yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kanker masih menjadi momok bagi masyarakat. Belum ada obat. Penyebab pastinya pun masih misterius. Tak heran, jika kanker dianggap sebagai penyakit pembunuh yang menyumbang angka kematian dini terbesar di berbagai pelosok dunia.
Jika sebelumnya kita sudah mengenal kanker payudara, serviks, ovarium, melanoma, prostat, testis, kandung kemih, perut, dan kanker hati, berikut beberapa jenis kanker yang perlu Anda ketahui gejalanya, seperti dikutip ivillage.com.
Kanker paru-paru
Gejala: Kanker paru-paru stadium dini seringkali tidak memiliki tanda-tanda, sehingga mungkin menyebar ke luar paru-paru sebelum menyebabkan gejala. Ketika kanker tumbuh, gejala-gejalanya berupa batuk yang semakin memburuk, nyeri dada, suara serak, kelelahan, sesak napas dan infeksi paru-paru.
Kanker prostat
Menurut American Urological Association, kanker non-kulit ini merupakan kanker yang paling umum pada pria. Sekitar 2 dari 3 kanker prostat ditemukan pada pria di atas 65 tahun.
Gejala: Gejala-gejalanya meliputi kesulitan ereksi, keluar darah dalam urin, nyeri pinggul dan tulang rusuk, dan mati rasa di sekitar kaki.
Pencegahan: Bicarakan dengan dokter tentang tes skrining jika Anda berusia 50 tahun atau lebih, termasuk jika Anda hendak melakukan tes darah PSA dan pemeriksaan rectal secara digital (DRE).
Kanker testis
Kanker ini biasa terjadi pada pria usia 20 sampai 35 tahun, meskipun dapat mempengaruhi laki-laki dari segala usia.
Gejala: Jika pria menemukan benjolan atau pembengkakan pada testis, yang biasanya tidak sakit, atau mengalami rasa berat pada perut bagian bawah atau skrotum, ia harus ke dokter secepatnya.
Pencegahan: Pria mesti tahu apa yang normal untuknya, dan dokter harus mengecek testikelnya selama pemeriksaan kesehatan biasa.
Kanker kandung kemih
Kebanyakan dialami orang usia 55 atau lebih, dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.
Gejala: Darah dalam urin dan buang air kecil lebih sering.
Pencegahan: Tes skrining tidak disarankan bagi kebanyakan orang, kecuali Anda memiliki risiko tinggi seperti pernah bekerja dengan bahan kimia, entah itu pelukis, penata rambut, atau teknisi. Jika Anda mengalami gejala-gejala, dokter akan menentukan apa tes diagnostik yang cocok untuk Anda. Apakah Anda harus melakukan urine culture atau cystoscopy.
Kanker perut
Sekitar 21.320 kasus kanker perut akan ditemukan tahun ini, menurut American Cancer Society. Kanker ini pun biasanya memengaruhi orang-orang pada usia 65 tahun atau lebih. Risiko sedikit lebih tinggi untuk pria daripada wanita.
Gejala: Kanker perut stadium dini seringkali tidak menimbulkan gejala. Tetapi, gejala yang paling umum adalah sakit atau ketidaknyamanan pada perut, kesulitan menelan, mual, muntah, rasa kembung setelah makan, dan turunnya berat badan.
Pencegahan: Tidak ada pemeriksaan rutin, tetapi pemeriksaan fisik secara lengkap dapat membantu dokter memutuskan apakah tes lainnya, seperti endoskopi bagian atas untuk melihat kerongkongan, lambung dan usus, harus dilakukan.
Kanker hati
Kanker hati lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.
Gejala: Kanker hati dini mungkin tidak memiliki gejala apa pun. Tapi, kalau menjalar bisa menimbulkan rasa sakit di perut bagian atas di sisi kanan, benjolan di perut bagian atas, kembung, hilang nafsu makan, mual dan muntah, kulit kuning, serta urin berwarna gelap.
Pencegahan: Tes skrining tidak disarankan untuk orang yang berisiko rata-rata, tetapi individu berisiko tinggi (penderita sirosis, hepatitis B atau C, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker hati) dapat melakukan tes darah dan USG.
Pencegahan: Jika Anda mantan perokok atau masih perokok aktif berusia 55 sampai 74 tahun, tanyakan kepada dokter tentang CT scan, yang bisa menemukan kanker paru-paru secara dini.
Kanker kolorektal
Pencegahan: Orang dengan risiko rata-rata harus mulai diperiksa dengan sigmoidoscopy atau colonoscopy pada usia 50. Tes ini dapat menemukan pertumbuhan kanker sebelum menjalar ke mana-mana. Jika Anda memiliki penyakit usus, seperti ulcerative colitis atau penyakit Crohn, atau riwayat keluarga penderita kanker kolorektal, bicarakan kepada dokter Anda mengenai pemeriksaan dini.
Tumor otak
Gejala: Sakit kepala, masalah keseimbangan, mual, kejang, perubahan kepribadian atau perubahan penglihatan dan pendengaran dapat menjadi indikator dari tumor otak atau tumor sumsum tulang belakang.
Pencegahan: Tidak ada tes skrining rutin untuk jenis tumor ini, sehingga sebagian besar hanya ditemukan ketika gejala mulai timbul. Jika dokter mencurigai Anda mengalami tumor otak atau tumor sumsum tulang belakang, tubuh Anda akan diperiksa untuk menentukan apakah tes diagnostik dapat membantu, seperti MRI.
Kanker ginjal
Gejala: Darah dalam urin, nyeri, pembengkakan di pergelangan kaki, penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui, dan kelelahan.
Pencegahan: Tidak ada tes skrining yang dianjurkan bahkan tersedia untuk kanker ginjal. Jika dokter Anda mencurigai Anda mengidap kanker ginjal, Anda mungkin bisa menjalani tes diagnostik seperti urine culture, USG, CT scan atau MRI.
Kanker pankreas
Gejala: Urin berwarna gelap, tinja pucat, kuning pada mata dan kulit, muntah, nyeri di bagian atas perut dan sakit di punggung yang tak kunjung hilang ketika Anda menggeser posisi.
Pencegahan: Saat ini, tidak ada tes darah dan skrining untuk kanker pankreas. Bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti memiliki riwayat keluarga, bicaralah dengan dokter Anda mengenai tes genetik.
Leukemia
Pencegahan: Tidak ada tes skrining yang bisa menemukan leukemia secara dini.
Jika sebelumnya kita sudah mengenal kanker payudara, serviks, ovarium, melanoma, prostat, testis, kandung kemih, perut, dan kanker hati, berikut beberapa jenis kanker yang perlu Anda ketahui gejalanya, seperti dikutip ivillage.com.
Kanker paru-paru
Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian kanker bagi pria dan wanita, menurut American Lung Association.
Gejala: Kanker paru-paru stadium dini seringkali tidak memiliki tanda-tanda, sehingga mungkin menyebar ke luar paru-paru sebelum menyebabkan gejala. Ketika kanker tumbuh, gejala-gejalanya berupa batuk yang semakin memburuk, nyeri dada, suara serak, kelelahan, sesak napas dan infeksi paru-paru.
Kanker prostat
Menurut American Urological Association, kanker non-kulit ini merupakan kanker yang paling umum pada pria. Sekitar 2 dari 3 kanker prostat ditemukan pada pria di atas 65 tahun.
Gejala: Gejala-gejalanya meliputi kesulitan ereksi, keluar darah dalam urin, nyeri pinggul dan tulang rusuk, dan mati rasa di sekitar kaki.
Pencegahan: Bicarakan dengan dokter tentang tes skrining jika Anda berusia 50 tahun atau lebih, termasuk jika Anda hendak melakukan tes darah PSA dan pemeriksaan rectal secara digital (DRE).
Kanker testis
Kanker ini biasa terjadi pada pria usia 20 sampai 35 tahun, meskipun dapat mempengaruhi laki-laki dari segala usia.
Gejala: Jika pria menemukan benjolan atau pembengkakan pada testis, yang biasanya tidak sakit, atau mengalami rasa berat pada perut bagian bawah atau skrotum, ia harus ke dokter secepatnya.
Pencegahan: Pria mesti tahu apa yang normal untuknya, dan dokter harus mengecek testikelnya selama pemeriksaan kesehatan biasa.
Kanker kandung kemih
Kebanyakan dialami orang usia 55 atau lebih, dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.
Gejala: Darah dalam urin dan buang air kecil lebih sering.
Pencegahan: Tes skrining tidak disarankan bagi kebanyakan orang, kecuali Anda memiliki risiko tinggi seperti pernah bekerja dengan bahan kimia, entah itu pelukis, penata rambut, atau teknisi. Jika Anda mengalami gejala-gejala, dokter akan menentukan apa tes diagnostik yang cocok untuk Anda. Apakah Anda harus melakukan urine culture atau cystoscopy.
Kanker perut
Sekitar 21.320 kasus kanker perut akan ditemukan tahun ini, menurut American Cancer Society. Kanker ini pun biasanya memengaruhi orang-orang pada usia 65 tahun atau lebih. Risiko sedikit lebih tinggi untuk pria daripada wanita.
Gejala: Kanker perut stadium dini seringkali tidak menimbulkan gejala. Tetapi, gejala yang paling umum adalah sakit atau ketidaknyamanan pada perut, kesulitan menelan, mual, muntah, rasa kembung setelah makan, dan turunnya berat badan.
Pencegahan: Tidak ada pemeriksaan rutin, tetapi pemeriksaan fisik secara lengkap dapat membantu dokter memutuskan apakah tes lainnya, seperti endoskopi bagian atas untuk melihat kerongkongan, lambung dan usus, harus dilakukan.
Kanker hati
Kanker hati lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.
Gejala: Kanker hati dini mungkin tidak memiliki gejala apa pun. Tapi, kalau menjalar bisa menimbulkan rasa sakit di perut bagian atas di sisi kanan, benjolan di perut bagian atas, kembung, hilang nafsu makan, mual dan muntah, kulit kuning, serta urin berwarna gelap.
Pencegahan: Tes skrining tidak disarankan untuk orang yang berisiko rata-rata, tetapi individu berisiko tinggi (penderita sirosis, hepatitis B atau C, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker hati) dapat melakukan tes darah dan USG.
Pencegahan: Jika Anda mantan perokok atau masih perokok aktif berusia 55 sampai 74 tahun, tanyakan kepada dokter tentang CT scan, yang bisa menemukan kanker paru-paru secara dini.
Kanker kolorektal
Kebanyakan orang yang didiagnosis dengan penyakit ini berusia 50 tahun atau lebih. Menyerang usus besar dan rektum.
Gejala: Hubungi dokter Anda jika Anda selalu kembung, memiliki kebiasaan buang air seperti diare dan sembelit yang berlangsung lebih dari beberapa hari, serta perdarahan rektal atau tinja gelap.
Pencegahan: Orang dengan risiko rata-rata harus mulai diperiksa dengan sigmoidoscopy atau colonoscopy pada usia 50. Tes ini dapat menemukan pertumbuhan kanker sebelum menjalar ke mana-mana. Jika Anda memiliki penyakit usus, seperti ulcerative colitis atau penyakit Crohn, atau riwayat keluarga penderita kanker kolorektal, bicarakan kepada dokter Anda mengenai pemeriksaan dini.
Tumor otak
Tumor otak jarang menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti kanker lainnya, sehingga dokter sering menyebut mereka “tumor otak” ketimbang “kanker otak”.
Gejala: Sakit kepala, masalah keseimbangan, mual, kejang, perubahan kepribadian atau perubahan penglihatan dan pendengaran dapat menjadi indikator dari tumor otak atau tumor sumsum tulang belakang.
Pencegahan: Tidak ada tes skrining rutin untuk jenis tumor ini, sehingga sebagian besar hanya ditemukan ketika gejala mulai timbul. Jika dokter mencurigai Anda mengalami tumor otak atau tumor sumsum tulang belakang, tubuh Anda akan diperiksa untuk menentukan apakah tes diagnostik dapat membantu, seperti MRI.
Kanker ginjal
Kanker ginjal bisa terbentuk di tabung penyaring darah yang mengeluarkan sampah atau di pusat ginjal di mana urin dikumpulkan.
Gejala: Darah dalam urin, nyeri, pembengkakan di pergelangan kaki, penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui, dan kelelahan.
Pencegahan: Tidak ada tes skrining yang dianjurkan bahkan tersedia untuk kanker ginjal. Jika dokter Anda mencurigai Anda mengidap kanker ginjal, Anda mungkin bisa menjalani tes diagnostik seperti urine culture, USG, CT scan atau MRI.
Kanker pankreas
Sekitar 90 persen pasien berusia lebih dari 55. Orang Afrika-Amerika lebih mungkin mengidap kanker ini dibanding orang kulit putih.
Gejala: Urin berwarna gelap, tinja pucat, kuning pada mata dan kulit, muntah, nyeri di bagian atas perut dan sakit di punggung yang tak kunjung hilang ketika Anda menggeser posisi.
Pencegahan: Saat ini, tidak ada tes darah dan skrining untuk kanker pankreas. Bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti memiliki riwayat keluarga, bicaralah dengan dokter Anda mengenai tes genetik.
Leukemia
Leukemia dapat terjadi pada semua usia.
Gejala: Gejala-gejala umumnya, antara lain pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya tidak sakit (terutama di leher atau ketiak), demam, berkeringat di malam hari, sering infeksi, merasa cepat lelah, mudah berdarah, nyeri di perut dan tulang, serta berat badan yang turun.
Pencegahan: Tidak ada tes skrining yang bisa menemukan leukemia secara dini.