Etika Salam Terhadap Non Muslim
1. Terhadap Non muslim kita juga mesti mengucapkan selamat, hanya saja ucapan tersebut berbeda dengan ucapan didalam etika umat islam. Yang penting ucapan itu adalah penghormatan terhadap mereka serta tidak ada unsur negatif. Dalam hal ini, yang dimaksud Non Muslim yaitu mereka yang bukan beragama islam. Adapun pengertian Non Muslim dalam dunia sekarang ini sangat universal, karena meliputi ; Yahudi, Nasrani (ahlu kitab), Konghocu, Hindu, Budha, Kepercayaan. Kita mesti memulai dengan menyapa mereka dengan bahasa yang ramah, santun serta menyinggung serta tidak bertengtangan dengan syariat islam, seperti halnya’’selamat pagi, selamat siang, selamat malam”. Dengan demikian, interkasi sosial dan silaturahmi tetap terjalin dengan tidak menyakiti atau menyinggung perasaan oarng laian. Namun demikian, dalam dunia globalisasi ini, sering kita temukan orang Non muslim menyapa terlebih dahulu dengan mengucapkan salam”Assalamualaikum”, karena salam sudah menjadi bahasa umum. Ternyata Nabi juga memberikan cara menjawab salam, dengan menjawab ‘’ Waalaikum” saja. Tujuanya yaitu tetap menjawab dengan tujuan tidak menyakiti mereka sebagiaman sabda Nabi dalam hadisnya yang artinya” ketika ada seorang ahli kitab menngucapkan salam kepada kalian, maka jawablah dengan ‘’ Waalaikum”
2. Bagi umat islam, mendahuli salam (Assalamualikum warahmtullah) kepada mereka Non Muslim tidak diperkenankan. Ini merupakan bentuk toleransi, artinya umat islam mesti komit terhadap ajaranya dengan tidak mengunakan salam akan tetapi bisa diganti dengan selamat pagi dan lain sebagianya. Larangagan ini ditegaskan oleh Nabi dalam sebuah hadisnya yang artinya “Janganlah engkau mendahului mengucapkan salam kepada orang-orang yahudi dan Nasrani”. Akan tetapi jika terdapat sekelompok orang, diantara mereka terdapat orang islam maka dibolehkan mengucapkan salam, sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyalami kelompok yang terdiri dari orang islam, kafir, serta musrik, yahudi. Perlu ditekankan, yang mengucapkan salam hendaknya berniat dalam hatinya menyalami kepada mereka yang beragama islam yang hadit diantara mereka. Kenapa demikian, karena besarnya pahala mengucapkan salam kepada mereka sesame muslim, sedangkan wajib menjawab salam bagi setiapa muslim. Tetapi, jika diantara salah satu dari mereka telah menjawab salam, maka gugur kewajiban yang lain. Halnya saja, mereka yang tidak menjawab tidak mendapatkan pahala.
sumber:
http://tarbawi.wordpress.com/2008/04/13/meneladani-bagaimana-nabi-menyapa/