yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Tupai terbang(Hylopetes winstoni) hebohkan warga Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (25/3/2012) karena sudah lama sekali tak terlihat.
Hewan langka tupai terbang atau yang punya nama latin Hylopetes winstoni ditemukan warga Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (25/3/2012).
Warga mengaku sudah lama tidak menemukan hewan yang sering meloncat dari ranting pohon ke pohon lain sehingga sering disebut tupai terbang. Joko Bagiyanto, salah satu warga yang melihat pertama kali tupai di pohon doyo, segera mengejar dan mencoba menangkapnya.
Saat berhasil ditangkap, si tupai yang sering dinamai warga di lereng Merapi dengan walang klopo pun mencoba melarikan diri dari tangan Joko dan terbang sejauh 5 meter. Warga yang penasaran pun mencoba menangkapnya lagi dengan tangan. Suasana pun menjadi heboh. Warga mencoba mengepung gliding squirrel itu.
"Saya melihat ada yang melompat-lompat dan berhenti di pohon doyo. Lalu setelah saya amati, tupai tersebut memiliki sayap di dua sisi badannya dan ekornya mirip dengan burung," kata Joko.
Sekitar tahun 2006, tupai yang berasal dari Sumatera ini dinyatakan hewan langka oleh International Union for Conservation (IUCN). Habitat hewan ini tergusur oleh maraknya penebangan hutan di Sumatera yang menghilangkan kanopi, yang menjadi tempat tinggal favorit tupai tersebut. Tupai jenis ini sangat menyukai biji-bijian dan buah-buahan.
Joko sendiri berniat memelihara tupai tersebut sembari menunggu petugas terkait. Untuk sementara, Joko menaruh tupai tersebut di salah satu bekas kandang burung miliknya.
