roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Jumat, 7 November 2008 | 01:35 WIB
CILACAP, JUMAT - Menjelang pelaksanaan eksekusi, tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, mengalami emosional yang cukup tinggi.
Sejumlah sumber ANTARA di Nusakambangan, Jumat dinihari, menyebutkan, tingkat emosional trio bom Bali sangat tinggi terutama sejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali memberitahukan pelaksanaan eksekusi mati pada Rabu (5/11).
"Bahkan, tadi (Kamis malam, red.) sekitar pukul 23.00 WIB, Amrozi sempat berontak saat hendak dijemput petugas," kata salah satu sumber tanpa menyebutkan tujuan penjemputan tersebut.
Dia mengatakan, para personel Brimob yang ada di LP Batu segera disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kericuhan akibat emosional tiga terpidana mati tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut, termasuk kepastian pelaksanaan eksekusi mati bagi Amrozi dan kawan-kawan.
Sementara itu, puluhan wartawan media cetak maupun elektronik dalam dan luar negeri tampak berteduh di warung-warung yang ada di sekitar Dermaga Wijayapura Cilacap lantaran hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Mereka tampak menunggu kepastian pelaksanaan hukuman mati karena sempat tersiar kabar jika Amrozi dan kawan-kawan akan dieksekusi pada Jumat dinihari.
Tanda-tanda Eksekusi Amrozi Semakin Dekat
Kamis, 6 November 2008 | 12:38 WIB
Laporan wartawan Kompas Madina Nusrat
CILACAP, KAMIS — Tanda-tanda pelaksanaan eksekusi mati tiga terpidana Bom Bali, Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, semakin dekat. Indikasi itu tampak pada dihentikannya operasional truk-truk pengangkut material bangunan untuk perbaikan jalan dan LP Super Maximum Security di Pulau Nusakambangan, terhitung Kamis (6/11) ini hingga Senin depan.
Menurut Sukartono (52), penjaga pintu Dermaga Wijayapura, lalu lintas dermaga mulai Kamis ini hanya untuk para pegawai LP Nusakambangan dan para aparat polisi. "Sampai Senin besok truk-truk pengangkut itu tak boleh masuk Nusakambangan," katanya.
Penjagaan di sekitar Dermaga Wijayapura pun terus ditingkatkan. Pada Rabu kemarin, sterilisasi di kawasan dermaga diperluas dari radius 100 meter menjadi 200 meter. Hari Kamis ini, penjagaan tak lagi dilakukan oleh Polisi Samapta, melainkan Brigade Mobil. Baik pegawai LP maupun warga Nusakambangan tetap diperiksa secara ketat oleh Brimob. Beberapa kali helikopter juga melintas di atas Pulau Nusakambangan.
CILACAP, JUMAT - Menjelang pelaksanaan eksekusi, tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, mengalami emosional yang cukup tinggi.
Sejumlah sumber ANTARA di Nusakambangan, Jumat dinihari, menyebutkan, tingkat emosional trio bom Bali sangat tinggi terutama sejak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali memberitahukan pelaksanaan eksekusi mati pada Rabu (5/11).
"Bahkan, tadi (Kamis malam, red.) sekitar pukul 23.00 WIB, Amrozi sempat berontak saat hendak dijemput petugas," kata salah satu sumber tanpa menyebutkan tujuan penjemputan tersebut.
Dia mengatakan, para personel Brimob yang ada di LP Batu segera disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kericuhan akibat emosional tiga terpidana mati tersebut.
Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut, termasuk kepastian pelaksanaan eksekusi mati bagi Amrozi dan kawan-kawan.
Sementara itu, puluhan wartawan media cetak maupun elektronik dalam dan luar negeri tampak berteduh di warung-warung yang ada di sekitar Dermaga Wijayapura Cilacap lantaran hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Mereka tampak menunggu kepastian pelaksanaan hukuman mati karena sempat tersiar kabar jika Amrozi dan kawan-kawan akan dieksekusi pada Jumat dinihari.
Tanda-tanda Eksekusi Amrozi Semakin Dekat
Kamis, 6 November 2008 | 12:38 WIB
Laporan wartawan Kompas Madina Nusrat
CILACAP, KAMIS — Tanda-tanda pelaksanaan eksekusi mati tiga terpidana Bom Bali, Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron, semakin dekat. Indikasi itu tampak pada dihentikannya operasional truk-truk pengangkut material bangunan untuk perbaikan jalan dan LP Super Maximum Security di Pulau Nusakambangan, terhitung Kamis (6/11) ini hingga Senin depan.
Menurut Sukartono (52), penjaga pintu Dermaga Wijayapura, lalu lintas dermaga mulai Kamis ini hanya untuk para pegawai LP Nusakambangan dan para aparat polisi. "Sampai Senin besok truk-truk pengangkut itu tak boleh masuk Nusakambangan," katanya.
Penjagaan di sekitar Dermaga Wijayapura pun terus ditingkatkan. Pada Rabu kemarin, sterilisasi di kawasan dermaga diperluas dari radius 100 meter menjadi 200 meter. Hari Kamis ini, penjagaan tak lagi dilakukan oleh Polisi Samapta, melainkan Brigade Mobil. Baik pegawai LP maupun warga Nusakambangan tetap diperiksa secara ketat oleh Brimob. Beberapa kali helikopter juga melintas di atas Pulau Nusakambangan.
