• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mencintai Suamiku

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Hati kehati Fenomena Wanita

Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mensayangi Suamiku


Sejak kapan orang tidak harap jatuh sayang sekali & menikah sekali seumur hidup? Adalah semua mengharapkannya. Seiring berjalannya waktu ternyata kehidupan tidak seindah karya fiksi, tidak sesuai ekspektasi.

Pernikahan secara ilmiah merupakan buah dari moral untuk mengerjakan barter yaitu berupa kesepakatan perjanjian seumur hidup & secara agama sebagai tools spritual ibadah.

Lantas apa jadinya kalau seorang istri menikah tidak mensayangi suaminya?

Jeritan Hati Istri: Aku Tidak Mensayangi Suamiku

Ia menikah tersebab hamil duluan & mensayangi orang lain. Sebut saja nama samaran Vina, usia masih muda & ibarat kembang sedang bermekaran.

Sebuah kesalahan kecil menciptakan ia menghadirkan pria lain untuk menutupi kesalahan masa lalu. Terpaksa menikah guna menutupi aib kehamilannya.

Vina tidur dengan pria lain cuma untuk balas dendam dengan kekasihnya. Ketika bayi itu lahir, ia anggap itu takdir. Semuanya baik-baik saja.

Nampak luar terlihat pasangan romantis, banyak menciptakan orang baper melihatnya. Terlihat mesra & rumah tangga bahagia. Sedangkan sisi lain, Vina sering menangis di kamar mandi.

Mengutuk dirinya sendiri, dihantui kesalahan. Semakin melupakan justru semakin kepikiran. Senyum adalah caranya untuk menutupi air mata yg tertumpah.

Anak itu tumbuh besar. Alis, mata & paras sama sekali tidak warisan suaminya. Setiap melihat anak itu, Vina semakin kepikiran kekasihnya, ayah biologis anaknya.

Kehidupan sehari-hari membosankan berlarut-larut. Semua seperti perkawinan pada umumnya, cuma tanpa gairah.


Vina berwajah cantik, energik & banyak pria lain menyukainya. Ia tidak berani mengambil keputusan. Mulai sering mencari-cari kesalahan suaminya. Masalah sederhana dapat jadi gaduh hingga berujung pertengkaran tidak perlu.


Suaminya menanggung semua itu dengan sabar. Tidak menceraikan istrinya, tidak pula memandang wanita lain. Justru sikap baik suaminya menciptakan Vina semakin tertekan. Dilematis & problematis.

Seiring waktu, suatu hari suaminya jatuh & dikeluarkan dari pekerjaan. Keterpurukan itu dijadikan Vina pulang ke orang tuanya. Alasan menyelamatkan perkawinan pun sirna.

Mereka tidak saling mengukuhkan bahtera berlayar dalam rumah tangga, justru sebaliknya menguap seperti embun di bawah matahari, kemudian sirna & jadi panas membakar.


Seperti membaca sebuah novel, sejujurnya Vina mengerti suaminya adalah pria terbaik ditemui dalam hidupnya. Hanya saja luka dihatinya tidak mengijinkan mengakui itu. Akhirnya terombang-ambing, kini perkawinan mereka diujung tanduk.

Kenapa wanita dapat jatuh jatuh sayang dengan kekasihnya & pria memberikan survival?


Fenomena di atas, mungkin dapat diambil salah satu sedikit kesimpulan bahwa beberapa wanita dapat tidur dengan kekasihnya & pria memberikan survival.

Walaupun mungkin tidak sayang, ada beberapa wanita dapat tidur dengan pria yg penting kantong tebal & survival.

Hanya saja, saat pria itu jatuh, biasanya ditinggalkan. Ada uang Abang sayang, tidak ada uang Abang tendang.

Demikian kehidupan, terkadang suka bercanda tidak jenaka sama sekali. Beraneka warna & menyebalkan.

Seyogyanya hal buruk begitu dapat dihindari kalau seorang berani jujur dengan dirinya sendiri & jujur dengan orang lain. Kemudian berani mengambil keputusan tegas & siap tanggung jawab dengan yg terjadi.

Alih-alih mencari suatu hal baik untuk dijadikan sebagai alasan mensayangi suaminya, ia justru tenggelam dalam penyesalan & menyalahkan semuanya.

Mental seperti itu harus di dobrak supaya dapat happines. Jika memang tidak sayang dengan suaminya, sebaiknya bicara jujur & putuskan bercerai. Jangan menunggu saat suaminya jatuh, kemudian dijadikan alasan bercerai. Itu jahat.

Sebuah perkawinan itu saling melengkapi & menggenapi, baik saat kaya & miskin, sehat & sakit.

Bagaimana menurut sahabat IFers punya pendapat lain? Yuk diskusikan disini. Belajar bersama dapat & terimakasih.

Sumber: Opri
Ilustrasi gambar: pinteres Hari ini 09:33
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.