yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menjelang rilis inflasi dari BPS, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan Selasa (1/12/2015) bergerak menguat.
Data Bloomberg menunjukkan pukul 09.15 WIB, mata uang garuda berada di posisi Rp 13.801 per dollar AS, lebih kuat dibanding penutupan sebelumnya pada 13.847.
Kemarin, rupiah di pasar spot, merosot 0,33 persen ke level Rp 13.847 per dollar AS. Sementara kurs tengah bunk Indonesia, turun 0,67 ke level Rp 13.840 per dollar AS.
Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury bin, mengatakan, warga AS tengah sibuk berbelanja. Tingginya belanja warga mendorong ekonomi AS. Dari dalam negeri, permintaan USD meningkat untuk membayar utang. Tetapi rupiah punya peluang membalikkan keadaan seiring rilis data inflasi hari ini.
Ditambah lagi, hari ini merupakan lelang terakhir Surat Berharga Negara. "Sajian data domestik ini bisa jadi amunisi untuk rupiah unggul sementara," ucap Trian seperti dikutip Kontan.
Trian memprediksi rupiah bisa unggul di Rp 13.750–Rp 13.850.
Data Bloomberg menunjukkan pukul 09.15 WIB, mata uang garuda berada di posisi Rp 13.801 per dollar AS, lebih kuat dibanding penutupan sebelumnya pada 13.847.
Kemarin, rupiah di pasar spot, merosot 0,33 persen ke level Rp 13.847 per dollar AS. Sementara kurs tengah bunk Indonesia, turun 0,67 ke level Rp 13.840 per dollar AS.
Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury bin, mengatakan, warga AS tengah sibuk berbelanja. Tingginya belanja warga mendorong ekonomi AS. Dari dalam negeri, permintaan USD meningkat untuk membayar utang. Tetapi rupiah punya peluang membalikkan keadaan seiring rilis data inflasi hari ini.
Ditambah lagi, hari ini merupakan lelang terakhir Surat Berharga Negara. "Sajian data domestik ini bisa jadi amunisi untuk rupiah unggul sementara," ucap Trian seperti dikutip Kontan.
Trian memprediksi rupiah bisa unggul di Rp 13.750–Rp 13.850.