• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jika Anakku LGBT

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Quote:
Ya, pasti saya gak ikhlas donk. Saya akan jaga anak saya sejak dini, lantas kalau ketahuan udah gede, pasti saya obati dengan segala cara. Saya yakin pasti dapat sembuh!


Jika Anakku LGBT

Foto: Istock Photo​

Saat ini, topik LGBT mencuat kembali karena salah satu podcast dari seorang youtuber ternama mengundang seseorang asal warga negara Indonesia yg menikah dengan sesama tipe di Jerman. Meskipun saat konten tersebut sebenarnya sudah di-takedownatas pertimbangan tertentu.

Ya, Agan Sista sekalian sudah tau lah siapa yg dibicarakan, tetapi poin tulisan ini tidak ke sana.

Setiap tema ini muncul ke publik, sudah pasti bakalan hot donk! Namanya topik hotpasti kontroversi, yg namanya kontroversi pasti ada pro-kontra donk!

Nah, sudah dapat Agan Sista liat ni, kalau saya ada di pihak yg kontra. Tapi saya rasa semua orang tua, emang siapa yg bercita-cita punya anak gay?

Coba, gimana pun keadaan Agan Sista sekarang, gak perlu pakai dalil HAM atau dalil agama. Kita jujur aja ke hati masing-masing yg memposisikan & merasakan hati nurani seorang ayah/ibu, tentu saja harap anak kita normal kan?

Ok, fenomena ini memang ada. Bukan berarti kita harus memberantas atau menghabisi orang-orang LGBT juga. Karena saya sendiri tidak membenci orangnya sebagai ciptaan Tuhan, tetapi saya patut membenci kelakuannya yg menyimpang.

Cuman masalahnya, ada orang sakit dia sadar sedang sakit. Tetapi ada juga orang sakit tetapi ia tidak sadar bahwa dia sedang sakit.

Orang sakit, dia nyadar sakit. Pasti dia pergi berobat, gimana caranya biar sembuh kan? Masalahnya, kalau orang sakit gak nyadar dia sakit. Jangankan berobat, dia malah menganggap itu normal bahkan menyebarkan penyakitnya ke pikiran orang lain. Ini dia bahayanya!

Lantas apa yg mesti dilakukan?

Saya memang bukan pakar kesehatan, kejiwaan atau psikolog. Ini cuma solusi yg ditawarkan dari masyarakat biasa yg sedang belajar jadi orang tua.

1. Rekonstruksi Pemikiran

Orang-orang seperti ini perlu diajak berdialog paling tidak dengan 4 tipe orang yaitu; orang tua, pakar agama, psikolog, dokter.

Pertama, orang tua harus bersikap tegas jangan maenterima aja apa yg diutarakan anaknya. Kalau menyimpang, katakan menyimpang. Kalau bener, ya katakan bener.Cuman cara menyampaikannya harus dari hati ke hati. Misalnya,

"Nak, ibu tau anda suka sesama jenis. Tapi coba tanyakan ke hati anda yg murni & kembalikan pada tujuan hidupmu sebagai manusia yg akan mati nantinya harap diridhoi Allah. Apa yg semestinya anda lakukan?

Ibu ngerti, saat ini pikiranmu mungkin berpendapat kalau banyak orang gak ngerti banyak orang gak merasakan banyak orang menyalahkan. Tapi coba anda tanyakan sendiri sama hatimu yg murni, apakah pendapat orang lain yg mengatakan salah padamu itu udah sesuai? Kalau saja orang menyalahkanmu tetapi posisi anda ada di jalan yg benar, tentu ibu juga pasang badan melindungi kamu.

Dan saat orang lain mengatakan salah karena anda memang salah, ibu juga di sini memelukmu & mengingatkanmu dengan kasih sayang. Coba, pisahkan egomu, & renungkan kembali jalan hidupmu, apa pedomanmu. Mungkin surga & neraka udah jenuh anda denger seperti perkataan kuno. Tapi ingatlah semodern apapun kita, memang pada akhirnya kita akan dikubur dengan tanah. Pada akhirnya perkataan antik itulah yg jadi petuah akhir, 2 tempat manusia kembali nantinya."

Itu sekedar contoh saja, bagaimana lisan orang tua dapat merestorasi pikiran anaknya yg penyuka sesama jenis.

Kedua, pakar agama. Ada satu hal dalam ilmu agama yg tidak ada dalam ilmu lainnya. Yaitu mengetahui alur perjalanan seseorang yg sudah mati, dalam agama yg yakini sendiri yaitu Islam. Sedikitnya ada 20 kejadian setelah orang meninggal, perdana adalah siksa, kedua sedap kubur, ketiga pertanyaan dari malaikat Munkar & Nakir & seterusnya.

Kenapa dialog dengan pakar agama ini penting, karena semua manusia akan mati. Kematian mengingatkan tujuan manusia hidup di dunia.

Baca juga HT yg ini:Setidaknya 3 Hal Ini Pasti Bisa Menyadarkan setiap Orang, Bahkan Seorang Preman

Dengan mengembalikan tujuan hidup Si Gay ini semoga dapat merestorasi kembali pikirannya & sadar bahwa Tuhan menciptakan manusia itu berpasang-pasangan pira dengan wanita. Makanya dalam pasangan gay pun dia sebenarnya tidak dapat berdiri sendiri, harus ada satu pihak yg jadi top (pria) & pihak satu lagi jadi buttom (wanita).

Ketiga, psikolog. Biasanya konsultasi dengan pakar psikologi lebih terjaga privasinya & dapat berkonsultasi dengan leluasa. Mendeteksi alur perdana seperti apa, bagaimana perdana kali munculnya hasrat yg menyimpang tersebut, kemudian bagaimana merestorasinya kembali.

Keempat, dokter. Perlu juga mengingatkan seorang gay dari sisi kesehatan.

3. Keluar dari Circle

Setelah ada keharapan berdialog dengan orang tua atau bebrapa orang di atas. Sebaiknya, seorang pengidap LGBT dijauhkan dari circle-nya. Agar ia tetap fokus pada niatnya untuk sembuh. Jangan hingga sudah ada niat untuk kembali, tetapi masih berkumpul dengan lingkungan yg terus mengarahkannya pada penyimpangan.


3. Menikah dengan Lawan Jenis

Setelah melalui restorasi pemikiran, muncul kesadaran, menjauhi circle-nya. Tinggal masyarakat seperti kita mau menerimanya bagi ia yg benar-benar harap kembali. Bahkan menolong mencarikan pasangannya.

Hal ini memang tidak mudah, tetapi inilah satu-satunya perkawinan yg sah yaitu dengan lawan jenis. Ya, hal ii memang tidak mudah bagi pelaku LGBT tetapi itulah konsekuensinya. Sejauh apapun langkah yg salah, jalan terbaiknya adala kembali ke jalan yg semestinya.

Begitulah Agan Sita sekalian pendapat dari saya semoga mewakili semua hati orang tua. Saya katakan kembali, tidak ada kebencian pada manusia tetapi siapapun yg mengerjakan perbuatan menyimpang maka kita patut membenci penyimpangannya & menerima kembali ia sebagai manusia seutuhnya.

Mungkin HT yg ini berguna juga:Renungan Zaman Ini

Apapun mengatakan orang, mari tetap jaga putra-putri kita supaya tetap menjaga fitrahnya, beradab, cerdas & berakhlak mulia.

Sumber: pendapat pribadi
Hari ini 06:47
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.