• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Jenazah Mantan Presiden Diperebutkan

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
4159415p.jpg


KOMPAS.com — Mantan Presiden Venezuela Carlos Andres Perez meninggal pada 25 Desember lalu dalam usia 88 tahun karena serangan jantung di Miami, Amerika Serikat. Namun, setidaknya sampai bulan Maret, jenazahnya akan tetap berada di sebuah lemari penyimpanan berpendingin di sebuah rumah duka di Miami.

Penyebabnya adalah rebutan antarkerabat yang ditinggalkannya, yaitu istri dan keenam anaknya di Venezuela dengan pasangan hidup Perez dan dua anaknya di Miami.

Keluarga istri pertama Perez, Blanca Rodriguez de Perez—yang tidak pernah diceraikannya—dan keenam anak mereka menginginkan jenazah Perez dikirim kembali ke Venezuela untuk dimakamkan di tanah airnya.

Sementara pasangan hidup Perez sejak lama, Cecilia Matos, dan dua anak mereka bertekad untuk menghormati apa yang menurut mereka keinginan mantan presiden itu untuk kembali ke Venezuela hanya kala ”demokrasi penuh” telah dipulihkan.

Perez, Presiden Venezuela tahun 1974-1979 dan tahun 1989-1993, dipaksa mengundurkan diri oleh Mahkamah Agung Venezuela atas dakwaan korupsi.

Dalam sidang hari Selasa di pengadilan Miami, Agustin Blanco Munoz, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pusat Venezuela di Caracas, mengatakan, dalam salah satu wawancaranya dengan Perez pada Juni 2010, dia menanyakan apakah mantan presiden itu mau dimakamkan di Venezuela dengan Hugo Chavez masih memerintah.

”Dia menjawab, ’Kalau di sana sudah ada demokrasi. Kalau di sana sudah ada demokrasi. Kalau di sana sudah ada demokrasi’,” kata Blanco Munoz.

Setelah dua hari kesaksian dalam perebutan jenazah itu, para pengacara kedua pihak sepakat untuk menghentikan pemeriksaan untuk mencari tambahan bukti dan saksi. Hakim Arthur Rothenberg menetapkan sidang berikut tanggal 21 Maret. Sementara itu, jenazah Perez terus disimpan di sebuah rumah duka di Miami.
 
kalau di perebutin, takutnya entar kagak tenang arwahnya,,..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.