yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Marisi Hutasoit, ibunda Edward Panggabean salah satu korban pesawat Sukhoi Superjet 100 tak kuasa menahan tangis saat adik ipar almarhum, Herlis, menjelaskan kondisi jenazah.
Herlis berkenan menceritakan kondisi jenazah karyawan Indo Asia yang tewas saat pesawat yang ditumpanginya jatuh pada Rabu petang 9 Mei 2012 di Gunung Salak.
Herlis mengaku melihat jenazah tapi tidak melihat langsung jasadnya. Saat melongok ke dalam peti, jasad Edward tampak dibalut tiga lapis.
"Jasadnya dibungkus memakai plastik agar tidak merembes. Kemudian dilapisi kain putih lalu dibalut kain batik," kata Herlis usai melihat kondisi kakak iparnya di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa 22 Mei 2012.
Menurut Herlis, dia tidak melihat langsung wajah almarhum. Tetapi kondisi jasad kakak iparnya terbilang relatif lebih baik bila dibandingkan dengan jasad korban di peti sebelahnya.
"Kondisi jasad beliau lumayan bagus, lebih utuh dibanding sebelahnya. Saya melihat ada jenazah yang hanya setengah dari peti jenazah," kata Herlis lagi.
Herlis sendiri memang sengaja tidak ingin melihat langsung kondisi wajah Edward. "Karena untuk apa?" kata Herlis. "Kondisinya cukup mengenaskan."
Herlis berkenan menceritakan kondisi jenazah karyawan Indo Asia yang tewas saat pesawat yang ditumpanginya jatuh pada Rabu petang 9 Mei 2012 di Gunung Salak.
Herlis mengaku melihat jenazah tapi tidak melihat langsung jasadnya. Saat melongok ke dalam peti, jasad Edward tampak dibalut tiga lapis.
"Jasadnya dibungkus memakai plastik agar tidak merembes. Kemudian dilapisi kain putih lalu dibalut kain batik," kata Herlis usai melihat kondisi kakak iparnya di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa 22 Mei 2012.
Menurut Herlis, dia tidak melihat langsung wajah almarhum. Tetapi kondisi jasad kakak iparnya terbilang relatif lebih baik bila dibandingkan dengan jasad korban di peti sebelahnya.
"Kondisi jasad beliau lumayan bagus, lebih utuh dibanding sebelahnya. Saya melihat ada jenazah yang hanya setengah dari peti jenazah," kata Herlis lagi.
Herlis sendiri memang sengaja tidak ingin melihat langsung kondisi wajah Edward. "Karena untuk apa?" kata Herlis. "Kondisinya cukup mengenaskan."