• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Jengkel Kena Harga "nuthuk" Di Tempat Wisata ? Ini Solusinya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Jengkel Kena Harga "nuthuk" Di Tempat Wisata ? Ini Solusinya
Hallo agan agan semua, semoga agan semua dalam keadaan sehat walafiat..

Sebagai manusia kita butuh yg namanya jalan jalan, healing, traveling, bertamasya biar pikiran kita tidak jadi stress yg disebabkan oleh rutinitas kerja setiap hari atau hal lain nya.

Yang harus jadi perhatian saat hendak harap traveling yg perdana adalah budget, tak jarang sangu atau budget kita mepet atau pas-pas an, padahal hati rasanya harap sekali bertamasya liburan kemana mana.

Setelah modal nekat dengan budget minim, sehingganya di tempat wisata kita malah kena harga "nuthuk" oleh oknum pedagang atau penjual "nakal" di tempat wisata. Kan nggak enak banget tuh, rasanya sayang banget uang di eman-eman atau di hemat-hemat sekalinya buat jajan malah keluar uang banyak.

Begini cara mensiasatinya, perdana tama sebelum kita hendak membeli sesuatu, alangkah baiknya kita menanyakan harga terlebih dahulu sama penjualnya. Setelah kita tau harganya, kita dapat memutuskan untuk membelinya atau tidak.

Kedua, tawar harga. Tak jarang pedagang menawarkan barang dagangan nya di tempat wisata dapat 2 kali lipat dari harga normal. Kita harus jeli dalam menawar barang dagangan yg kita incar. Setidaknya kita tawar harga separuh dari harga yg di tawarkan oleh pedagang tersebut. Bila penawaran berlangsung alot, kita dapat pakai cara lama yg masih worth it dipakai hingga sekarang. Yaitu dengan cara di tinggal pergi, dengan asa kita akan mendapat call back dari penjual tersebut. Bila tidak dapat call back ya tidak apa-apa, kita cari pedagang yg lain nya.

Ketiga, sembunyikan barang-barang mewah yg agan pakai saat berwisata. Contohnya seperti kamera dslr, kamera mirrorless, hp iphone boba & lain sebagainya. Karena pedagang akan mengetahui bahwa wisatawan dengan barang-barang mewah nyantol di tubuhnya sudah dapat dipastikan bahwa wisatawan tersebut adalah orang mampu. Alhasil kita di kasih harga "nuthuk" oleh oknum pedagang "nakal" tersebut.

Sedikit cerita pengalaman ane, suatu hari pernah berwisata di sekitaran pantai selatan. Setelah letih berjalan kesana kemari mengitari pantai selatan. Nemulah tempat duduk panjang dari bambu atau lincak kami menyebutnya, di bawah pohon cemara yg rindang. Ah, lega sekali setelah kaki rasanya mau copot & nemu tempat duduk yg nyaman & teduh. Hanya berselang sekitar 15 menit ane duduk, datanglah embak-embak yg menawarkan menu makanan kepada ane. Dengan santainya embak itu bilang

"Mau pesan apa mas.."

"Lah, saya kan cuma duduk di sini, nggak ada niat untuk membeli.."
(Dalam hati bilang, aduuhh kena jebak ini saya)

Usut punya usut, ternyata lincak atau tempat duduk dari bambu tersebut milik warung makan yg berada tepat dibelakang lincak tersebut. Jarak lincak & warungnya cukup jauh, sehingga orang akan berpikiran kalo lincak tersebut memang sudah di sediakan gratis oleh pengelola tempat wisata. Karena memang tidak ada tulisan yg tertera di lincak tersebut, apakah lincak tersebut di sewakan, atau minimal ada tulisan nama warung makan nya.

Setelah adu mulut cukup lama, yg intinya ane harus membeli salah satu produk dagangan nya. Akhirnya ane ngalah & memutuskan untuk membeli 1 es jeruk yg tentu saja harganya "nuthuk" & bikin ane kecewa. Selama adu mulut tadi, berhubung ane sedang bersama mbak pacar, ane malah sempat ditawari kamar 50 ribuan sama oknum pedagang "nakal" tersebut.

Dalam hati bilang, "wah, kurang ajar juga ini pedagangnya. Di kira ane lelaki hidung belang.."

Untuk membalas rasa sakit hati ane, es jeruk dari pedagang nya tadi gak ane minum & bergegas pergi meninggalkan lincak jebakan tersebut ke tempat pedagang serupa tepat di sebelah pedagang "nakal" tersebut. Ane membeli mie instan dalam gelas yg familiar di tempat wisata, setelah mie nya di seduh ane makan sambil jalan di depan oknum pedagang "nakal" tersebut. Lumayan lega perasaan ane, hehe..

Yahh, ini untuk pembelajaran ane & mungkin juga agan agan yg belum tahu. Untuk sering waspada dengan jebakan-jebakan dari oknum pedagang "nakal" yg wujud & caranya mungkin berbeda beda. Agar kita senantiasa selamat dari harga "nuthuk"

Cukup sekian thread dari ane, kurang lebih nya ane mohon maaf

Salam sehat sentosa untuk kita semua, see you gan.. Hari ini 06:22
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.