di Stamford Bridge karena Lampard memposisikannya lebih dalam di gelandang & ini tak berhasil.

Werner yg baru dapat mencetak empat gol dari 19 pertandingan liga musim ini, juga begitu. Dia lebih sering dipasang sebagai pemain sayap padahal di Leipzig dia jadi predator karena mengisi sektor kiri serangan.

Bukan kebetulan kalau Chelsea akhirnya memilih Tuchel. The Blues berharap Tuchel mendorong kedua pemain Jerman itu mengeluarkan potensi terbaiknya.

Tuchel juga dapat menjawab apa yg selama ini tak dijawab Lampard, yakni starting eleven yg baku. Kuncinya adalah menemukan jawaban untuk masalah mereka saat ini, yakni gelandang bertahan yg jadi transisi untuk serangan mereka.

Menurut ESPN, Declan Rice dari West Ham lama disebut bakal direkrut Chelsea untuk mengisi peran itu, namun Tuchel kemungkinan akbar akan mencarinya dari dalam skuat Chelsea, salah satunya Billy Gilmour yg menawarkan prospek menarik.

Intinya Tuchel harus cepat menemukan formula pemenang supaya Chelsea kembali masuk empat besar. Mengingat ini sudah pertengahan musim, maka Tuchel akan langsung tancap gas di Stamford Bridge.

Baca juga: Fakta singkat mantan manajer Chelsea Frank Lampard

Berita diatas dikutip dari internet, jika Jika Chelsea memilih Thomas Tuchel adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.